Mengasuh dan Mendidik Anak: Kerja Tim Orangtua

Sejak awal menikah dan mulai berdiskusi soal pola asuh anak, Febri (suami saya) sudah menyampaikan prinsipnya: ingin terlibat penuh dalam pengasuhan anak. Dalam kehidupan kami, yang perannya paling besar memang ibu. Bukan lantas hal itu buruk, ya, tapi berdasarkan pengalaman pribadi, peran ayah tidak kalah penting dalam mengasuh dan mendidik anak. Saya lega … karena paling tidak di pos pertama, kami sudah sepakat.

Sebenarnya sepenting apa, sih, peran ayah dalam mengasuh dan mendidik anak? Ibu dan ayah berinteraksi dengan anak dengan cara yang unik dan berbeda. Perannya tidak sama atau bisa ditukar, masing-masing memberikan kontribusi sendiri dalam mengasuh dan mendidik anak.  Ayah bisa melakukan banyak hal yang mungkin terlewatkan atau tidak bisa dilakukan maksimal oleh ibu. Bermain contohnya. Biasanya para ibu akan langsung terlibat dalam permainan dengan anak, sementara para ayah kebanyakan akan mengambil peran sebagai pemimpin. Bermain dengan ayah bisa mengajarkan anak mengenai kerja sama tim, menstimulasi anak untuk bereksperimen, berkompetisi, dan menantang kemampuan anak. Nah, anak membutuhkan kedua jenis interaksi dalam bermain: mengarahkan seseorang dan pengasahan kemampuan.

Hal kedua yang kami sepakati adalah apa pun gaya asuh kami … “keluarnya” harus sama. Jangan sampai ada perbedaan antara ayah dan ibu karena anak akan kebingungan. Malah dalam beberapa kasus, anak bisa memanfaatkan celah yang terbentuk karena perbedaan tersebut, misalnya: ibu bad cop, ayah good cop. Minta es krim sebelum makan, lari ke ayah yang sudah pasti memperbolehkan karena pusing mendengar anak merengek. Kemudian, hal selanjutnya yang masuk ke dalam daftar kesepakatan adalah bagaimana kami berinteraksi dengan anak-anak. Kami tidak ingin memperlakukan mereka (terlalu) seperti anak-anak. Kadang tanpa kita sadari, kita sering meremehkan kemampuan anak, lho. Kita malas menjelaskan sesuatu, misalnya, karena berpikir anak masih belum mengerti. Padahal mungkin saja pendekatan kita dalam menjelaskan yang salah.

Kami juga sering berdiskusi soal artikel pengasuhan anak. Bukan untuk diterapkan bulat-bulat tetapi untuk dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan keluarga kami. Ya, ini juga seringkali terjadi, moms … menerapkan apa yang dilakukan keluarga lain tanpa melihat kebiasaan dan kebutuhan keluarga kita. Sebenarnya masih banyak poin sepakat kami tetapi akan terlalu panjang (dan membosankan) jika dijabarkan semua di sini. Satu hal yang harus kita ingat, peran ayah dalam mendidik anak sangatlah penting dalam membentuk kemampuan sosial, emosional, dan intelektual anak. Peran ayah tidak bisa dibandingkan dengan ibu, ayah juga tidak bisa dianggap sebagai “asisten ibu”. Jadi … mari dukung suami untuk benar-benar menjadi ayah, seorang pendidik andal demi masa depan anak.