Family Friday: Artika Sari Devi, ASI 100%

Nggak salah rasanya kalau saya ngefans dengan pasangan selebriti yang satu ini. Artika Sari Devi dan Baim. Bukannya apa-apa, nggak seperti pasangan pesohor lainnya yang sering buat sensasi hanya sekedar untuk diangkat di media masa, pasangan ini justru sebaliknya. Kalaupun media hiburan mengangkat berita soal pasangan ini, pasti nggak akan jauh-jauh dari prestasi yang membanggakan.

Nah, salah satu hal yang paling membanggakan dari pasangan ini juga nggak terlepas dari komitmen keduanya untuk memberikan ASI secara eksklusif untuk kedua anak-anaknya. Bahkan demi kelancaran memberikan ASI, mereka berdua sering mengkuti kelas menyusui. Wiiih….

Kalau sebelumnya saya sempat berbicang dengan Baim di artikel ini, saat buka puasa bersama yang digelar P & G belum lama ini  giliran saya ngobrol dengan Artika. Karena ibu dari Sarah Ebiela Ibrahim dan Dayana Zoelie Ibrahim masih sedang menyusui, saya pun tertarik untuk bertanya seputar pengalamannya saat memberikan ASI untuk kedua puterinya.

Berikut kutipan obrolan saya dengan Mbak Artika. Mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi untuk Mommies, ya!

Mbak, ceritain dong pengalamannya saat memberikan ASI…

Wah, kalau ngomongin memberikan ASI untuk anak-anak, nikmatnya luar biasa. Jadi siapa bilang kalau memberikan ASI eksklusif bahkan sampai dua tahun itu susah. Kalau memang kita sebagai orangtua sudah  komitmen, sebenarnya mudah, kok.

Waktu pertama kali menyusui puteri pertama, pernah merasa kesulitan, nggak?

Saya dari awal memang sudah komitmen untuk memberikan ASI untuk anak-anak saya. Dan waktu anak pertama, saya menyusui sampai usianya 2 tahun 3 bulan. Memang komitmen yang diperlukan bukan hanya saya sendiri, karena memang diperlukan support group. Dan ini nggak cuma suami saja, lho. Orangtua, mertua, bahkan saudara kita sendiri juga harus mendukung. Dengan begitu pasti akan membuat kita percaya diri dan yakin kalau kita bisa menyusui sampai 2 tahun. Ini yang terjadi pada saya waktu itu.

Seberapa besar support keluarga untuk Mbak Artika saat itu?

Besar sekali. Bahkan dari hamil saya memang sudah mengajak suami dan orangtua saya untuk sama-sama belajar tentang ASI. Kalau ada kelas menyusui, saya ikut dan mengajak mereka. Bahkan waktu ada kelas konselor ASI yang diadakan WHO, saya juga ikutan. Kalau nggak salah waktu itu, Sarah masih 3 bulan, dan dia saya ajak memberikan konseling ASI untuk ibu-ibu di sebuah puskesmas. Nikmat rasanya, ya, kalau kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak. Buat saya itu ASI bukan pilihan, ASI, ya, satu-satunya yang dibutuhkan anak.

Jadi, memang tidak pernah mengalami kendala, ya?

Ya, karena saya sudah mulai dari hamil saya dan suami sudah ikut kelas menyusui. Jadi saya sudah banyak mendapatkan informasi apa saya yang mungkin akan terjadi ketika saya sedang menyusui. Misalnya bagaimana cara mengatasi saat puting lecet atau kondisi lainya.

Ada pengalaman yang nggak bisa dilupakan saat menyusui?

Yang paling menantang buat saya, sih, waktu saat menyusui Sarah dan saya harus membawa syuting di Aceh atau kota-kota lain. Waktu di Aceh, saat saya harus syuting, saya menitipin Sarah bersama tante saya di rumah Pak Kades. Baru setelah itu saya berangkat ke lokasi syuting yang jaraknya cukup jauh, bahkan saya harus naik mobil off road dulu kemudian naik sampan untuk sampai ke lokasi. Tapi, ya, kalau waktunya menyusui, ya, saya bisa bolak balik. Memang menyusui itu perjuangannya besar, ya

Tidak mencoba dengan ASIP?

Mungkin karena saya sudah keenakan, dan merasa lebih nyaman jika bisa menyusui langsung. Makanya saya sangat salut dengan ibu-ibu pekerja yang bisa memerah ASI-nya sampai punya stok ASIP yang banyak di rumah. Itukan nggak mudah.

Kalau saya memang lebih nyaman menyusui langsung. Seperti sekarang ini, saya kerja tetap bawa si kecil. Tapi risikonya, ya, harus bawa suami dan rombongan untuk ikutan. Seperti hari ini, hehehehe.

Nggak merasa repot?

Justru nggak, ya, saya malah lebih merasa lebih nyaman seperti itu dibandingkan harus meninggalkan anak di rumah dengan ASIP. Lagi pula, kalau bisa memberikan ASI langsung kan ada skin to skin atau eye contact juga ada.

Buat saya, bisa memberikan anak ASI sama saja seperti investasi yang bisa kita petik hasilnya. Anak saya jadi anak yang sehat, daya tahan bagus, nutrisnya yang yang masuk ke anak saya juga bagus sehingga sekarang bisa dibilang anak saya sangat membanggakan.

Jadi, memang tidak pernah memberikan ASIP untuk anak-anak, ya…

Pernah, tapi saya lebih nyaman langsung. Karena mungkin lebih enak secara langsung. Waktu saya coba memberikan ASIP anak saya juga sempat menolak.

Ada kiat untuk para ibu supaya sukses memberikan ASI untuk anak-anaknya?

Yang penting ibu harus happy, dan mind set-nya percaya diri bisa menyusui. Ibu juga jangan stres, soalnya hormon oxytocin yang memproduksi ASI itu juga sangat tergantung dengan psikis ibunya.

Pertanyaan terakhir, kalau diminta untuk menilai diri sendiri, Mbak Artika ibu seperti apa, sih?

Wah, kalau kata anak aku, aku itu ibu yang  penyayang dan ngegemesin. Dia selalu bilang, “Mama aku gemes sama mama, aku juga nggak bisa hidup tanpa mama.” Mungkin bisa dibilang aku tipe ibu yang hangat, tapi saya juga sangat sembrono, lho. Coba, deh, tanya Mas Baim saya ini ibu seperti apa, hahaha.

Memang menurut Mas Baim, Mbak Artika tipe ibu seperti apa?

Kalau menurut Mas Baim, saya ini tipe ibu yang perfectionis sekaligus sembrono. Tapi intinya saya sangat mencintai profesi saya menjadi ibu rumah tangga. Justru ini merupakan titel yang sangat membanggakan dan jauh berharga dibandingkan waktu bisa masuk 15 besar Miss Universe.

Salut deh sama Mbak Artika! Semakin banyak selebriti yang menyusui, semoga semakin banyak memberi pengaruh positif ke masyarakat ya :)