Fantastic Little Fox Party

Ulang tahun pertama anak biasanya jadi momen spesial buat orangtuanya. Begitu pula bagi Kania Wiriadidjaja (Nia) dan Gita Wibowo (Gita) yang hari Minggu 7 Oktober 2012 kemarin merayakan ulang tahun anaknya mereka, Keitami Zemiglio Wibowo (Milo) yang pertama. Perayaan diselenggarakan di halaman belakang rumah, sederhana tapi begitu meriah dengan dekorasi tematik yang ditata cantik dan bahkan dibuat sendiri oleh Nia, lho … dibantu oleh adik-adik perempuannya. Nggak mau kalah nenek Milo pun ikut membantu mengatur menu dan kakek Milo menentukan penataan meja makanan.

Saat pertama memasuki ruang pesta kita akan disambut playground dadakan dirumah yang lengkap dengan kolam plastik penuh bola, tenda, balon-balon, dan juga perlengkapan seperti baby chair, car seat dan baby bouncer yang sengaja disediakan oleh tuan rumah untuk para tamu dengan bayi dan balita.

Saat masuk playground dadakan ini mata kita akan langsung tertuju ke meja yang penuh dengan cupcakes, cookies, dan makanan manis lainnya. Dessert table memang selalu berhasil memeriahkan suasana pesta. Dominasi warna hijau dan oranye disesuaikan dengan tema Fantastic Little Fox yang dipilih oleh Nia. Yuk, ngobrol sedikit sama yang punya pesta!

Kenapa milih tema Fantastic Little Fox?

Karena awalnya saya suka sama sesuatu yang berbau woodsy dan rustic terus juga sedikit vintage, terus yang terasa banget ada semua unsur itu sebenernya ada 2, dari film ‘Fantastic Mr.Fox’ dan ‘Where The Wild Things Are’. Dua-duanya kental banget unsur woodland dan rustic. Nah, tapi pas di search si Where The Wild Things Are sudah ada satu yang pernah bikin, walaupun cuma satu, sih, di Google. Keduanya juga punya unsur 2 warna inti yaitu oranye dan hijau. Tapi akhirnya milih Fox karena pengen lebih orisinil jadi nggak terpengaruh sama dekor yang udah ada. Terus juga akhirnya lebih pas karena bisa ganti kata ‘Mr’ jadi ‘Little’ di Fantastic Mr. Fox. Dari mana idenya? Idenya karena senang lihat kerat-kerat kayu di French Market di hari minggu pagi. Kesannya woodsy dan rustic.

Kenapa memilih diselenggarakan di rumah?

Ya, karena lebih irit, hehehe. Terus juga teman-teman lebih deket ke rumah dan kalau pesta buat anak-anak, biasanya suka ada yang tidur dan butuh nursery room, biasanya kalau di restoran atau function hall nggak tersedia. Dan untuk urusan dekorasi jadi lebih mudah karena bisa disiapkan dari hari-hari sebelumnya.

Persiapan apa saja yang dilakukan untuk pesta ini?

Persiapannya, sih, lebih banyak pakai dibayangin sama digambar sketsanya di agenda, hehehe. Karena memang niatnya mau yang serba kayu langsung, deh, cari kayu bekas terus dibantu mama buat kerat kayu sendiri. Sembari lihat gambar sketsa, sambil bikin kerajinan tangannya sendiri, lebih puas dan lebih irit. Kaya wooden letter yang dibalut dengan tali coklat, terus untuk bunting-nya dibuat pake kertas novel bekas yang dijual di morning market seharga 1 dollar terus dibuat segitiga dan dijahit pake pita warna hijau. Lalu pom-pom dari tissue paper sambil lihat tutorial Martha Stewart di Youtube, begitu juga botol-botol bekas dan label untuk goody bag dan menu, didesain malam-malam pas Milo bobo. Untuk goody bag-nya pake brown kraft paper bag aja, yang biasa suka dipakai di supermarket, selain lebih murah daripada kantoug goody bag lain, juga eco-friendly.


Boleh disebutkan aktivitas pestanya apa saja?

Nggak ada aktivitas yang spesifik, sih, karena kebetulan acaranya lebih kepengen gathering sama keluarga dan kumpul-kumpul, jadi hanya sekedar tiup lilin saja. Hanya saja untuk membuat para tamu kecil sibuk saya menyediakan beberapa mainan seperti kolam plastik yang diisi dengan bola, tenda, balon-balon, coloring corner.

Kenapa memutuskan membuat dessert table?

Soalnya lucu, sih, heheheh, terus juga seneng bikinnya ada kepuasan tersendiri. Bisa memaksimalkan barang-barang yang ada di rumah, seperti meja etnik mama yang disulap jadi candy bar, terus kaca besar yang juga bisa dicoret-coret pake spidol. Kalau di restoran belum tentu boleh, hehehe.

Belanja peralatan dessert table di mana saja?

Belanjanya, sih, cuma yang kecil-kecil aja di 2dollarshop, benang, tissue paper untuk buat pom-pom, napkins, wooden board sama wooden cutlery. Lainnya buat sendiri di rumah atau pinjam talenan dan kayu-kayu dari saudara. Kalo jar kebetulan ubek-ubek punya si mama, terus botol-botol, sih, bekas saja, kan, hanya buat dekorasi. Selebihnya dekorasi dan undangan bikin sendiri.

Bagaimana reaksi tamu?

Reaksi tamu … nggak ada yang nyentuh kue atau permen cokelat di candy bar. Jadi harus dipaksa dan dikasih tahu kalau nggak apa-apa, kok, memang dessert table-nya bukan buat dipajang saja.

Atau mungkin ada teman yang memberi kesan?

Tiba-tiba malam  ada yang BBM: ”Maaf, malam-malam ganggu, kalau boleh mau minta CP (contact person) untuk dekorasi kue sama candy bar-nya soalnya keponakan mau ultah minggu depan”. Hehehehehe.

Ada saran dalam menyelenggarakan pesta anak di rumah berdasarkan pengalaman kemarin?

Dari awal tentukan temanya, biar fokus dan nggak kegoda buat gonta-ganti dekor di tengah jalan. Kalau bisa, sih, digambar jadi ada bayangan. Jelek juga nggak apa-apa, yang penting bisa dituang buat memudahkan cari-cari propertinya. Kalau tema sudah, tentukan maksimal 2 warna buat dekorasi, kemudian atur budget. Nah, kalau saya, sih, pakai asas barang bekas atau pinjem saja, jadi kalau bisa nggak beli apa-apa sama sekali. Ya, kecuali yang kecil-kecil kaya sedotan, napkins, atau sendok.

Wah, menarik sekali, ya, ternyata merayakan ulang tahun di rumah memiliki beberapa keuntungan dan kenyamanan ekstra dibanding di tempat umum, selain kita jadi lebih bisa mengatur budget, waktunya juga lebih leluasa.

Terima kasih kiatnyanya Nia dan selamat ulang tahun, Milo the cute little fox!!


10 Comments - Write a Comment

Post Comment