Story Telling with Book or Read Aloud

Sabtu, 12 November 2011, saya menghadiri seminar tentang story telling yang terinspirasi dari buku Read Aloud Handbook karya Jim Trealese. Pembicara seminar ini adalah Ariyo Zidniy, salah satu pendongeng muda di Indonesia dan pendiri Reading Bugs Indonesia.  Acaranya sendiri dimulai dari pukul  10.30–12. 30 siang. Saya tertarik mengikuti seminar ini karena saya senang membacakan buku untuk Nara dan Nara pun senang mendengarkan saya atau papanya bercerita. Materi yg disampaikan cukup menarik. Berikut rangkumannya:

Story Telling => intinya adalah komunikasi, setiap orang yang bisa berkomunikasi ‘bisa’ mendongeng.

Tujuan story telling adalah untuk membangun imajinative learning yaitu mengajarkan anak untuk berimajinasi.

Elemen–elemen penting dalam story telling : menggunakan perasaan, cinta, dan kejujuran dalam bercerita.

Bagaimana mempersiapkan diri untuk bercerita :

  1. Suara
  2. Ekspresi
  3. Gestur
  4. Alat bantu, seperti hand puppet, buku, finger puppet
  5. Kemampuan lainnya, seperti meniru suara

Banyak keuntungan yg didapat dari Story telling with book or read aloud :

  1. Adanya intimacy antara orang tua dan anak
  2. Salah satu bentuk aktivitas sederhana antara anak dan orang tua
  3. Dengan membaca yang baik maka orang tua dan anak akan mengerti bahwa membaca adalah jantung pendidikan.

Beberapa hal yang ditekankan dalam storty telling with book :

  1. Human being are pleasure – centered
  2. Membaca itu skill bukan bakat
  3. Tahapan anak saat dibacakan dongeng: mendengarkan kosakata – berbicara dan menambah kosakata dan kemampuan bicara – belajar mengenal huruf dan membaca – belajar menulis

Sebelum membacakan cerita :

  1. Pilih cerita yang bagus dan menarik
  2. Baca terlebih dahulu cerita tersebut agar kita paham
  3. Rencanakan aktivitas yang akan dilakukan setelah membaca untuk memperdalam pemahaman dari cerita. contoh: membaca cerita tentang bermacam binatang setelahnya bisa diajak ke kebun binatang.

Memulai membacakan cerita:

  1. Sebutkan judul cerita
  2. Sebutkan penulis
  3. Sebutkan pengilustrasi

Tujuannya adalah agar anak mengenal bahwa buku itu dibuat melalui proses.

Ketika bercerita :

  1. Think aloud
  2. Beri komentar
  3. be a star’: jadilah pusat perhatian anak saat membacakan cerita

Setelah bercerita :

  1. Diskusikan dengan anak isi cerita
  2. Biarkan anak bermain dengan bukunya
  3. Beri kesempatan anak untuk merealisasikan bacaan tersebut.

Salah satu kutipan dari seminar ini yang saya suka yaitu, “Membacakan cerita membuat hidup lebih lama” dan salah satu pesannya yaitu 20 menit sehari bacakan cerita untuk masa depan anak. Jadi, mommies … yuk, kita bacakan cerita untuk anak kita.

 


16 Comments - Write a Comment

Post Comment