Pendidikan Seks Untuk Anak – Pesat 13 Jakarta

Sepertinya sudah tak terhitung berita kekerasan seksual pada anak yang sering kita baca. Rata-rata pelakunya adalah orang yang dekat dengan keseharian anak. Seram sekali, ya. Belum lagi groginya kita sebagai orangtua menjelaskan pada anak  perihal urusan seks. Nah, salah satu sesi PESAT 13 Jakarta mengangkat soal pendidikan seks untuk anak. Kami akan share poin-poin yang disampaikan pada sesi tersebut, ya. Salah satu yang harus kita ingat saat membahas mengenai seks dengan anak adalah jelaskan sesuai porsi usia anak dan pastikan penjelasan itu kita sampaikan dengan bahasa sederhana yang bisa dipahami oleh anak.

Pendidikan seks = Proses Pendewasaan Tentang Anatomi dan Fungsi Kelamin

-Mengapa ada laki-laki dan perempuan?

Mommies bisa jelaskan bahwa dalam proses pembuahan (penentuan jenis kelamin bayi) itu seperti undian, sifatnya acak. Mommies bisa juga menceritakan singkat bahwa perlu ada lak-laki dan perempuan agar terjadi proses kelahiran.

-Kenapa, sih, laki dan perempuan itu beda?

Ceritakan bahwa masing-masing punya fungsi berbeda. Perbedaan tersebut dimaksudkan untuk saling mendukung, bukan menjadi lawan.

-Mengapa kelamin tidak boleh disentuh sembarang orang?

Mommies bisa cerita kalau kelamin adalah milik pribadi, seperti mainan kesayangan yang biasanya pantang anak pinjamkan kepada orang lain.

-Mengapa anak tertarik bermain kelamin?

a. Berkaitan dengan kesiapan organ tubuh yang diperlukan untuk mendukung proses tumbuh kembang

b. Berkaitan dengan dorongan alamiah untuk mendapatkan kenyamanan emosional

-Kapan waktu yang tepat mengenalkan konsep malu agar anak terbiasa menutupi kelamin?

Hal ini berkaitan dengan rutinitas yang menjadi kebiasaan. Siapa di sini yang membiasakan anaknya buka/ganti baju di luar ruang? Jangan dibiasakan, ya, Mommies. Sejak dini, anak harus tahu konsep malu ini, jadi mereka akan lebih mudah terbiasa.

Pendidikan Seks Pada Anak

-Pendidikan seks adalah proses pembentukan/perubahan sikap untuk menjadi dewasa dalam memahami seks dengan cara belajar dan berlatih.

-Pendidikan seks adalah sesuatu yang alamiah, sebaiknya diberlakukan sebagai aktivitas hidup keseharian, bukan sebagai hal yang tabu.

-Pendidikan seks sebaiknya dilakukan dalam ruang privat, sebagai aktivitas personal supaya isu seks tidak jadi tema murahan dalam konteks canda.

-Pendidikan seks yang dilakukan di ruang publik berpotensi menyesatkan, karena anak yang malu akan enggan bertanya/terlibat secara terbuka.

-Pendidikan seks akan mencapai tujuan kalau hubungan orangtua-anak terjalin harmonis sehingga prosesnya terasa nyaman.

-Pendidikan seks bukan supaya anak terhindar dari aktivitas seks di usia dini, tapi supaya anak paham fungsi kelamin dan pemanfaatannya.

Nah, bagaimana Mommies? Saya setuju sekali dengan poin-poin di atas. Pendidikan seks bukanlah sesuatu yang tabu, kitalah yang tidak terbiasa membahasnya secara gamblang. Biasanya kita sudah grogi duluan saat harus menjelaskan seputar kelamin dan seks pada anak. Seperti yang saya bilang dalam artikel Hanya Organ Tubuh Biasa, Kok, orang dewasalah yang butuh pembiasaan soal membahas kelamin dan seks. Dan dengan harmonisnya hubungan orangtua-anak, saya percaya obrolan mengenai seks akan lebih mudah dilakukan. Ingat, semua sesuai porsi usia anak, ya :)

 


10 Comments - Write a Comment

Post Comment