Pengalaman Tania ke Dokter Gigi

Akhirnya setelah sekian lama saya berniat mengajak Tania memeriksakan kesehatan giginya tercapai juga, kemarin saya mengajak Tania untuk memeriksakan giginya ke Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic di daerah Puri Kembangan.

Berbekal voucher murah dari dealkeren senilai 20ribu (normalnya 200ribu) untuk mendapatkan paket perawatan gigi meliputi : konsultasi diikuti pemeriksaan gigi anak, pemeriksaan gigi secara menyeluruh (dental checkup) dengan kamera intra oral, pembersihan gigi dan terakhir mendapatkan dental report-nya.

Kesan pertama memasuki klinik ini bagus dan bersih, lalu disambut sama resepsionisnya yang ramah, saya mengisi data dahulu karena ini kunjungan pertama kami. Saat saya mengisi data, Tania pun sibuk bermain dengan mainan yang disediakan di area ruang tunggunya yang nyaman tapi sayangnya ruang itu tidak terlalu luas sehingga tidak bisa menampung banyak orang .

Selesai mengisi data, kami menunggu antrian kurang lebih 15 menit karena memang sebelumnya kami sudah reservasi dan sudah diatur jadwalnya agar tidak terlalu lama menunggu, tapi karena kami datang lebih cepat jadi nunggunya lebih lama sedikit.

Sebelum masuk ke ruangan periksa, Tania diajak sama perawatnya untuk memilih film yang mau dia tonton di ruang periksa nanti. Saat masuk ke ruangan periksa, kami disambut sama Dokter Olivia yang ramah banget dengan mengajak Tania ngobrol, mungkin maksudnya untuk mengurangi rasa takut si anak dan ruangan periksanya didesain khusus buat anak-anak, bagus dan lucu.

 

Gambar diambil dari sini

Tania diminta duduk di kursi khusus pemeriksaan gigi sambil menonton DVD yang tadi dipilihnya, lalu mulai, deh, diperiksa dan ternyata Tania tidak takut sama sekali. Dia kooperatif banget saat diperiksa sama dokternya. Memang dokternya tidak berhenti untuk berinteraksi dengan Tania, bahkan saat periksa gigi dengan kamera pun dokternya mengajak Tania untuk menghitung jumlah giginya dalam bahasa Inggris.

Dari hasil dental chekup-nya, terlihat jelas pada layar TV ketika kamera oral nya memeriksa gigi Tania satu per satu. Pada kedua gigi bawah belakang ada sedikit lubang tapi menurut dokter tidak perlu ditambal, hanya perlu dijaga ekstra kebersihannya dengan  rajin menyikat gigi terutama setelah minum susu dan mengonsumsi makanan yang manis.

Setelah selesai dental checkup, Tania diminta untuk memilih rasa odol yang diinginkan karena giginya akan dibersihkan dengan alat seperti sikat gigi, selagi giginya dibersihkan Tania malah asyik menonton film lagi dan saya pun sibuk konsultasi sama dokternya.

Sebelum pulang dokter memberikan dental report hasil pemeriksaan tadi dan Tania pun diajak dokternya untuk memilih berbagai macam hadiah menarik seperti alat tulis, sticker dsb sebagai reward agar anak tidak takut untuk pergi ke dokter gigi. Kali ini Tania pun memilih sticker Barney, dia senang sekali … terlihat dari wajahnya bahwa dia tidak takut ataupun trauma untuk pergi ke dokter gigi.

Secara keseluruhan saya puas sekali dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan klinik ini dan saya tidak ragu untuk kembali lagi ke sini untuk memeriksakan gigiTania 6 bulan ke depan.

Kiat untuk mengajak anak ke dokter gigi untuk pertama kali:

  • Informasikan anak jauh-jauh hari sebelum kunjungannya, ceritakan bahwa nanti si anak akan diberikan perawatan gigi dan tidak perlu takut sakit
  • Usahakan mencari klinik yang ramah sama anak, baik situasi klikniknya  maupun dokternya
  • Kalau bisa pilih dokter gigi yang spesialis Anak ( SpKGA) karena biasanya dokter ini lebih memahami penanganan dan kesehatan gigi anak. Dokter spesialis anak ini juga pasti lebih terbiasa dengan anak-anak sehingga lebih sabar dan tahu trik untuk menghadapi si kecil.
  • Bikin janji sebelumnya, agar anak tidak menunggu lama sehingga mood-nya selalu dalam keadaan baik. Jika bosan maka anak akan keburu rewel sebelum mulai diperiksa.
  • Persiapkan anak sebelum berangkat, misalnya sudah cukup tidur dan makannya sehingga anak tidak cranky.

 

 


15 Comments - Write a Comment

  1. @wieny
    gw aja sekarang percaya.. klo spesialis anak itu emang khusus anak, klo yg umum kurang telaten dan kurang bisa ngadepin anak2.. kecuali yg emang rada sabar ya..

    @maylav
    anak umur 2 tahun bisa kok diajak ke dokter gigi.. lebih cepat lebih bagus.. cuma ya itu.. kita kudu memperhatikan mood nya dan kasih tau pelan2..

  2. @manda
    bukan lo doang kok yg merasa dokter gigi itu momok.. gw juga gituh dan akibatnya fatal banyak gigi bolong yg gw takut buat nambal trus sering ngerasain yg namanya sakit gigi.. sampe pada akhirnya gw ketemu dokter gigi yg baik hati..dia udh kya bapak buat gw.. sabarr dan baik banget.. gw cuma mau sama dia…dan dirapihin deh tuh semua masalah gigi gw sama dia..

    nah karena pengalaman itu, makanya gw pengen biasain tania kenalan sama drg biar dia ngga takut..biar ga kaya emaknya yg cemen inih :(

Post Comment