Baju Lebaran Buatan Nenek

Mama saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Hari-harinya dihabiskan untuk mengurus keperluan rumah dan keperluan suami serta anak-anaknya.

Sejak belum menikah mama adalah seorang penjahit rumahan yang belajar mencari uang sendiri untuk keperluan pribadinya,maklum mama lahir dari keluarga pas-pasan. Tapi saat menikah dan punya anak mama memutuskan untuk berhenti menjahit dan fokus untuk mengurus anak.

Menjahit akhirnya hanya menjadi hobi mama. Setiap tahun di saat mau Idul Fitri seperti sekarang ini mama gak pernah absen untuk membuatkan baju-baju baru untuk ke-5 anaknya dengan warna yang sama. Alasannya sih standar,biar kompak katanya.

Tapi saat anak-anak mama makin besar dan sudah merasa agak malu memakai baju yang sama saat Idul Fitri. Akhirnya dari 2 tahun lalu kami sekeluarga memutuskan untuk beli baju masing-masing. Padahal aku pribadi lebih suka kalau mama yang buatkan baju :)

Namun tahun ini momen Idul Fitri yang saya rindukan itu datang lagi. Saya yang sudah menikah telah memberikan mama seorang cucu. Cucu pertama, yang bernama Queenisha Ramadhani.

Mama sangat sayang dengan cucu pertamanya dan saya yakin tangannya udah ‘gatel’ banget mau menjahit lagi. Tiba-tiba mama kasih saya baju lebaran yang sama dengan baju untuk Queen :) Terimakasih mama!

 


2 Comments - Write a Comment

  1. Ceritanya koq bisa sama ya mba, aku 5 bersaudara dan mama ku jg penjahit :). Dari kecil mama ku gak pernah absen jahit sendiri baju anak2 nya. Selalu senang pakai baju buatan mama krn *limited edition dan setiap hbs aku dan saudara2 ku pake pasti temen2 ku yg lain minta dijahitkan baju dgn model yg sama ke mamaku. Jd kangen sm mama :( tahun ini gak mudik.

Post Comment