Minum Air Putih, Atasi Morning Sickness

Featured

adiesty・27 Feb 2014

detail-thumb

Masa kehamilan pasti menggoreskan sejarah tersendiri buat masing-masing perempuan, termasuk saya. Alamdulillahnya, waktu hamil dulu saya diberikan kemudahan. Banyak yang bilang, saya mengalami yang namanya ‘hamil kebo’.

Rasanya kehamilan waktu itu  berjalan tanpa banyak hambatan. Perubahan besar yang dirasakan hanya sebatas berat badan yang kian bertambah dan perut yang makin membuncit.  Kendala lain yang membuat saya susah, rasanya jarang sekali saya alami.

Berbeda dengan saya, salah satu teman dekat saya justru merasa kalau kehamilannya begitu berat. Setiap pagi, morning sickness pasti nggak bisa dihindari. Rasa mual, muntah, lemas, pusing sudah jadi ‘makanan’ sehari-hari. Sedangkan teman saya Fikri, justru kena dampak perubahan yang dialami istrinya saat hamil muda.

Ia sempat cerita, setelah istrinya hamil satu bulan, dirinya ditinggal mudik oleh istrinya. Katanya, sih, istrinya memilih pulang kampung lantaran nggak tahan dengan bau keringat teman saya ini. “Bahkan, istri gue jadi sebel kalau lihat gue. Kok, bisa segitunya, sih? Heran, deh, gue... “ keluh teman saya waktu itu. Hihihi, kasihan, ya?

Sebenarnya wajar saja, sih, kalau perempuan hamil  akan mengalami masa di mana emosi sering naik turun kaya yoyo. Perempuan hamil seakan harus bisa ‘bersahabat’ dengan berbagai keluhan seperti pusing-pusing, pegal, cepat lemas, rasa mual, ataupun sering muntah  dan sebagainya. Biasanya, kondisi seperti ini terjadi di trimester awal dan akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Meskipun hamil kebo, sesekali saya juga pernah, kok, merasakan rasa mual khususnya saat bangun tidur. Kalau sudah begitu, saya punya resep jitu untuk menghilangkannya, yaitu dengan cara minum air putih. Bisa dibilang dibilang air putih memiliki berperan penting pada masa kehamilan saya.

Sejak pertama kali kontrol, dokter kandungan saya memang sudah wanti-wanti kalau selama hamil harus banyak minum air putih. Soalnya, salah satu penyebab terjadinya sindrom morning sickness dikarenakan kurang minum air putih. Jadilah ritual minum air putih yang memang sudah saya lakukan sebelum hamil semakin saya galakan. Kalau dulu minum air putih cuma sekedarnya, waktu hamil porsinya semakin bertambah. Bahkan, setiap keluar rumah air putih jadi bekal wajib yang harus saya bawa.

Setau saya, air putih memang punya peran penting untuk ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Minum air yang cukup bisa membantu mempan tubuh dalam menghadapi berbagai macam perubahan tubuh secara psikologis dari efek samping dan rasa tidak nyaman selama hamil. Salah satunya, ya, sindrom morning sickness itu.

Wajar saja, sih, ya, kalau air sangat penting bagi kehidupan manusia. Lah, wong, komponen terbesar janin pada setiap usia kehamilan adalah air. Kalau orang dewasa mengandung 55%-65% air, tubuh janin 70%-90% adalah air.

Saya juga sempat membaca Buku Konsesus Nasional Dokter Kebidanan tahun 2013 , Kebutuhan Asupan Air Bagi Ibu Hamil, Melahirkan dan Menyusui yang menjelaskan kalau keluhan mual dan muntah (nausea and vomiting in pregnancy) pada ibu hamil bisa diatasi jika kebutuhan minum air dapat dicukupi.

Biasanya, sih, mual dan muntah yang berlebihan pada kehamilan muda bisa terjadi hingga usai kehamilan 12 minggu. Kalau dibiarkan bisa menyebabkan terjadinya penurunan volume cairan tubuh (hipovolemia) dan gangguan elektrolit.

Memang, sih, pada beberapa ibu  hamil, saat minum air putih yang tidak memiliki rasa bisa terasa mual. Kalau sudah begini, biasanya saya akan menambahkan irisan lemon sehingga rasanya lebih segar. Kalau memang nggak bisa langsung minum dengan volume yang banyak, buat mengakalinya dengan minum sedikit-dikit tapi sering.

Hal lain yang nggak kalah penting untuk menghindari rasa mual, selama hamil saya juga selalu berusaha untuk bersikap positif dan mengenali tanda-tanda penyebab saya mual. Dengan begitu, morning sickness bisa dihindari. Percaya, deh, Mommies!