Berbicara Agar Anak Mau Mendengar & Mendengar Agar Anak Mau Bicara

Ini percakapan yang lumayan sering terdengar di rumah saya:

Aluf: Mau makan roti pake meises

Saya: Wah rotinya habis luf! Makan sereal aja ya?

Aluf: Nggak mau! Maunya makan rotiiii!

Saya: Tapi rotinya habis, mama belum beli. Nggak apa-apa deh, hari ini aja makan sereal. Besok makan roti lagi kan bisa..

Aluf: Aluf maunya rotiiiii!

Saya: Nggak ada luf! Makan sereal kan juga gak apa-apa sekali-sekali! Kenapa sih harus roti terus?

Aluf: Huaaaaaaaaaaaaaaa mau rotiiiiiiii! *nangis*

Saya: *Menenggak panadol*

Sejak dia makin besar dan pinter ngomong, perdebatan seperti di atas memang tak terelakkan. Kalau dulu saya masih berkutat dengan ASI, imunisasi, MPASI, potty training dan lain-lain, saat ini saya justru lebih fokus ke perkembangan psikologisnya. Saya juga berpikir, di usia yang hampir 3 tahun ini, saya harus mulai membangun fondasi hubungan yang kuat antara saya dan dia. Hal itu saya pikir bisa saya mulai dengan mempelajari bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Saya nggak mau dong, kalau nanti dia dan saya jadi jauh dan sering ribut ketika dia sudah abege karena saya nggak tau gimana cara berkomunikasi yang baik :(

Saya senang sekali ketika mendapatkan buku “Berbicara Agar Anak Mau Mendengar & Mendengar Agar Anak Mau Bicara”. Sebenarnya sudah cukup lama saya mendengar tentang buku yang ditulis oleh Adele Faber dan Elaine Mazlish ini. Saya bahkan sempat berpikir untuk membeli versi bahasa aslinya, tapi sebelum itu saya lakukan, buku terjemahannya sudah duluan mendarat ke meja saya :D Tentu saja langsung saya lahap segera!

Sedikit background, buku ini, yang aslinya berjudul “How to Talk So Kids Will Listen and Listen So Kids will Talk” memang sebenarnya cukup legendaris dan dianggap sebagai salah satu buku parenting terbaik yang pernah ditulis. Buku ini ditulis oleh Faber dan Mazlish sebagai “manual” bagi para orang tua yang ingin membesarkan anak-anak mereka dengan penuh penghargaan dan ingin berkomunikasi dua arah, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Buku ini sendiri telah terjual sebanyak tiga juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 20 bahasa. Setelah saya membacanya, saya nggak heran sama sekali!

Jujur, saya sebenarnya lebih suka membaca buku yang bukan terjemahan. Tapi saya harus akui bahwa buku ini diterjemahkan dengan baik, tanpa ada kalimat-kalimat yang terdengar “aneh” dan juga beberapa ilustrasi, berupa pengalaman orang tua, disesuaikan dengan kondisi di Indonesia lebih mudah untuk dimengerti.

Bukunya sendiri mengajarkan bagaimana kita menghargai anak-anak kita dan perasaan mereka, mengungkapkan perasaan kita sebagai orang tua tanpa menggunakan cara yang menyakitkan (seperti membentak dan merendahkan) dan juga bagaimana kita bisa menjadi pendengar yang lebih baik bagi anak-anak.

Dengan penjelasan yang simpel, tidak bertele-tele serta informasi yang praktis, kita diajarkan bagaimana mengatasi perasaan-perasaan negatif anak, seperti rasa frustrasi, kemarahan, kekecewaan dan lain-lain. Bagaimana membuat anak mau bekerja sama dengan kita, apa saja alternatif pengganti hukuman dan bagaimana menggunakan pujian secara efektif. Kita juga akan tahu bahwa cara kita berkomunikasi, dan kata-kata yang pilih, mempunyai dampak yang sangat besar bagi perkembangan anak-anak dan rasa percaya diri mereka.

Memang banyak sekali sih informasi yang harus diserap di dalam buku ini. Tetapi kita memang tidak diminta untuk membacanya dalam semalam dan mempraktekan seluruh isinya serta diharapkan berhasil mengubah cara kita berkomunikasi dengan anak dalam waktu seminggu. Penulis buku ini menyarankan kita untuk membaca buku ini secara perlahan dan mulai membuat perubahan-perubahan kecil secara bertahap. Lagipula, apa yang diajarkan di buku ini merupakan modal yang sangat penting bagi perkembangan anak-anak kita dan bisa mempengaruhi seluruh hidup mereka, jadi wajar kan kalau butuh waktu untuk membacanya? :)

Oiya saya juga senang sekali dengan buku ini karena di dalamnya terdapat banyak sekali ilustrasi-ilustrasi yang bisa memberi kita petunjuk tentang bagaimana mempraktekan cara-cara berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. Ada yang berbentuk ilustrasi gambar, ada juga yang berupa pengalaman dari para orang tua yang mengikut workshop yang diadakan oleh Faber dan Mazlish.

Saya kasih contoh ya, salah satu “ilmu” yang ada di buku ini yang langsung saya praktekan ke Aluf sore itu.Salah satu bab menjelaskan tentang bagaimana kita membantu anak untuk mengatasi berbagai emosi negatifnya. Beberapa cara yang diajarkan adalah mendengarkan seksama dengan penuh perhatian, sebutkan nama perasaan itu (misalnya: kamu pasti kecewa ya!) dan beri anak keinginannya dalam khayalan.

Nah sore itu, kami sedang berbelanja di supermarket. Dalam perjalanan menuju ke tempat parkir mobil, Aluf melihat mainan mobil-mobilan dan ia pun mulai merengek minta main. Karena sudah harus pulang, tentu saja saya tidak bisa mengiyakan. Tapi saya mencoba mempraktekan apa yang baru saya pelajari:

Aluf: Aku mau naik mobil-mobilan maaaa…

Saya: Tapi kita udah harus pulang luf. Papa udah nunggu..

Aluf: Tapi aku mau naik mobil-mobilaaaaan!

Saya: Mama tau. Pasti Aluf sedih ya nggak bisa naik mobil-mobilan sekarang?

Aluf: Iya…

Saya: Sayang ya kita udah harus pulang. Coba kalo kita masih punya waktu, pasti Aluf bisa main mobil-mobilan itu. Seperti gini nih luf. Vrooom! Vrooom! (sambil menggerakkan tangan saya seperti menyetir mobil)

Aluf: Hahaha iyaaaa Vrooom! Vroom!

Dan dengan tertawa-tawa, tanpa satupun tetesan air mata, kita berlari ke tempat parkir mobil sambil berpura-pura sedang balapan. Canggih kan? :D

Buku “Berbicara Agar Anak Mau Mendengar & Mendengar Agar Anak Mau Bicara” diterbitkan oleh Buah Hati dan sudah tersedia di toko buku di seluruh Indonesia. Buku ini dijual seharga Rp. 59.000 tapi kita punya 1 buku untuk diberikan ke mommies yang berminat. Caranya gampang aja, silahkan beri tahu saya, apa sih masalah dalam berkomunikasi dengan anak yang menurut mommies paling mengganggu? Apakah dia mereka suka pura-pura nggak denger kalau dikasih tau? Kitanya yang sering hilang kesabaran? Please share!

Kita tunggu sampai hari Jumat, 29 Oktober ya moms!


91 Comments - Write a Comment

  1. Wahhh…kynya harus bgt beli buku ini…pas bgt buat ghaly ,umur 2thn 10 bulan yg lagi bandel2nya:) pdhl dulu nya nurut,bs dikasi tau,skrg klo lg kumat,deuuh,suka pura2 ga denger klo dikasi tau lah,marah2 lah..dan lain2…:)apalagi skrg bru punya ade umur 4bulan.jd suka caper kynyaa. alhamdulillah klo bs dpt gratis hihihi…. Mau dong bukunya:)

  2. harus punya nih…. harusss.. secara Az yang umurnya baru mau 4 tahun ini jago ngeles dan suka (pura-pura) gak ngedengerin omongan saya/bapake. Dibilang jangan malah dilakukan, disuruh melakukan malah cuek.

    Jadi kadang saya pake teknik “kebalik”. Misalnya, Azwa suka sekali lompat-lompat ngedeketin layar TV kalo lagi nonton acara kesukaannya. Dibilangin untuk mundur karena nanti bisa rusak mata-nya, tetep aja di depan TV persis. Diancem, nggak mempan. Akhirnya saya bilang aja “Udah, kamu di depan TV aja terus. Jangan balik ke sofa ya. Biar aja matanya rusak nanti. Disitu aja terus, nggak usah duduk sama ibu di sofa ya…!”

    eh.. dia mundur.. duduk di sofa….

    tapi ga sampe 2 menit.. dia balik lagiiiiiii… lompat2 sampe depan TV…. uwooooooohhhh -_____-

    1. tambahan.. untuk maslaah TV dan mata rusak ini saya juga agak susah kasih examplenya. Kalo nonton deket2 kan bisa ngerusak mata dan jadi minus = pake kacamata. Lha saya PAKEK kacamata dooooong.. jadi si Anak ini udah biasa ngeliat emaknya pakek kacamata dan she saw no problem by wearing glasses… puadahaaaalll, menyebalkan sekali punya mata minus yang ga tahan pake lensa kontak ini.

      Oh, I want my kiddo listen to me

  3. Kayaknya masalah utama ada di saya (dan suami) sendiri T_T
    Awal2 dulu, waktu masih masa kegelapan, saya sering hilang sabar kalo ngadepin Edelweiss (2yr10mos), geregetan kalo tantrumnya lagi kumat, sebel kalo anaknya gak mau patuh :(
    Semakin ke sini, saya mulai lebih sering belajar bagaimana utk memahami seorang toddler, menahan sabar, selalu mengajak Edelweiss berkomunikasi (bukan hanya searah), lumayan berhasil meredam tantrumnya yang dulu gila2an tapiii tetep aja kadang suka loose temper, apalagi kalo saya lagi kecapean hiks..
    Kalo boleh, saya mau donks dibagiin buku ini, supaya bener2 bisa mengerti gimana sih sebenernya cara terbaik berbicara ke anak dan mendengar mereka.. paling enggak dengan ada buku ini juga suami saya bisa ikutan baca dan bisa lebih memahami anaknya, so we both can be a better parents for our children.

  4. beberapa kali liat buku ini di toko buku…mo beli masih ragu, takutnya pola pengajarannya ga terlalu sesuai sama budaya timur…tapi kalo baca review mbak Affi, i think it’s a must have book :)

    anak gw 2th 10bln, boy, speech delay…so, difficulties in communicating? tell me about it…sangat sulit untuk bisa bener2 berkomunikasi secara efektif dengan dia karena dia minim berkata-kata. kadang frustrasi sendiri kalau ngasi tau dia, ini emang dianya gak dengerin, gak mau dengerin, atau emang gak ngerti yang kita sampein??
    kadang sepertinya dia emang menolak ndengerin, kita ngasi tau apa, dibalesnya dgn hal lain, misalnya, “kakak kalau pipis di kamar mandi yaa..” and he answered, “kakak main thomas..!”
    belum kalo dia bicara sesuatu terus kita salah nangkep, trus dia tantrum…hhh…cuma bisa tutup kuping dan ngurut dada, a minute break nunggu dia tenang, baru nyamperin lagi… :s

    menurut mbak Affi, buku ini bisa bantu gak ya??

  5. wajib beli!!

    my son, 6 yo. ini nih yg aku pikir ckp penting, gimana cara mancing dia supaya cerita gimana dia tadi di sekolah. mumpung sekarang lg full time mom, jadi aku selalu ada pas dia pulang sekolah. kadang aku pancing dulu, dari pagi sampe siang Ummi ngerjain ini..itu. sometimes it works, tp ga jarang juga dia cuek, ga mau cerita.
    well, Im trying to be his friend, just like any expert says about communicate with your child. tp prakteknya, udah bener blm yaa…?

  6. Sebelum komen doa dulu, mudah2an dpt bukunya gratis. Klopun ngga, pasti mau beli kok ;p
    Mika skrg 2th 1bln, makin hari makin pinter ngomongnya. Hobinya ngacak2 mainan, yg paling baru berantakin rak sepatu, disuruh rapihin lg jawabnya “gak mau, males” nah lho dpt dr mana itu kata males (-_-‘) sampe bingung mau jwb apa dia jwb gt. Sebaiknya jawab gmn ya? Supaya dia ngerti kalo abis main harus di rapihin, klo berantakin harus rapihin. Udh dicontohin jg pdhal, tiap sblm tidur rapihin mainannya. Aduh panjang deh curhatnya, kali2 aja menang ;p

  7. wahh!kayaknya sama bgt kondisinya!percakapan diatas jg sering tjd antara saya dgn faathir!kalau saya lg sabar dan sadar, saya bisa berusaha mengerti.saya bilangin “iya,faathir sedih yaa ga bisa liat kereta..besok kan liat lagii yaa??”.masih sabar buat ngerayu.
    tapi kalo lagi cape n kondisi ga fit, suka kesel juga,ga sabar.pengennya anak lgsg ngerti dgn dibilangin dua kata “ga boleh!”
    tapi akibatnya malah makin bikin kesel lagi.euhh!!
    makanya kalo mood lg ga bagus mending saya ga ngajak dia kemana mana,di rumah aja baca buku,anteng deh!hehe

  8. Fathi, 2 tahun 7 bulan, anakku sebenarnya gampang dibilangin, aku bilangin dengan cara bicara sejajar dengannya, suara lembut, dan tak lupa mengucapkan ‘ummi sayang abang Fathi’ + mencium pipinya, insya Alloh setelah itu dia nurut sama aku…
    Nah, seminggu ini, berhubung, pengasuh adiknya, pulkam, so.. kita ngungsi ke rumah ibu-ku.. hiks, biasalah, kalo nenek kakek gimana ke cucu-nya, yang biasanya kita larang, diturutin semua sama nenek kakeknya…
    Jadi, krn lg ‘senang2’nya.. kdg aku bilangin, suka ga denger, ceritanya jurus lg ga ampuh nih…
    Dia baru nyari aku dan nurut sama aku, kalo dah capek dan ngantuk, setelah itu sembari nidurin dia, aku ajak ngobrol dia…

  9. Wah,ingin sekali cepat baca bukunya.. Dengan banyaknya curahan hati teman teman seperjuangan disini,saya jadi senang sekali karena saya tidak sendiri… Saya terkadang takut Rayan (3,8 thn) tumbuh menjadi anak yang nakal karena suka melawan kalau dibilangin dan suka memaksa kalau meminta…padahal dari mulai cara yang paling lembut sudah saya coba,tapi terkadang amarah akibat tekanan persoalan mengalahkan segala teori itu,dan Rayan menjadi korban pelampiasannya… Saya sangat menyesal setelahnya… :)

    Saya bingung mau share apa,jadi saya copy paste saja salah satu notes saya di facebook… Karena saya masih terbayang kelucuannya sampai saat ini.. Ah,betapa anak kita begitu berharga.. :)

    Ray’s Day; Great Lesson!

    Adalah kalanya rayan buat sy kesal dan depresi.
    Hari ini salah satunya.
    Pulang nganter sekolah,kepala pusing.
    Males makan juga.
    Jam 12 nyuruh Rayan bobo gamau juga,
    malah nonton Bolang dan winnie the pooh berkali kali..
    Malah sy ketiduran merem melek di depan tivi.
    Sambil terganggu sm suara tivi dia.
    Di luar panas anyep,krn awan gelap.
    Jadilah tadi itu tidur siang yg ga enak banget judulnya.
    Jam 3 sore,sayup sayup suara Rayan minta pipis,sy masih antara sadar dan mimpi.
    Sejurus kemudian bukan mau pipis lagi,tapi udah ngompol di atas kasur palembang.
    Panik sy bangun dengan perasaan kaget,marah,gerah,pusing.
    Saya marah marah sampai ujung ujungnya menangis.
    Parah.
    Ini dia nih yg namanya ibu depresi.hehe.
    Rayan bengong antara rasa bersalah dan takut dimarahin dan bingung ngeliat sy nangis.
    Tiba tiba dia melakukan sesuatu yg benar benar jd experiential learning sy sbg seorang orang tua…
    Rayan tiba tiba berkata sambil mengernyitkan matanya dan telanjang -krn belum sy pakaikan baju habis ngompol- :

    Bunda kenapa sih nangis nangis
    Nanti gaboleh main lagi nih nangis nangis
    Nanti bunda gadiajak main lg ah sama ayah
    Jelek tau nangis nangis
    Nanti bunda ke rumah datuk aja deh kalo nangis nangis
    Lempar nih mainannya
    Pukul nih pakai mainan
    Udah ah jangan nangis nangis..
    Masuk ke kamar mandi nih kalau nangis nangis..
    Aaahh…
    Desah Rayan sambil tetap mengenyitkan alisnya..

    Gubrak
    Gubrak
    Gubrak

    Semua kata katanya adalah ancaman ancaman kami di saat Rayan nangis ga keruan..
    Ancaman dititipin ke datuklah,
    Ancaman dikurung di kamar mandilah -ahay,ini mah kejam amat ya-
    Ancaman ga diajak main ke timezone lagilah..
    Oh my God..

    Sy tercenung beberapa saat sore tadi.
    Antara masih marah,nangis,mau ketawa juga,tapi yg pasti benar benar seperti habis dioutbound…
    Hahaha
    Ray benar benar merekam semuanya guys.
    Anak anak benar benar merekam semuanya.
    Semuanya meskipun kadangkala dia seperti mengacuhkan ancaman ancaman kami…
    SEMUANYA.

    Hari ini Ray kasih pelajaran berharga buat Bunda.
    Semoga sy dan Ook bisa jadi orangtua yg lebih baik lagi setelah ini.
    Amin.

    Pekalongan,28jul2010

  10. Ahay..anakku br 11bln ni..tp tertarik jg baca buku ini,biar nanti kalo udh masanya ga bingung dan gape..:) As Affi said baca bukunya butuh waktu..and I had one whole year ahead to read it..*berharap dpt gretongan* hi..hi..

  11. Hiyaaa…TF Resensi bukunya mam. Pas banget nih. Dita, anakku (2y4m) juga lagi ngeyel2 nya kalau dibilangin. Kadang super ngeyel. Kalau dikasih tahu kadang pura-pura gak denger, makanya suka pakai senjata “anceman” . Kayak “ya udah..Bunda ke atas aja” (maksudnya ke lantai atas). Langsung deh anaknya nurut. Dita paling gak suka kalau saya naik ke atas dan dia gak diajak, even cuma mau ambil duit :D . Wah kayaknya a must deh punya buku ini. Apalagi kalau bisa gratis ahahaha

  12. Anak saya sekarang sudah 4 tahun. Makin banyak tingkah laku dia yang bikin saya dan suami geleng. Kasus seperti Aluf yang ngotot pengen makan roti juga sering saya alami. Sampai berapa kali akhirnya ngalah dan pergi ke supermarket terdekat untuk beli roti-nya *sighs* dan yang paling nyebelin adalah dia masih suka minta digendong dengan alasan “am tired mommy.” atau “my feet hurts mommy…” “seee…..” (sambil dia cepet2 buka sepatunya pura2 menunjukan kalau jari2 kakinya sakit) tapi ketika masuk toko mainan atau bagian buku2, langsung deh lupa itu apa yang namanya (katanya) sakit atau capek. dia bisa berjam2 baca buku, atau lari sana lari sini di bagian mainan. kadang kalau dia lagi baik, dibilangin sekali langsung ngerti sih. tapi kadang kalau lagi kumat, whooaa…. kayak hal soal salah kaos kaki aja dia bisa yang tiba2 ngamuk gitu nangis gak karu2an, padahal kan bisa aja dia bilang, it’s the wrong socks mommy/daddy. but instead she screams her hearts out. jadi sakarang lebih pengen tau gimana sih cara-nya supaya dia bisa mau dengar, jangan kita terus yaah yang dengar dia? :(

  13. Buku ini buat anak umur 7 thn blom telat kan? Anakku sejak umur 5 thn juga mulai susah dibilangin. Padahal dulunya penurut banget. Biasa sih: males mandi, males makan, males cuci-2 sebelum bobo, dll. Untungnya dia gak males belajar :).
    Tapi yg paling jadi perhatian adalah dia itu gampang banget marah. Kita ketawa karena dia lucu, dia jadi marah. Kita becandain, dia jadi marah. Apalagi kalo kita marahin, dia juga balik marah.
    So buku ini kayanya berguna banget nih. Kalo emang gak dapet gratisannya, mau beli deh…

  14. Anakku yang pertama udah 8 tahun, kayaknya ini masa-masa yang sulit dibandingkan menghadapi adiknya yang berusia 3 tahun.
    Sebagai seorang ibu, pengen deh dia terbuka dan bercerita apa saja yang dialami di sekolahnya, tapi hasilnya nihil:-(
    Pernah pulang sekolah cemberut aja, udah disogok beliin es krim , begitu ditanya bilangnya ngga ada apa-apa, ih gemes deh…
    Trus beberapa hari kemudian baru dia cerita apa yang bikin dia cemberut. Pengennya sih begitu ada masalah langsung deh curhat, ngga nunggu berhari-hari, kan penasaran ibunya… kepo dot com
    ;-)

  15. wuaaa… buku bagus ini kayanya ya. Langsung order ke buahhati.net tapi seandainya dapet buku dari mommiesdaily, Insya Allah mau dikasih ke teman yang punya masalah komunikasi dengan anak seperti saya untuk hadiah.

    Anak saya Cinta kebetulan masa tantrumnya sudah mulai berkurang tapi kok belakangan kalo marah jadi suka mengancam. Susahnya lagi dia tipe anak yang tertutup jadi nggak terbiasa ngomong apa yang bikin dia marah. Bahkan untuk bercerita tentang kejadian yang dia alami di sekolah aja nggak mau. Mungkin karena saya juga nggak terlalu banyak ngomong kalau di rumah ya. Makanya saya pengen banget belajar berkomunikasi lebih baik lagi dengan Cinta.

  16. Ga mungkin dapet gratisan ya fi, tp gw mo teteub beli ni buku deh!
    Penggunaan kata ttg perasaan juga yg pernah diajarin sm bu elly risman waktu jaman gw dulu blm pny anak prnah kerjasama beliau. Dan sering juga gw menggunakan kata2 ini ke Langit. Makanya gw jarang mendiamkan kalo langit nangis, tp malah gw tanya “langit sedih ya? Sedih kenapa? Oh sedih krn naik odong2nya sudah selesai?” Yes, gw mengulang kata sedih spy jg Langit belajar mengenali kata dr perasaannya itu. Nggak heran kalo mau nangis (suka pura2 nangis nih dia skg) dia suka prolog dulu “ibu, langit sedih nih, huhuhu” hihihi..

  17. Duh, buku wajib!
    Thanks for sharing Fi :)

    Maika tuh benernya anaknya ga bandel, masih bisa diajak komunikasi, ngomongnya juga udah bagus, jadi gampang deh tanya jawabnya.
    Kalo dinasehatin panjang lebar, oh ya bentuknya musti kayak cerita, biasanya cepet nangkep. Trus dia bisa ngulang cerita gue, kenapa bole, kenapa ga bole, kenapa bisa, kapan bolehnya..
    Problemnya ini anak banyak akalnya, suka-suka jadi bolak-balikin cerita trus ngeyel dehhhh.. Jadi Maika tuh udah pinter banget cari reason atau jawabin pertanyaan gue.
    Kalo lagi kondisi santai ya ga jadi masalah, gue cerita lagi dengan cara lain dan panjang lebar..Kalo lagi buru2? Deuh.. jadi guenya yang emosi dan ga sabaran :( *bad mom*
    Kalo udah emosi, gue suka ilang kreativitas buat ‘debat’ ama Maika, ujung2nya gue suka jadi ngancem atau bersuara keras :( Hiks, udahnya nyesel sih.. Padahal kan gue maunya Maika nurut karena dia ngerti kenapa dan konsekuensinya. Bukan karena takut ama gue..
    huhuhu.. susahnya jadi orang tua :(

  18. Waa… pengen pengen pengen beli bukunya… harganya 59.000 say di gramed *katanya* murce kan… jd ga’ usah ngarep gratisan, mending buat saya aja hehehe

    Sampai skg Basti belum pinter ngomong neh, masih ga’ jelas jadi emaknye lg berusaha membuat dia pinter ngomong dulu.

    Tapiiiiii… anaknya dah ngerti, kalo disuruh tutup pintu, bobo, kesed, udah ngerti. Dimarahin juga ngerasa…. cumaaaaaa dia pura-pura ngeles, senyum-senyum, cuek, ga’ merasa bersalah tuh *ini nih yg bikin gemes*… Dan lagi bapaknye suka ga’ kompak deh, karena emaknye galak, suka ga’ tegaan, waaahhh…. bisa-bisa dikepala Basti mamanya galak papanya baek deh *curang*.

  19. Anakku skrg usia 2 th, dan sudah mulai betingkah, kalo ada yang kita larang pasti aja penasaran tetep aja pengen ngerjain, misalnya nyolokin sesuatu ke listrik, itu kan bahaya banget, tp tetep aja penasaran pengen nyolokin. Udah dibilangin ngga boleh masih aja deket2 ke colokan, sampe akhirnya tu colokan di tutup aja ngga bisa dipake lagi. Kalo disuruh pipis susaah banget, kalo di paksa nangis, hixhix.. jadi mesti gimana?? Pengen banget baca buku ini, semoga bisa bantu gimana cara agar anak mau mendengarkan kita.

  20. Buku yang harus aku punya..

    sama kayak depe yang susah banget bilangin ke Sya untuk gak nonton TV deket-deket, tapi…. begitu ibunya gak liat dia udah maju aja makin deket ke TV.

    aku harus belajar untuk jadi lebih baik dalam berkomunikasi ke anak-anak ku.

  21. Thank you ya semuanya atas sharing-nya. Sayang bukunya cuma ada satu, jadi cuma bisa ada satu pemenang dan bukunya kita akan berikan ke PUNGKY! Yay selamat ya! Tolong e-mail data-datanya ke info@mommiesdaily.com ya :)

    Untuk yang lain, kl pengen baca bukunya bisa didapetin di toko2 buku terkemuka kok. It’s not expensive at all apalagi kl mengingat ‘ilmu’ yang kita bisa pelajari dari buku ini.

  22. Just bought the original version of the book today! Thanks fi atas reviewnya.. Salah satu alesan beli karena baca review disini.

    Anak gw sih masih 1,5 thn.. Baru baca bbrapa halaman di awal.. Di dalem bukunya ada kayak exercise2 gitu.. Bagus juga! Walaupun sejauh ini ga ada perdebatan dgn anak yg emang masih 1,5 thn.. Tapi lumayan ada soal2 perumpamaan kan disitu.. Jadi, bisa kira2 lah..

    Oh iya, kali aja ada yg mo beli.. Tadi gw belinya di Times Bookstore yang di Kemang Village..

    Mudah2an bermanfaat banyak yah buku ini.. :)

  23. huehuehuehuee, maaaf baru sempet komen lagi sekarang ^^

    thank u banget nih udah dipercaya utk dikasih buku bagus.. semoga cepet dateng bukunya coz Edel mulai berulah lagi *sigh*

    mbak Depeeee, maafkan eike yak kalo dapet gratisan lagi hihihihihihhi, semoga selanjutnya dirimuuhh bisa dapet jugaaaa :D

Post Comment