Fakta dan Mitos Seputar Mempercepat Proses Kelahiran

Salah satu sisi positif punya ibu seorang dokter adalah tahu mana yang mitos dan mana yang benar soal makanan saat hamil dan menunggu persalinan. Si mama hanya berpesan supaya saya mengonsumsi makanan sehat, tidak usah ngoyo yang penting lebih sehat dari makanan yang biasa dikonsumsi. Untuk persalinan, beliau cuma bilang jangan lupa isi perut sebelum kontraksi datang dan merusak selera makan. Alasannya sederhana: supaya ada tenaga mendorong. Sisanya? Pasrah dan ikhlas kapan si bayi akan lahir. LOL. Lalu makanan apa saja sih yang termasuk mitos dalam melancarkan persalinan?

Mitos:
Minum rendaman rumput Fatimah bisa merangsang kontraksi.
Fakta:
Rumput Fatimah (Labisia pumila) dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu munculnya kontraksi. Hanya saja takaran pastinya belum pernah diteliti secara klinis. Banyak rumah sakit dan rumah bersalin memasang pengumuman agar pasien tidak mengonsumsi air rendaman rumput Fatimah untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Rumput Fatimah memang bisa memicu kontraksi tapi justru berbahaya , apalagi kalau belum ada pembukaan sama sekali, bisa-bisa malah perdarahan.

Mitos:
Mengonsumsi makanan pedas saat hamil tua akan mempercepat proses persalinan. [jadi ingat Rachel Green di serial Friends, hihi]

Fakta:
Mengonsumsi makanan pedas justru bisa memicu diare. Beberapa bahan makanan pedas seperti paprika dan cabai mengandung capsasin yang kontraproduktif terhadap hormon endorfin yang dilepas saat ibu akan mengalami persalinan. Yup¸proses persalinan akan terasa lebih sakit karena capsasin mengalahkan khasiat endorfin. Memang sih makanan pedas tidak termasuk daftar pantangan ibu hamil tapi ada baiknya hal ini diperhatikan. Jaga diri dari makanan yang berpotensi menyebabkan diare dan dehidrasi seperti makanan yang kurang matang. Salah satu bakteri yang berkembang biak dalam makanan kurang matang adalah listeria, terinfeksi listeriosis bisa menyebabkan keguguran, kelahiran dini, dan infeksi pada bayi yang baru lahir.

Mitos:
Castor oil atau minyak jarak dapat mempermudah persalinan.
Fakta:

Minyak jarak adalah pencahar. Diyakini bisa merangsang usus. Hal ini bisa menyebabkan kram dan pengencangan otot organ pencernaan yang kemudian akan menyebar ke rahim lalu merangsang kontraksi. Tapi … belum tentu kontraksi tersebut berujung pada proses persalinan. Jadi, keefektifannya masih dipertanyakan.

Mitos:
Buah-buahan tropis seperti mangga, papaya, dan nanas ampuh dalam memicu proses persalinan

Fakta:
Buah tropis mengandung enzim proteolitik bernama bromelain. Enzim ini dikenal bisa melunakkan leher rahim yang biasanya akan memulai proses persalinan. Belum ada penelitian khusus mengenai bromelain dan nanas, tapi mengonsumsi buah tersebut dalam jumlah banyak bisa merangsang pencernaan. Sama seperti ketika ibu hamil mengonsumsi minyak jarak.

Nah, apakah benefit yang diterima sepadan dengan risiko yang akan terjadi? Saya rasa tidak. Kadang ada alasan mengapa proses persalinan tidak kunjung terjadi di saat kita pikir waktunya sudah tiba, bisa jadi posisi bayi belum pas … atau ada miom  yang menghalangi jalan lahir seperti yang terjadi pada teman baik saya. Ibu hamil, rajin senam hamil dan olah raga saja ya. Risikonya minimal, manfaatnya lebih banyak.


38 Comments - Write a Comment

Post Comment