Bahas Tentang Pengeluaran Lebaran, Yuk?

Financial Wellness

Hanzky・16 Aug 2010

detail-thumb

Uhm..mestinya saya mulai berhitung tentang where I stand financially dan menyiapkan plan untuk beberapa tahun ke depan. Sayangnya, sebelum niat itu terlaksana, Ramadhan sudah hadir. Tadinya sih saya senang Ramadhan datang karena artinya tidak usah keluar untuk uang makan siang = lebih irit!!. Tapi ternyata, saya baru sadar kalau pengeluaran justru membengkak di bulan puasa dan lebaran. Uh oh..mayday may day!!

Bukan berarti saya lantas tidak menyambut Ramadhan dengan suka cita lho...tapi sebel aja karena baru nyadarnya belakangan..:D.

Nggak percaya kalo pengeluaran selama puasa dan lebaran jadi membengkak? Coba ya saya tulis satu persatu:

Zakat fitrah. Jumlahnya sih memang kecil, tapi daripada terlewat, mendingan ditulis pertama aja.  Yang kita keluarkan harus sebesar 2,5 kg dari makanan pokok kita sehari-hari. Bisa dalam bentuk fisik (beras contohnya) maupun uang. Nah 2,5 kg beras itu harganya kira-kira Rp 17,500. Itu untuk perorangan, jadi kalau ada 3 orang di keluarga berarti  =Rp 52,500

  • THR. Ini juga wajib dong. Ada yang untuk pembantu rumah tangga, supir, tukang kebun, dan lainnya. Besarnya adalah 1x gaji bulanan.  Kurang lebih nih, kalau ada 1 PRT dan 1 supir = Rp 2,000,000
  • Speaking of PRT. Manajemen gaji PRT kalian gimana? Kalau setiap bulan diambil sama si PRT ya berarti cukup aman. Lah kalau saya yang si mbaknya belum pernah ngambil gaji dari lebaran tahun lalu dan saya juga nggak pernah langsung menyisihkan gajinya di pos khusus, gimana?..:D. Katakan gajinya Rp 500,000 perbulan  misalnya, dikali 12 = Rp 6,000,000. Fantastis!!

    Zakat penghasilan. Biasanya Ramadhan dijadikan patokan waktu untuk mengeluarkan zakat penghasilan. Besarnya adalah 2,5% dari harta kita.  Jadi misalnya gajinya 8 juta perbulan dan sama sekali belum mengeluarkan zakat, kalau dihitung dari gaji saja berarti yang harus dikeluarkan = Rp 2,400,000

  • Zakat penghasilan sudah dikeluarkan semua sebelum Ramadhan? Memang sih bisa agak nafas dikit yah. Tapi masa sih nggak mau beliin baju koko atau sarung atau apalah gitu untuk satpam kompleks? Atau beliin bingkisan untuk gurunya anak-anak di sekolah atau guru ngaji di rumah? Beliin baju batik untuk OB di kantor? Atau mungkin program memberikan nasi bungkus untuk buka puasa orang-orang di jalan setiap hari Jumat? Jangan sampai kita makan enak dan pakai baju baru dan lupa untuk ikutan berbagi dengan yang kurang beruntung, kan. Jumlah yang harus dikeluarkan tergantung kita, tapi kira-kira = Rp 1,000,000 ya?
  • Baju lebaran. Memang sih bisa saja nggak usah beli baju baru. Tapi biasanya nggak tahan juga liat tunik-tunik lucu. Dan egois rasanya kalo beli baju sendiri tapi anak dan suami nggak dibeliin kan?. Tergantung belinya dimana, tapi kalau di mall-mall ibukota, siapkan dana = Rp 1,000,000

  • Hidangan puasa dan lebaran. Sadar nggak sih kalau untuk buka puasa kita biasanya lebih royal dalam membeli makanan. Belum lagi ditambah kue-kue nastar, caastangles, putri salju, lidah kucing, ketupat, cake, sirup dan lain sebagainya untuk lebaran. Malu dong nanti kalo ada tamu masa nggak ada makanan apa apa. Yang harus dikeluarkan? Wah saya juga kurang tau persisnya. Mungkin di total sekitar = Rp 5,000,000 lebih ya untuk sebulan?
  • Tiket mudik. Pastinya harga tiket jauh lebih mahal pas lebaran. Tergantung rute dan berapa orang juga yang pergi. Kalau mudiknya naik mobil juga harus diperhitungkan bensin dan tolnya bolak balik. Check juga apa mobilnya perlu di service dulu atau tidak. Paling sedikitnya = Rp 1,500,000 akan keluar untuk ini.
  • Oleh-oleh untuk orang-orang di kampung. Nggak mungkin dong datang dengan tangan kosong? Apalagi kalau kita menginap di rumah orang tua/mertua/saudara. Lagipula kan masih mending beli oleh-oleh untuk keluarga daripada keluar uang untuk hotel :p. Rp = 500,000 harusnya sih cukup.
  • Angpau untuk anak-anak kecil. Inget kan waktu kecil dulu betapa senangnya kita kalo dapet angpau? Sekarang waktunya berbagi kebahagiaan itu. Jumlahnya tergantung berapa keponakan atau sepupu yang kita punya. Paling enggak Rp 500,000 pasti keluar deh.
  • Renovasi rumah. Bukan renovasi besar-besaran sih, tapi biasanya sebelum lebaran orang-orang suka iseng untuk nge-cat ulang rumahnya, atau menanam tanaman baru, atau beli sofa yang memang udah harus diganti. Ada juga yang mau kedatangan saudara banyak. Wah harus beli kasur ekstra dong..:D. Pokoknya pasti ada aja lahh yang harus dikeluarkan seperti beli toples-toples cantik, piring baru, dll. Siapkan at least Rp 500,000 ya.
  • Si Mbak mudik? Nah suka ada juga kan yang mengambil anfal atau pembantu temporer yang dibayar perhari. Gajinya tentu lebih mahal. Mungkin bisa Rp 50,000 per hari ya? Kayanya Rp 500,000 sih cukup untuk 10 hari.
  • Karena si Mbak mudik, pasti jadi males masak deh. Solusinya? Delivery atau makan di luar rumah. Total kerusakan berapa, hanya Tuhan yang tau..:D. Bisa lah dihitung-hitung sendiri. Kalo sekali makan sekeluarga pas weekend bisa habis Rp 200,000 kan? Trus akan makan diluar berapa kali selama liburan? Siapin deh at least Rp 1,000,000 untuk ini.
  • Gimana, udah cukup mencengangkan belum angka-angkanya? :D. Saya aja males untuk jumlahin totalnya. Segini ini juga baru yang terpikirkan oleh saya, pasti ada deh yang terlewat serta tambahan biaya tak terduga lainnya. Jangan lupa juga nanti bill telfon akan membengkak karena roaming serta tambahan gara-gara belanja waktu mudik.

    Jadi harus gimana ini kalau belum ada dananya? Jangan sampai kena heart attack pas liat credit card bill setelah lebaran karena kartunya sudah habis-habisan digesek. Yahh untuk sekarang mungkin udah agak telat yah untuk menabung dulu, tapi tunggu postingan selanjutnya untuk tips dari expert yang bisa diterapkan untuk lebaran tahun depan :).