Liburan Nyaman Bersama Batita

Rumah Sakit Brawijaya Women and Children beberapa waktu lalu mengadakan talkshow “Aman dan Nyaman Jalan-jalan Bersama Balita” dengan narasumber dr. Johnny Nurman, SPA. Menurut dr. Johnny, dari segi psikologis dan aktivitas bayi dan batita dapat dibagi menjadi 3 kelompok usia, yaitu:

  • Newborn -8 bulan.
    Bayi kecil memerlukan perhatian penuh. Tapi karena lebih banyak tidur dan menyusu, pengasuhan jadi tidak sulit. Bayi juga belum terlalu peka akan perubahan rutinitas yang terjadi akibat jet lag atau situasi perjalanan. Jadi lebih jarang kemungkinan rewel akibat perubahan waktu atau kebiasaan. Tapi harus diwaspadai bahwa daya tahan bayi usia ini lebih rendah dari usia yang lebih tua jadi harus waspada dengan kemungkinan penularan penyakit.
  • 8- 17 bulan.
    Di usia ini, bayi sudah mengerti rutinitas dan mengenal orang. Karena itu kebiasaan tidur, makan dan jam-jam aktifnya bisa terganggu saat di perjalanan. Bila perjalanan kita bertujuan untuk berkumpul dengan saudara jauh, seperti mudik misalnya, pahami bahwa bayi bisa terganggu juga saat bertemu dengan banyak orang asing. Apalagi yang enak saja  main gendong :D. Beri banyak time-off dari bertemu orang atau lakukan pengenalan dengan perlahan supaya bayi dapat menyesuaikan diri.
  • 18-35 bulan.
    Saat bayi sudah mulai bisa berjalan, dia lebih bisa menikmati perjalanan dan tempat-tempat baru. Beberapa bayi yang supel malah akan senang bila banyak bertemu orang baru. Tapi karena bayi sudah aktif bergerak sendiri, waspadai mobilitasnya di tempat umum dan tempat/rumah yang disinggahi yang mungkin kurang child/baby friendly. O, ya, untuk membantu bayi mengatasi perubahan, usahakan membawa barang atau mainan kesayangannya selama perjalanan.
*gambar dari sini

Jangan lupa siapkan tas darurat dan obat-obat P3K. Beberapa checklist barang dan obat yang perlu dibawa diantaranya:

  • Topi/pelindung kepala bayi dan sunblock SPF 15 atau lebih.
  • Diaper ekstra dan pembungkus sampah diaper.
  • Baju ekstra, baik untuk bayi dan orang tua.
  • Selimut atau kain yang cukup lebar.
  • Mainan atau barang kesayangan.
  • Minum dan camilan untuk ibu menyusui.
  • Obat resep (bila ada yang harus rutin diminum).
  • Plester.
  • Balsem bayi.
  • Termometer.
  • Parasetamol, berguna sebagai penurun demam dan anti nyeri.
  • Pembersih tangan anti septik.
  • Salep utk memar/baret.
  • Pinset.
  • Oralit sachet. Ada yang rasa jeruk juga, pharolit.
  • Calamine lotion atau pereda gatal.
  • Coldpack, bisa berguna sebagai kompres memar.
  • Diaper cream/rash cream.
  • Losion anti nyamuk bila bepergian di daerah tropis.

Saat mereservasi tempat menginap, pastikan juga tempat tersebut baby and child friendly. Apa saja yang menjadi standar baby-proof hotel? Diantaranya adalah:

  • Tersedia cot atau tempat tidur bayi yang aman.
  • Terpasang pengaman balkon untuk kamar yang terkoneksi langsung ke balkon.
  • Rak, laci, dan furnitur lainnya terpasang kokoh dan tidak berisiko jatuh menimpa anak saat digunakan untuk pegangan. Cek juga posisi televisinya, ya, ada beberapa kasus dimana televisi bisa tertarik anak dan menimpanya :(.
  • Di kamar mandi terpasang alas anti selip.

Selain poin-poin tersebut diatas, kita juga harus waspada akan keamanan di dalam kamar. Begitu tiba di kamar, pastikan lantai dan kolong yang bisa dijangkau anak bebas dari barang kecil-kecil yang mungkin terjatuh atau tertinggal seperti koin atau kancing. Menyempatkan diri untuk screening awal seperti ini akan menghindarkan anak dari risiko tersedak benda kecil.

Jangan lupa juga carrier/gendongan atau stroller untuk mobilitas anak-anak. Gendongan bermodel sling atau wrap bisa dipilih untuk bayi yang masih kecil dan belum bisa menegakkan kepala, sementara carrier model kanguru biasanya untuk 4-5 bulan ke atas. Pilih carrier yang ber-padding tebal supaya tidak cepat membuat nyeri pundak atau punggung. Pastikan juga posisi anak nyaman. Sebisa mungkin hindari model yang bertumpu pada selakangan anak. Beberapa model yang lebih baru kebanyakan sekarang bentuknya seperti kantong di bagian pantat bayi, jadi posisi bayi lebih seperti duduk, bukan menggantung.

Stroller untuk liburan juga pilih yang ringan dan sistem lipatnya mudah. Tapi tetap perhatikan peruntukan umurnya, ya. Kebanyakan stroller yang bisa dilipat model payung (umbrella) tidak bisa untuk bayi yang belum bisa duduk. Perhatikan dan coba dengan teliti di toko untuk memastikan fitur stroller. Kadang stroller mengklaim bisa dipakai mulai dari newborn, tapi waktu dicoba ternyata reclining-nya tidak bisa sampai datar.

Nah, Mommies, punya bayi atau anak kecil bukan halangan untuk tetap melakukan perjalanan. Bila dipersiapkan dengan tepat, tetap seru, kok!

Titip oleh-olehnya, yaa :D