Menjaga Kebersihan Rumah

Saya mungkin bukan ibu rumah tangga yang baik, tapi urusan bebenah rumah, agak sedikit perfeksionis. Terutama yang berhubungan dengan kebersihan dan debu. Kebetulan, kulit saya termasuk yang mudah digigit serangga. Entah kenapa, suka sering saja tiba-tiba muncul bentol atau gatal-gatal kalau seprai, sofa, karpet lewat waktunya untuk diganti.

Nah, ini yang rutin saya lakukan:

  • Menjemur bantal sofa

Ini, sih, dilakukan setiap hari. Memang cara ini cukup ‘kuno’, tapi saya masih percaya bahwa sinar ultraviolet mampu membunuh segala jenis kuman.

  • Mengganti lap dapur/taplak meja makan

Lap dapur yang lembap menjadi sarang yang menyenangkan bagi kuman dan bakteri. Tahu nggak, berdasarkan penelitian, yang dilakukan pada 1997 oleh Enriquez di Amerika, ada 23 jenis bakteri pada 140 spons dan  13 jenis bakteri 56 lap piring. Adapun jenis bakteri  yang tersering ditemukan:

  • Enterobacteriacae (Salmonella sp): 15% spons dan 14% lap piring
  • Pseudomonas spp.: 36% spons dan 31% lap piring
  • Staphylococcus aureus: 20% of spons dan 19% lap piring.

Saya mengganti taplak meja makan minimal seminggu sekali dan lap dapur setiap hari. Sementara spons pencuci piring minimal 2 minggu sekali. Bagaimana dengan Mommies?

  • Membersihkan karpet atau alas bermain anak

Pasti masih banyak, kan, Mommies yang menggunakan karpet di rumah? Karpet sering menjadi tempat aktivitas sehari-hari, nonton TV, bermain dengan si kecil atau bagi beberapa keluarga, makan bersama lesehan di karpet lebih menyenangkan!

Karpet juga menjadi lokasi favorit debu dan kuman bersembunyi. Menurut Dokter Siti Nany dari Ikatan Dokter Indonesia, terdapat 190 bakteri/ inci persegi dalam changing mat anak dan 345 bakteri/inci persegi pada mainan anak. Makanya, harus sering-sering dibersihkan. Minimal seminggu sekali, itu wajib!

  • Mengganti seprai

Saya paliiing suka tidur di atas sprei yang baru diganti. Siapa yang setuju? Rasanya, tuh, tidur lebih lelap dan ‘bersih’. Saya mengganti seprai setiap 3-4 hari sekali.

Tapi, ya, kadang-kadang, nih, seprai yang pencuciannya kurang bersih atau keringnya nggak maksimal, baunya jadi nggak enak. Nah, untuk mengatasi ini, saya biasanya menambahkan pewangi atau pelembut pakaian. Idola saya saat ini adalah Downy. Apalagi baru-baru ini ada Downy Anti Bacteria, selain mengharumkan pakaian, Downy Anti Bacteria juga mampu mengontrol kuman dan bakteri. Jadi saya nggak harus buru-buru mengganti seprai, deh. Haha.

  • Mengganti handuk

Fungsi utama mandi adalah untuk menyegarkan dan membersihkan tubuh dari keringat serta kuman dan bakteri yang nempel setelah seharian bekerja. Tapi kalau sudah bersih, kemudian handuknya kotor, lembap dan bau tak sedap, juga nggak enak, kan?

Nah, lagi-lagi saya diselamatkan oleh Downy Anti Bacteria. Selain membuat handuk saya bersih dan harum, Downy Anti Bacteria mengandung bahan yang dapat menghilangkan kuman yang dapat menimbulkan bau tak sedap pada pakaian atau handuk, sehingga pakaian dan handuk dapat terjaga kesegarannya, bahkan ketika berkeringat. Downy Anti Bacteria telah terbukti dapat mencegah berkembangnya kuman dan bakteri sebanyak 99,9% sesuai aturan pakai pada kemasan.

Downy Anti Bacteria juga dapat membuat pakaian dan handuk tetap wangi dengan aroma fruity floral bahkan ketika pakaian dijemur di dalam ruangan pada saat musim hujan. Berdasarkan penelitian, pakaian yang telah direndam menggunakan Downy Anti Bacteria, dapat terjaga kesegarannya bahkan 7 hari setelah dicuci.

Hayo, kapan terakhir Mommies mengganti handuk? Idealnya handuk diganti minimal seminggu sekali. Itu juga dengan catatan, setelah dipakai, handuk harus dijemur di bawah sinar matahari, agar kuman terbunuh oleh sinar ultraviolet. Handuk yang diletakkan di  dalam kamar mandi atau ruangan, menjadi lokasi favorit bakteri untuk berkembang biak, lho!

Ini ada beberapa fakta mengenai jumlah bakteri di dalam toilet, cukup mengejutkan!

  1. WC: 3.2 juta bakteri/inci persegi
  2. Bathtub: 119,468 bakteri/inci persegi
  3. Lantai kamar mandi: 764 bakteri/inci persegi
  4. Toilet seat: 295 bakteri/inci persegi
  5. Handle pintu kamar mandi: 121 bakteri/inci persegi
  6. Toilet flush: 83 bakteri/inci persegi
  • Ganti tirai jendela

Rumah dengan jendela yang besar membuat sirkulasi udara dalam rumah lebih segar. Tapi, ingat nggak, berapa kali, sih, seharusnya mengganti gorden? Sebagai ‘pintu’nya udara, jendela tentu menjadi gerbang lalu lintas angin masuk dan keluar yang tentunya dibarengi dengan debu.

Tirai atau gorden sebaiknya dibersihkan seminggu sekali untuk kebersihan yang maksimal. Cara membersihkannya bisa dengan dicuci atau dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner saja. Tapi kalau saya, gorden harus dicuci, walaupun durasinya belum seminggu sekali, sih, haha .…

Dengan melakukan ini, semua spot di rumah saya menjadi lebih bersih. Saya pun lebih nyaman melakukan aktivitas di berbagai area rumah.

Nah, share ruangan favorit di rumah Mommies, yuk, di fanpage-nya Downy. Sedang ada photo competition di sana. Hadiahnya menggiurkan, lho! Ada Galaxy Tab, Digital Camera, Blackberry atau voucher belanja. Sudah ikutan? Saya sudah, lho :)

*Penulis mendapatkan kompensasi dari Downy


6 Comments - Write a Comment

  1. Dan yang paling penting pergantian udara musti diperhatikan, dengan cara membuka jendela dan pintu dipagi hari. Serta memberikan kesempatan kepada sinar matahari untuk masuk kedalam rumah. Sehingga udara di dalam rumah terasa segar.

Post Comment