Saatnya Mencintai Bumi!

Bicara tentang Hari Bumi … wah, saya senang sekali. Coba lihat nama anak saya saja, Langit Kilau Pelangi, kurang menggambarkan keindahan bumi apa lagi, coba? Hehe.

Mengenalkan Langit pada bumi, sudah kami lakukan sejak ia kecil. Waktu usia 1 tahun, Langit kami ajak road trip Jakarta- Bengkulu, sepanjang jalan kami banyak berhenti untuk sekedar menikmati udara perbukitan atau makan siang di pinggir pantai. Pas usia 2 tahun, Langit kami ajak camping di Gunung Bunder, Bogor. Main di pantai, mengejar ombak, guling-gulingan di pasir, main bola dalam hutan, mandi di sungai, seru pokoknya!

Sudah pada tahu, kan, kalau kehidupan kita ini memang tergantung sama bumi. Makan, tempat tinggal, air, bahan bakar, semuanya, deh! Nah, sudah tahu begini, berarti sudah seharusnya kita mencintai bumi yang cuma ada satu ini, kan?

Deforestation, penebangan hutan yang tidak bertanggungjawab bisa berdampak pada banyak hal. Banjir, badai, pemanasan global hanyalah sedikit dari banyak akibat. Contohnya, Indonesia yang merupakan negara dengan pulau terbanyak di dunia, saat ini sudah kehilangan 24 pulau, bahkan sebuah data mengatakan bahwa pada tahun 2030 (18 tahun lagi, lho, sebentar lagi, kan?) Indonesa terancam akan kehilangan 2000 pulaunya!

Bagi mereka yang tinggal di Jakarta atau kota besar mungkin nggak aware dengan perubahan ini, ya. Tapi coba, pembangunan gedung atau mal dimana-mana yang tidak sesuai AMDAL (Analisis Mengenai Dapak Lingkungan) selain menyebabkan tata kota yang nggak indah, juga menyebabkan banjir, lho! Data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta mengatakan, penurunan muka tanah (land subsidence) dari periode 1982-1997 mencapai 20 cm dalam waktu 15 tahun. Periode 1997-2007 mencapai 18-26 cm dalam waktu 10 tahun. Seram, nggak?

Nah, nggak mau, kan, negara kita yang indah ini menjadi lahan kosong yang kering? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, misalnya:

  • Menghemat penggunaan kertas. Anak saya lagi senang banget menulis dan menggambar, untuk penghematan, daripada dibelikan buku terus, saya menggunakan kertas bekas yang sisi belakangnya masih kosong.
  • Penggunaan popok. Banyak yang bilang menggunakan popok kain lebih hemat dan ramah lingkungan dibandingkan popok sekali pakai (pospak). Tapi hal ini kami kembalikan lagi ke Mommies, mau pakai yang mana. Karena toh popok kain juga harus dicuci pakai air dan deterjen segala macam, ya :)
  • Hemat listrik. Matikan alat-alat listrik saat sedang tidak digunakan, cabut kabel dari stopkontak, dan banyak lagi. Lengkapnya pernah kami tulis di artikel Hemat Energi di Rumah, Yuk!
  • Batasi belanja bulanan hanya 1 kali dalam sebulan, atau maksimal 2 kali. Selain bisa menghindari dari membeli hal-hal yang tidak perlu, juga menghemat bahan bakar untuk perjalanan ke lokasi belanja. Belanja di pasar atau tukang sayur keliling juga bermanfaat, lho! Selain hemat bahan bakar seperti disebutkan di atas, juga sekaligus memberdayakan pedagang kecil.
  • Mencontohkan pada anak bahwa kita juga cinta lingkungan, seperti yang ditulis di artikel Mengajak Anak Bersahabat Dengan Alam.

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita lakukan di rumah, Mommies! Jika kita ingin bumi dan segala isinya tetap terjaga sampai anak cucu kita dewasa nanti, maka kita harus memulainya dari sekarang. Kalau Mommies kiatnya apa saja, sih? Share dong!

Selamat Hari Bumi 2012!

 


11 Comments - Write a Comment

  1. aaaa dulu nyiapin nama, klo laki-laki ‘Nakacara Bumi Mardani’ hihiiii.. saking cintanya sama bumi. Anyway, sama kayak yang elo tulis, Lit.. sayang bumi dengan buang sampah pada tempatnya, matiin listrik kalo gak dipake, pake pospak kalo pergi doang :D lagian kalo kata Manic Street Preachers “if you tolerate this then your childresn will be next” yuk, sayangi bumi!

  2. Nenglita, idenya keren, uda ngenalin bumi ke anak dari mereka kecil. iya bener, kalo bukan mulai dari kita, siapa lagi… kesian buminya, makin lama makin rusak. Awalnya dianggap sepele, tapi kalau ada 1000 orang yang nganggap itu sepele, kan ga jadi sepele lagi :(

    misalnya, soal buang sampah sembarangan, 1 orang mikir, ah gapapa cuma 1 tissue, tapi kalo 1000 orang mikir gt, udah 1000 tissue yang dibuang sembarangan

  3. Aku suka sama tema tulisan ini Kak Lita, soalnya aku sekeluarga suka banget sama alam.
    Kalo di keluarga aku sendiri, cara mencintai bumi yaaa dengan cara nanam pohon sebanyak2nya, jadi rumah tuh penuh pepohonan, kadang sampe di dalem rumah, pake tanaman hias juga.
    Nanam pohonnya pun kadang ngelibatin keponakan2 aku, biar mereka cinta sama tanaman juga sejak kecil :)

  4. Idem banget deh. Nadira belajar gambar pun pake kalender bekas, kertas2 bekas (suka saya bawain dari kantor hihihi..) dsb. Nonton TV juga sehari max 3 jam-an lah (lagi mulai program minggu kemarin).

    Yang ribet bapaknya nih. Kalo di rumah, TV kudu nyala karena kalo nggak dia pasti bilang “Koq sepi banget sih? Nyalain TV dong.” Trus Kalo ada kertas bekas main dibuang-buangin aja. Padahal itu kan sengaja buat Nadira T__T

Post Comment