The Brave Heart: Angelina Jolie

Saya bukan penggemar Angelina Jolie. Iya, saya tahu Angelina Jolie itu yang jadi Lara Croft di Tomb Rider, saya juga tahu kalau Angelina Jolie hobi adopsi anak, punya jiwa sosial yang tinggi, aktif berkegiatan sosial pastinya dan sebagainya. Tapi ya, itu saja, pengetahuan umum soal Angelina Jolie. That’s it. Saya nggak pernah tahu gosipnya bersama Brad Pitt, doi punya rumah dimana aja, merk tas diaper-nya apaan, dan lainnya, hehehe. Kan kalo nge-fans, biasanya tahu detail, ya?

Tapi, kemarin saya lihat cover majalah TIME, Angelina Jolie dari sisi samping, black and white tone, dengan headline “The Angelina Effect” -Angelina Jolie’s double mastectomy puts genetic testing in spotlight. What her choice reveals about calculating risk, cost, and peace of mind. Saya bengong sesaat, kemudian memutuskan untuk klik ‘purchase’ di iTunes dan sambil menunggu, saya ngomong dalam hati. DOUBLE MASTECTOMY? Now, Jolie has no breast at all???

Setelah browsing beberapa situs berita soal operasi masektomi ganda dan membaca tulisan dari Angelina Jolie di The Opinion Pages New York Times, saya bisa mengerti mengapa Jolie mengambil keputusan ini. Jadi ternyata, setelah melalui pemeriksaan intensif, Jolie divonis memiki kesempatan terserang kanker payudara sebesar 87% dan kanker ovarium sebesar 50%. Prediksi dokter ini keluar setelah Jolie melakukan serangkaian tes dan hasil tesnya menunjukkan kalau dirinya membawa gen BRCA1 yang telah bermutasi.

BRCA adalah Breast Cancer Susceptibility. Ada BRCA1 dan BRCA2, yang membedakan adalah jenis gennya, BRCA1 ini memiliki jenis gen yang lebih sulit diobati dengan terapi hormon biasa dalam kanker payudara dibanding BRCA2. Gen BRCA1 dan BRCA2 yang normal sangat penting dalam mencegah pertumbuhan kanker. Namun jika ada salah satu gen yang rusak, maka mereka justru berpotensi tinggi meningkatkan pertumbuhan tumor. Nah, jika memang sudah terbukti memiliki gen rusak, maka untuk mengurangi resiko kanker payudara ini, masektomi ganda adalah pilihan terbaik. Karena tindakan ini dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 95%.

Dulu, ibu dari Angelina Jolie, Marcelina Bertrand, meninggal setelah lebih dari satu dekade melawan kanker payudara pada tahun 2007. Karena sering mendapat pertanyaan dari anak-anak kenapa nenek meninggal dan apakah hal yang sama akan terjadi pada dirinya, cukup memberikan kesadaran pada Jolie untuk melakukan tes. Ketika mendapati kalau dirinya membawa gen BRCA1, maka Jolie memutuskan untuk mengangkat kedua jaringan payudaranya. Alasan paling utama adalah anak-anaknya. “I can tell my children that they don’t need to fear they will lose me to breast cancer,” ujar Jolie.

I can tell, ya’, this is a very brave decision. Walaupun di akhir perjalanan mastectomy, Jolie mendapat payudara buatan sebagai pengganti tentunya untuk mengurangi efek trauma karena kehilangan payudara, namun tetap saja, mastectomy bukan hal yang mudah untuk dilakukan. And Jolie did DOUBLE!!

Kenapa tiba-tiba saya ikut menceritakan keberanian Jolie? Sedikit info, saya berasal dari keturunan kanker. Tante saya baru saja meninggal dunia tahun 2012 setelah berjuang kurang lebih 5 tahunan melawan si kanker payudara. Apakah lantas saya mau melakukan serangkaian tes untuk mengetahui keadaan jaringan payudara? Errrr, sampai detik ini, saya belum berani. Padahal seperti yang dikemukakan dokter Ridwan SpOG dalam artikel Pemeriksaan Kesehatan Perempuan, jika memiliki riwayat keturunan kanker, baiknya melakukan pemeriksaan sejak usia 20 tahun. Saya sudah melakukan pemeriksaan, sih, tapi hanya sebatas SaDaRi (Periksa Payudara Sendiri), belum melakukan tes medis lainnya. Jadi kapan saya mau melakukan pemeriksaan? *brb shalat istikharah dulu* x)

Tapi jujur saja, cerita dari Jolie ini memberikan efek yang baik, setidaknya, saya jadi lebih aware soal kanker payudara yang menurut data WHO membunuh 458.000 orang setiap tahunnya.

So Jolie’s goal beside of being healthy for the sake of her children, is accomplished. Angelina Jolie ingin setiap wanita mengetahui risiko apa saja yang bisa terjadi pada dirinya, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal terburuk. Jangan lupa juga untuk mencari dukungan moral dari lingkungan sosial terdekat agar hati terasa lebih ringan.

“Life comes with many challenges. The ones that should not scare us are the ones we can take on and take control of.” -Angelina Jolie, 2013.

Let’s fight breast cancer!

Sumber:
http://www.thebreastcaresite.com/tbcs/NewlyDiagnosed/TypesOfBreastCancer/BRCA+Differences.htm

http://www.nytimes.com/2013/05/14/opinion/my-medical-choice.html?_r=4&

http://www.cancer.gov/cancertopics/factsheet/Therapy/preventive-mastectomy

Gambar dari sini dan sini


6 Comments - Write a Comment

  1. “Ketika mendapati kalau dirinya membawa gen BRCA1, maka Jolie memutuskan untuk mengangkat kedua jaringan payudaranya. ”

    kita semua punya gen BRCA1, BRCA2, bahkan pria juga. gen ini merujuk pada kemampuan melawan tumor. permasalahannya apakah gen tsb telah bermutasi ke arah yg sebaliknya (i.e. tdk mampu melawan tumor). gen bermutasi terus menerus, and sometimes it’s for the good. bahkan pria juga bisa mewariskan gen yg bermutasi.

    1. Halo Lena, terimakasih ya. Ini saya kutip juga tulisan saya diatas “Namun jika ada salah satu gen yang rusak, maka mereka justru berpotensi tinggi meningkatkan pertumbuhan tumor. Nah, jika memang sudah terbukti memiliki gen rusak, maka untuk mengurangi resiko kanker payudara ini, masektomi ganda adalah pilihan terbaik. Karena tindakan ini dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 95%” Jadi menurut dokternya Jolie, masektomi ganda jadi pilihan yang baik.

      Saya sih mau mengambil pelajaran baiknya. Bahwa sebagai manusia kita harus well informed tentang segala hal, termasuk kesehatan, sehingga kita bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk tubuh kita. Mungkin bagi Jolie, masektomi adalah yang terbaik. Kalau bagi individu lain, masektomi bukan jawabannya, ya tidak apa-apa toh. Yang penting kan, well informed :)

  2. Ki, bude gue juga passed away sekitaran awal 90an, after 5y of battle too. ibu sama nenek juga pernah tumor tapi alhamdulilah ilang setelah ke alternatif. ibu ke alternatif ngga sebentar, ada kali 10-12th + segala pantangan makan kayak udang, ayam broiler dll. this is the reason me & my sis get nowhere near KB hormonal + IUD (include yg non hormonal).

    tapi somehow gue berprinsip, sebelum terdeteksi positif, walau kemungkinan sekian puluh persen, mastektomi belum perlu. kesannya kok duluin takdir gitu lho…even it’s 99% chance, we can still be the 1% kan. cuma emg klo beresiko ya kudu extra cautious, lebih sering pantau.
    tapiii disisi lain dg baca yg kayak gini2, jadinya mastektomi ngga semenakutkan dulu if it is indeed has to be done.

    TFS yaa

  3. iya, padahal kedua payudaranya, saat diangkat itu dalam keadaan yang benar-benar sehat, tidak ada tanda2 apapun! tadi juga baru baca medical reasonnya di Kompas. jadi kata dokter yang menganalisis, tindakan ini nekad luar biasa, tapi benar!
    dan efeknya memang keren ya…awareness thd resiko kanker ini jadi sangat meningkat.

  4. @Kirana: iya, yg bisa gue tarik disini adalah kita punya kewajiban utk mencari tau informasi sebanyak-banyaknya soal tubuh kita. Mungkin disana, Jolie gak belajat soal takdir hahaha, jadi menurut akal sehatnya ya, masektomi ini adalah keputusan terbaik untuk dia dan anak-anaknya :)

    @Nisa: iya, jadi pada melek,dan pasti ‘terpanggil’ utk cari info lebih banyak soal kanker payudara..

Post Comment