Happy Mommies: Cerminan Ibu Bahagia (?)

“ …. lalu sang Pangeran mencium sang Putri, dan mereka hidup berbahagia selama-lamanya.”

Begitu biasanya akhir dari kisah-kisah yang kita baca sewaktu kita kecil. Namun sebetulnya perempuan, khususnya yang sudah menikah atau bahkan sudah mempunyai anak, tahu betul bahwa menemukan pasangan hidup bukanlah akhir, namun awal. Awal dari kehidupan dan beribu pengalaman-pengalaman baru, salah satunya pengalaman menjadi seorang ibu.

Waktu saya membaca judul buku “Happy Mommies”, saya berpikir bahwa buku ini akan berisi cerita-cerita tentang ibu-ibu yang happy-happy aja. Namun waktu saya mulai membaca lembar demi lembar, ternyata sebagian besar cerita di buku ini sangat mengena dengan pengalaman saya sendiri hehe. Memang menjadi ibu itu adalah salah satu pengalaman terbaik dan paling membahagiakan dalam hidup saya tapi bukan berarti jalannya happy-happy terus :D Banyak “surprise” yang muncul dari mulai saya hamil sampai dengan sekarang membesarkan seorang anak.

Di buku yang berisi kumpulan cerita pendek ini, nampaknya Turike, si pengarang, bertutur berdasar dari pengalamannya sendiri sebagai seorang ibu. Meskipun cerita-ceritanya semua fiktif, namun kejadian yang dialami para tokoh-tokohnya sangat realistis. Dari mulai kesulitan tidur, mual, sering buang air kecil saat hamil sampai dengan menghadapi bullying dari ibu lain, kesulitan belajar menyusui hingga menghadapi suami yang cuek :D Bisa dibilang cerita-cerita di buku ini adalah masalah-masalah umum yang sering dihadapi oleh wanita hamil dan memiliki bayi baru. Di akhir setiap cerita, Turike menuliskan kiat pribadi tentang bagaimana mengatasi masalah seperti yang dialami oleh tokoh dalam cerita tersebut.

Buku ini membangkitkan beraneka kenangan di benak saya. Sebagian membuat saya tersenyum-senyum (padahal dulu saat mengalami nampaknya tidak lucu sama sekali, hehe..), sebagian membuat saya ikut jengkel, dan sebagian lagi membuat saya bersyukur.

Menjadi ibu memang tidak mudah, namun buku ini bisa menjadi penghibur bahwa kita tidak sendirian. Apa pun yang kita alami, juga dialami oleh ibu-ibu di luar sana. Menurut saya, wanita baik yang belum atau sudah menikah akan bisa menikmati buku ini.

*Gambar dari sini


9 Comments - Write a Comment

Post Comment