Trik Memiliki Rumah Yang Sejuk

Dari dulu saya selalu bermimpi punya rumah kecil di kaki gunung atau perbukitan dengan halaman luas dan di belakangnya ada sungai mengalir atau syukur-syukur ada air terjun. Ya, saya tahu, cita-citanya semacam ketinggian, hehehe ….

*Rumah ini definitely penggambaran dream house saya *ngacai*. Gambar dari sini

Ini semua karena waktu kecil, rumah pertama yang papa saya beli untuk keluarga kami, deskripsinya mirip dengan paragraf di atas. Minus di kaki gunung dan air terjun, tentunya. Tapi plusnya kami punya halaman luas yang ada pohon rambutan, mangga, durian, bahkan jagung, singkong dan pare! Hal ini membuat rumah kami adem sekali, tanpa butuh pendingin ruangan (lagian itu sekitar 25 tahun yang lalu, sepertinya Jakarta belum sepanas sekarang, ya).

Nah, sekarang saatnya saya menghadapi dunia nyata. Rumah saya terletak di kompleks perumahan daerah Bekasi (jauh dari bayangan adem, kan, begitu tahu letaknya dimana, hihi), kami nggak ada halaman yang luas sehingga keademan yang seharusnya dari pohon-pohon rindang juga nggak ada. Mengakali hal tersebut, maka ini beberapa hal yang kami akali supaya rumah mungil kami tetap adem:

  • Langit-langit yang tinggi, sehingga memberikan pergerakan udara yang lebih luas, sehingga udara panas tidak mengendap di dalam rumah. Kebetulan rumah yang kami tempati, kami membelinya sebagai tangan kedua. Pemilik sebelumnya sudah menerapkan langit-langit tinggi di rumah ini. Pssst, ini salah satu alasan kami jatuh cinta pada rumah ini, lho!
  • Banyak jendela, bukaan atau lubang ventilasi. Rumah kami memang tidak memiliki halaman belakang, atau samping, tapi memiliki cukup banyak jendela dan ventilasi yang selain untuk sirkulasi udara, juga membantu pencahayaan di dalam rumah.
  • Meletakkan tempat tidur dekat jendela. Kalau tidur siang atau di hari-hari yang berangin dan hujan, kami jarang menyalakan pendingin ruangan. Kebetulan kamar saya terletak di lantai 2 dan ada balkon kecil, jadi kami tinggal buka jendela dan pintu balkon lebar-lebar, angin pun masuk dengan leluasa
  • Memakai pendingin ruangan pun nggak bisa dihindari. Cukup banyak yang dijadikan pertimbangan untuk memilih pendingin ruangan, lengkapnya sudah pernah saya tulis di artikel Memilih Pendingin Ruangan. Panasonic menjadi pilihan kami, karena ragam fiturnya cukup lengkap dan sesuai dengan kebutuhan. Apalagi dengan teknologi inverter yang bisa juga menghemat penggunaan listrik dan pastinya irit pas bayar listrik doong! Dan memang kami adalah pengguna Panasonic sejak dulu, terkenal awet dan cukup tahan lama.

Itu trik saya, bagaimana dengan Mommies?


25 Comments - Write a Comment

  1. Sini Lit pindah ke Banyumanik-Semarang :D adem pol, meski siang bentet nggak pake AC… Nama pun di atas bukit :p
    Stelah pindah ke sini, gw baru ngeh kalo rumah yang posisinya di hook itu sangat nguntungin dari segi sirkulasi udara bok… Angin sepoi nerjang dari depan, samping, belakang… Bikin kriyep-kriyep…
    Padahal dulu pas beli rumah di Cilegon, pilih hook cuma biar ada ekstra tanah di samping… Tapi ternyata bisa buat sirkulasi udara lebih bagus juga :)
    Jadi ya, skarang kalo pilih rumah, selamanya gw akan utamain cari yang di hook *jaaaahhh, macem duit tumpah dari langit aja mau beli rumah mlulu*

Post Comment