Jalan Pagi, Yuk!

by: - Friday, January 11th, 2013 at 7:30 am

In: Breastfeeding Health 10 responses

0 share

sepatu
Salah satu olah raga kesukaan saya adalah jalan kaki. Sebetulnya dulu, ketika masih sekolah-kuliah, saya senang bermain basket. Namun ketika sudah masuk dunia kerja, saya tidak punya waktu. Klise, ya! Terkadang masih suka menyempatkan datang ke salah satu pusat kebugaran di salah satu mal juga. Namun tidak ada kontinuitas, dan terkadang treadmill itu hanya saya lakukan jika ada job MC :p (ya, olah raga seminggu penuh dan diet ketat demi menurunkan berat badan agar baju buat nge-MC-nya, pas! Haha)

Setelah punya anak, waktu untuk olah raga pun rasanya tidak ada. Tapi kemudian saya menemukan selah untuk olahraga, yaitu di pagi hari, bersama dengan waktu menjemur Menik. Alhamdulillah, ternyata jalan pagi ini punya banyak manfaat, lho! Well, at least, saya merasa beruntung bisa menghirup udara yang lumayan bersih sebelum beraktivitas seharian. Ditambah, jika kita berjalan secara konstan, jumlah kalori yang dibakar juga lumayan. Menurut hitungan di treadmill, jumlah kalori yang terbakar saat berjalan secara konstan adalah sekitar 200 kal/hour. Terbukti, saya berhasil menurunkan berat badan yang naik 22 kg saat hamil. Bahkan sekarang, berat badan saya sudah turun sebanyak 26 kg, hanya karena berhasil memaksa diri untuk rajin berjalan setiap pagi!

Jalan pagi ini juga adalah pilihan paling rasional, karena berjalan sambil mendorong Menik di stroller atau menggendong dengan baby carrier adalah hal yang mudah. Kuncinya adalah konstan. Biasanya saya start pukul 06.00 dan pulang pukul 08.00. Waktunya bisa disesuaikan, ya, sesuai kebutuhan dan waktu luang masing-masing.

Berikut kiat yang bisa saya share untuk Mommies yang ingin mencoba berjalan sebagai alternatif olah raga:

  1. Pakai sepatu olahraga khusus untuk berjalan atau jogging. Jenis sol dan bentuk sepatu olahraga ini didesain sesuai fungsinya. Kenapa harus tepat fungsi? Untuk menghindari cedera kaki yang berakibat fatal.
  2. Pilih pakaian  yang menyerap keringat tapi potongannya tetap mudah untuk menyusui. Ini cukup penting untuk ibu menyusui tanpa asisten yang malas memompa ASI, hehe.
  3. Pakai jam tangan, untuk menghitung waktu berjalan. Atau, jika menggunakan smart phone, sudah banyak aplikasi olahraga yang bisa menghitung jarak, waktu serta kalori yang terbakar. Hal ini bukan untuk apa-apa, ya, tapi agar bisa terhitung dengan tepat dan olahraga ringan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ingat, untuk mencapai hasil maksimal, minimal berjalan selama 30 menit, ya!
  4. Komitmen dengan diri sendiri. Jadi akhirnya ini merupakan kebiasaan untuk tubuh yang sehat.

Gitu saja, sih, sebetulnya. Mudah, kan? Yuk, kita mulai jalan pagi!

*Gambar dari sini, thumbnail dari sini

Share this story:

Recommended for you:

10 thoughts on “Jalan Pagi, Yuk!

  1. aaahhh… this is what I need this year!!
    Konsisten olah raga dan emang yg paling mudah ya jalan kaki ya :D
    Tapi musim ujan gini pagi-pagi menggoda banget bwat tetep kruntelan di bawah selimut yang hangat >.<

    1. Nah, itu udah ada niat, besok direlisasikan, ya :p

      Dua jam itu hitungan keluar rumah sampe masuk lagi hahaha.. jalan konstannya paling lama 1,5 jam doang. ;) kebetulan gue tinggal di perumahan, jadi jalan pag di dalam komplek hehehe

  2. Salah satu alasan gue lebih memilih naik angkutan umum adalah supaya bisa jalan kaki. Terutama kalau naik Trans Jakarta, pas di halte transit itu kan biasanya lumayan jaraknya, yaaaa….

    Tapi gue nggak bisa jalan pagi, im not a morning person, hahaha…

  3. Selalu! lebih karena Tara selalu melek Byarr jam setengah 5 pagi, sih :D tapi karena kebiasaan itu, kita juga jadi kebawa sehat, pagi – pagi jalan keliling kompleks. Pas jalan pulang, matahari lagi nongol jadi sekalian bisa jemur badan:))

Leave a Reply