Fakta dan Mitos Seputar Mempercepat Proses Kelahiran

by: - Monday, January 24th, 2011 at 8:06 am

In: Labor & Delivery 38 responses

0 share

Salah satu sisi positif punya ibu seorang dokter adalah tahu mana yang mitos dan mana yang benar soal makanan saat hamil dan menunggu persalinan. Si mama hanya berpesan supaya saya mengonsumsi makanan sehat, tidak usah ngoyo yang penting lebih sehat dari makanan yang biasa dikonsumsi. Untuk persalinan, beliau cuma bilang jangan lupa isi perut sebelum kontraksi datang dan merusak selera makan. Alasannya sederhana: supaya ada tenaga mendorong. Sisanya? Pasrah dan ikhlas kapan si bayi akan lahir. LOL. Lalu makanan apa saja sih yang termasuk mitos dalam melancarkan persalinan?

Mitos:
Minum rendaman rumput Fatimah bisa merangsang kontraksi.
Fakta:
Rumput Fatimah (Labisia pumila) dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu munculnya kontraksi. Hanya saja takaran pastinya belum pernah diteliti secara klinis. Banyak rumah sakit dan rumah bersalin memasang pengumuman agar pasien tidak mengonsumsi air rendaman rumput Fatimah untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Rumput Fatimah memang bisa memicu kontraksi tapi justru berbahaya , apalagi kalau belum ada pembukaan sama sekali, bisa-bisa malah perdarahan.

Mitos:
Mengonsumsi makanan pedas saat hamil tua akan mempercepat proses persalinan. [jadi ingat Rachel Green di serial Friends, hihi]

Fakta:
Mengonsumsi makanan pedas justru bisa memicu diare. Beberapa bahan makanan pedas seperti paprika dan cabai mengandung capsasin yang kontraproduktif terhadap hormon endorfin yang dilepas saat ibu akan mengalami persalinan. Yup¸proses persalinan akan terasa lebih sakit karena capsasin mengalahkan khasiat endorfin. Memang sih makanan pedas tidak termasuk daftar pantangan ibu hamil tapi ada baiknya hal ini diperhatikan. Jaga diri dari makanan yang berpotensi menyebabkan diare dan dehidrasi seperti makanan yang kurang matang. Salah satu bakteri yang berkembang biak dalam makanan kurang matang adalah listeria, terinfeksi listeriosis bisa menyebabkan keguguran, kelahiran dini, dan infeksi pada bayi yang baru lahir.

Mitos:
Castor oil atau minyak jarak dapat mempermudah persalinan.
Fakta:

Minyak jarak adalah pencahar. Diyakini bisa merangsang usus. Hal ini bisa menyebabkan kram dan pengencangan otot organ pencernaan yang kemudian akan menyebar ke rahim lalu merangsang kontraksi. Tapi … belum tentu kontraksi tersebut berujung pada proses persalinan. Jadi, keefektifannya masih dipertanyakan.

Mitos:
Buah-buahan tropis seperti mangga, papaya, dan nanas ampuh dalam memicu proses persalinan

Fakta:
Buah tropis mengandung enzim proteolitik bernama bromelain. Enzim ini dikenal bisa melunakkan leher rahim yang biasanya akan memulai proses persalinan. Belum ada penelitian khusus mengenai bromelain dan nanas, tapi mengonsumsi buah tersebut dalam jumlah banyak bisa merangsang pencernaan. Sama seperti ketika ibu hamil mengonsumsi minyak jarak.

Nah, apakah benefit yang diterima sepadan dengan risiko yang akan terjadi? Saya rasa tidak. Kadang ada alasan mengapa proses persalinan tidak kunjung terjadi di saat kita pikir waktunya sudah tiba, bisa jadi posisi bayi belum pas … atau ada miom  yang menghalangi jalan lahir seperti yang terjadi pada teman baik saya. Ibu hamil, rajin senam hamil dan olah raga saja ya. Risikonya minimal, manfaatnya lebih banyak.

Share this story:

Tags:

Recommended for you:

38 thoughts on “Fakta dan Mitos Seputar Mempercepat Proses Kelahiran

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: Cionia Monique
  3. Pingback: mimi tha23
  4. Pingback: Ratna Swatini
  5. Pingback: Alamanda Marcella
  6. Pingback: itatirta prakastia
  7. Pingback: mira a
  8. Gw dulu termasuk yg makan buah2an tropis nih, hihihi… asik2 makan nanas, duren, tape ketan, buat mancing kontraksi. eh kaga jga tuh (yang ada anak gw gedenya jadi doyan bener buah2an)

    termasuk gw lakuin non makanan ya, jalan2, nungging2, ngepel jongkok, yoga, senam hamil. lah kaga mules2 juga. emang kudu operasih dah :D

    btw, ttg makanan2 ini, dulu obgyn gw juga bilang hal yg sama. kalo pun disuruh minum apa2 yg kata org dulu melancarkan persalinan, obgyn gw minta bawa ke dia aja minumannya. kalopun (untuk menyenangkan yg nyuruh) terpaksa diminum, jd atas sepengetahuan dia :)

  9. karna dulu proses persalinan kurleb 30jam..
    dan pembukaan dua ke tiga, tiga ke empat masing2 @12 jam,.. pas malamnya mama aku ngasih telur ayam kampung + madu.. biar ada tenaga,.. yup akhirnya 10 jam berikutnya berhasil ngeden sekuat tenaga.. padahal belum makan or isi energi yang lain selain infus induksi.. entah si telor ayam kampung + madu itu penambah energi or mitos..

    eh, melenceng dari topik ya?
    maafkan :sweat:

  10. Gue juga dulu diwanti2 banget sama dokter gue untuk gak nyoba rumput fatima itu. Padahal gue pernah denger juga enggak, apa karena nama gue Arab dia jadi “nuduh” gue bakal pake rumput itu yaaa? :D

  11. minum rumput fatima ====> gw bangeeettt :D
    waktu udah flek2 gt, jam 6 pagi ke bidan. bidan blg plg dl aj (jarak rmh ke bidan dkt kok), kata bidan-nya, klo anak pertama biasanya suka lama jarak dr pembukaan 1 smpe lahiran. yowes gw blk dl ke rmh. smpe rmh udah di sediaan air rendaman rumput fatima sm ibu mertua gw. capcus lsg jam stg 1-an baby ku lahir :D
    emang sih setelah minum rumput fatima ( + ditambah mondar mandir dpn rumah), lsg berasa bgt ritme mules jd lbh banyak..entah sugesti atau memang ada hubungannya, dont know..

  12. Pingback: dian wardhani
  13. Pingback: Mommies Daily
  14. Pingback: Aku
  15. Pingback: Mommies Daily
  16. Pingback: rimadhona rom
  17. Pingback: Itha rizal
  18. Pingback: vilely eka
  19. Pingback: listya wulansari
  20. Pingback: Mommies Daily
  21. Pingback: PiPit
  22. Pingback: Elleny Yuriangga
  23. Pingback: Indah Lazawardiah
  24. Pingback: Febby Kemala
  25. Pingback: dhiva husril
  26. Pingback: vera_rheeza
  27. Pingback: Mommies Daily
  28. Pingback: Annisa Adelea
  29. Pingback: BundaZaki
  30. Pingback: laila subra
  31. Pingback: enik setiawati

Leave a Reply