Mimpi Buruk Untuk Ibu Hamil: TORCH!

Hi again Mommies. Kali ini saya pengen sekali lagi menulis tentang TORCH. Semoga Mommies belum terlalu bosan yah ;)

Alasan saya mengulas seputar TORCH lagi adalah karena ternyata masih sangat banyak ibu dan calon ibu yang belum menyadari bahaya dari TORCH ini sehingga mereka tidak melakukan tindakan preventif apa pun. I feel really bad for that. That’s why, once again, I’ll highlight the danger of TORCH and what mommies and would-be mommies should do to prevent TORCH.

*Foto ilustrasi Enno Lerian

Singkat cerita dulu, anak saya Ubii (15 bulan) terkena Congenital Rubella Syndrome karena saya terinfeksi virus Rubella di trimester pertama kehamilan. Congenital berarti sesuatu yang didapat sejak dalam kandungan. Syndrome berarti kumpulan gejala. Jadi, YA, Ubii harus berjuang untuk sembuh dari dampak Rubella yang menyerang jantung, pendengaran, dan motoriknya. Selengkapnya tentang Ubii bisa dibaca di sini dan ini.

Boleh dibilang saya kecolongan karena sewaktu saya hamil dan menemui dokter untuk memeriksakan gatal-gatal yang saya kira gabagan biasa (ternyata Rubella), dokter bilang bahwa itu hanya gatal biasa yang tidak bahaya sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Saya saat itu buta sama sekali tentang TORCH jadi menelan mentah omongan dokter. Ternyata ada teman saya yang juga kecolongan. Bahkan menurut saya ia lebih kecolongan dan tentunya lebih merasa kecewa. Jadi long story short, teman saya ini bahkan sudah tes TORCH. Ketika ia menunjukkan hasilnya ke dokter, dokter bilang bahwa ia memang terinfeksi virus tapi virus tersebut sudah tidak aktif karena IgG nya yang positif) sehingga aman baginya untuk hamil. Memang Tuhan selalu punya kejutan, ternyata anak teman saya itu lahir dengan kondisi terinfeksi Rubella. Rubellanya menyerang penglihatan, pendengaran, jantung, dan motorik. Itu lebih berat daripada Ubii. So, I know she must feel devastated. Baru siang ini (28/8) saya mendapat kabar dari teman saya bahwa anaknya sudah 2 minggu di ICU karena ternyata ia juga terinfeksi virus CMV yang menyebabkan fungsi hatinya meningkat dan radang paru. Mommies bisa bayangkan kan bagaimana perasaan seorang ibu yang harus melihat bayinya di ICU dengan ventilator ketika ia masih mungil?

Ada persamaan antara saya dan teman saya itu. Kami berdua sama-sama kecolongan padahal kami sudah ke dokter. Menurut saya pribadi, di sini selain karena dokter yang kurang cakap, juga karena kami TIDAK melakukan tes TORCH dan vaksin MMR SEBELUM hamil. Kami buta tentang TORCH.

So, what is TORCH anyway? TORCH stands for Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), Herpes simpleks (HSV 1, HSV 2). TORCH TIDAK bahaya jika diderita selama ia TIDAK mengandung. Namun, bagi ibu mengandung, TORCH ini sangat jahat karena bisa menyebabkan keguguran, bayi lahir dengan organ tubuh yang belum sempurna, dan cacat bawaan. Dampak TORCH pada bayi yang terinfeksi selama dalam kandungan di antaranya: gangguan syaraf, mata (in most cases katarak congenital), pendengaran (in most cases profound hearing loss), paru-paru, jantung, motorik, kognitif, hidrosepalus, dan mikrosepalus. Ada juga yang sampai menyebabkan retardasi mental. Ngeri kan, Mommies? *bergidik sendiri*

Setelah Ubii positif terdiagnosa Congenital Rubella Syndrome, saya semangat sekali berkoar-koar akan bahaya TORCH dan pentingnya melakukan tes TORCH sebelum hamil. Sedihnya, banyak yang tidak mengindahkan karena mereka merasa sehat. Padahal TORCH ini kadang tidak tampak gejalanya dan hanya bisa ditegakkan dengan hasil uji laboraturium. Komentar yang kerap saya dengar adalah “ah mahal banget ya ampun”, “ah sayang duitnya mending dipake buat beli baju baby hehehe.” Mendengar itu, saya sedih. Apakah Ubii belum cukup saya jadikan contoh bahwa TORCH itu bahaya? :( *nangis guling-guling sambil garuk aspal di ujung jalan sendirian*

Kalau Mommies mau sedikit berhitung, mari kita hitung-hitungan sedikit ya. Ubii terganggu pendengaran, jantung, dan motoriknya. Dan belakangan ini baru diketahui bahwa Ubii juga mendapat TB paru. Berikut biaya yang harus kami keluarkan untuk mengupayakan kesembuhannya:

  • Tes Echo (USG jantung): 500.000/datang.
  • Tes pendengaran (Tympanometri, OAE, ASSR): 700.000
  • Ronsen: 100.000
  • Tes Mantoux: 110.000
  • Biaya konsultasi ke dokter spesialis syaraf anak: 150.000/datang.
  • Biaya obat-obatan: 300.000/bulan.
  • Biaya ABD (Alat Bantu Dengar): bisa untuk beli 1 motor matic/telinga. Padahal ABD setiap 5-6 tahun sekali atau jika rusak harus diganti. Belum lagi biaya baterai yang hanya bisa dipakai 2 minggu untuk rata-rata pemakaian 9 jam/hari.
  • Baru-baru ini Ubii dianjurkan untuk CT Scan. Belum kami lakukan, tapi harganya berkisar 1.000.000.

So, Mommies, you answer it yourselves. Apa mengeluarkan uang kurang lebih 1.000.000 untuk tes TORCH terlalu mahal dibanding biaya untuk mengupayakan kesembuhan anak kita yang terinfeksi TORCH? ;) ;) ;)

Dengan bahaya TORCH yang luar biasa tersebut dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan, sayang sekali jika kita sebagai ibu atau calon ibu atau seseorang yang memiliki kenalan ibu atau calon ibu tidak segera menyadari hal ini. Apalagi tidak semua dokter cakap dan informatif tentang TORCH ini. Jadi, Mommies jangan menunggu dokter menyuruh Mommies untuk melakukan tes dan vaksin. Mommies harus berinisiatif sendiri. Sedihnya lagi, di Indonesia tercinta *sok nasionalis* ini pun tampaknya TORCH belum menjadi sesuatu yang diperhatikan pemerintah dan departemen kesehatan. Buktinya belum ada penyuluhan tentang bahaya TORCH, anjuran untuk mengambil tes TORCH sebelum hamil, apalagi dana yang secara khusus dialokasikan untuk membantu upaya penyembuhan anak-anak yang terinfeksi TORCH dari keluarga yang kurang mampu. Sedihnya lagi, penyakit-penyakit yang timbul karena TORCH tidak tercover oleh asuransi. *sesenggukan* *feeling rejected*

So, Mommies, mari kita sadari pentingnya melakukan TORCH dan vaksin MMR untuk mencegah Rubella sebelum kita hamil. Idealnya tes TORCH dilakukan oleh:

  • Perempuan yang akan hamil atau merencanakan segera hamil
  • Perempuan yang baru/sedang hamil bila hasil sebelumnya negatif atau belum diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali
  • Bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil

Yang dilakukan dalam tes TORCH adalah mendeteksi antibodi dalam darah dengan pemeriksaan:

  • Anti-Toxoplasma IgM dan Anti-Toxoplasma IgG (untuk mendeteksi infeksi Toxoplasma)
  • Anti-Rubella IgM dan Anti-Rubella IgG (Untuk mendeteksi infeksi Rubella)
  • Anti-CMV IgM dan Anti-CMV IgG (untuk mendeteksi infeksi Cytomegalovirus)
  • Anti-HSV2 IgM dan Anti-HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus Herpes)

All in all, I guess that’s all I want to talk about. Please Mommies, do the test before you get pregnant. And, if I may ask one favor from all of you, tolong bantu sebarkan info ini kepada saudara, kawan, kenalan Mommies semua supaya makin sedikit bayi-bayi yang terinfeksi TORCH. Happy babies make mommies happy :)