Flying With Children? Read This First!

Punya plan liburan keluar kota atau luar negeri musim liburan mendatang? Sepertinya reaksi universal yang akan muncul kalau kita ditanya “What do you think about traveling with a baby/toddler?” adalah kekhawatiran, lalu otak akan langsung membayangkan betapa repotnya bepergian dengan baby/toddler. Untuk saya, there’ll be a knot in my stomach! Walaupun saya sudah beberapa kali traveling sendirian dengan anak saya, Lil’ A sejak dia berumur 9 bulan (sekarang umurnya hampir 3.5 tahun).

Berikut ini ada beberapa tips dari hasil ngubek-ngubek internet dan pengalaman pribadi yang semoga bias membantu para orang tua dalam persiapan sebelum terbang dengan si kecil:

  1. Read, read and read:
    Tidak semua cerita yang kita baca di internet tentang traveling with a baby/toddler indah, malah kebanyakan akan menambah rasa paranoid yang sudah ada. Tapi anggap saja cerita-cerita horror itu sebagai faktor probabilitas – worst case scenario deh. Coba check beberapa website seperti yang satu ini. Jamie Hassen, saya pribadi kebetulan kenal dengan super mom ini sejak beberapa tahun yang lalu – thanks to Mr. Google. Jam terbang dia sudah tidak terhitung banyaknya dalam urusan traveling with small children. Website lain yang juga sangat saya rekomendasikan adalah Flying With Kids, Flying With Children, dan Good Little Traveler. Bila bepergian keluar negeri ada baiknya juga kita pelajari rules and regulations negara tersebut seperti untuk persiapan visa, dan peraturan penerbangan dengan underage children-nya seperti apa.
  2. Documentation & paperwork:
     

    • Untuk perjalanan ke luar negri otomatis baby/toddler perlu memiliki passport masing-masing juga visa bila di perlukan. Siapkan yang satu ini dari jauh-jauh hari sebelumnya.
    • Ada baiknya kita selalu menyimpan foto kopi akte kelahiran anak. Ini untuk membuktikan umur anak tersebut bila sampai di pertanyakan. Better be ready, right? Saya selalu menyimpan foto kopi akte si kecil bersamaan di dalam satu dompet yang berisi passports, boarding pass, dll.
    • Consent Letter – Ini khusus untuk orangtua yang bepergian sendiri dengan anak tanpa pasangan ke luar negri. Lebih baik surat ini di buat dalam bahasa Inggris. So far sih saya belum pernah di minta menunjukkan surat ini tapi ada beberapa kenalan saya yang sempat di pertanyakan mengingat international abduction is a serious matter. Surat ini simple kok coba liat contohnya di sini.
  3. Ready? Let’s Book Your Flight:
     

    • Selalu check website airline yang kita pilih sebelum membeli/booking tickets. Setiap airline punya peraturan dan kebijakan tersendiri mengenai traveler yang bawa baby/toddler.
    • Demi keamanan juga kenyamanan pastinya, lebih baik kita mengeluarkan uang lebih banyak dengan membeli seat sendiri untuk baby/toddler. Biasanya untuk anak-anak di bawah 2 tahun harganya lebih murah di banding harga tiket orang dewasa. Rasanya lebih baik bayar lebih ya daripada memangku baby kita selama 15 jam apalagi untuk international flight.
    • Untuk kenyamanan juga, sebaiknya bila kita membawa baby bisa memilih bulkhead seat (ini kursi paling depan yang dekat ‘tembok’). Mayoritas airlines besar punya yang namanya baby basinet. Baby basinet ini nantinya akan di pasang di ‘tembok’ setelah take off dan pesawat dalam kondisi cruise, sebaliknya juga begitu jika ada turbulence kita akan diminta menggendong baby. Basinet ini jumlahnya terbatas dalam tiap penerbangan, jadi sebaiknya tanyakan langsung dengan airline-nya dan request untuk baby basinet. Sayangnya, bila kita duduk di bulkhead seat, armrest  tidak bisa di angkat. Untuk toddler, saya lebih suka memilih seat di tengah atau sedikit di belakang. Kalau beruntung dan seat di sebelah (untuk three seater ya) kosong, si kecil bisa rebahan dengan menaikkan semua armrests. Coba check Seat Guru untuk konfigurasi kursi airlines yang anda pilih.
    • Kalau kita hanya traveling berdua saja dengan baby/toddler, kita bisa request for assistance. Biasanya mereka akan menandai tiket kita.
    • Jika travel itinerary-nya melibatkan lebih dari satu pesawat alias ada connecting flight, sebaiknya tanyakan pihak airline apa mereka bisa melakukan check in through. Artinya, bagasi kita akan di check-in sampai tujuan terakhir dan kita tidak perlu repot-repot menyeret bagasi kalau harus pindah pesawat.
    • Meal request. Kebanyakan airlines memiliki menu khusus untuk baby/toddler. Tanyakan apakan mereka menyediakan whole milk jika toddler anda hanya minum susu jenis tersebut. Untuk international flight, bila children’s menu-nya kurang berkenan anda bisa minta menu ‘kosher’. Menu ini baik buat anak-anak karena rendah sodium.
    • Stroller gate-check. Tanyakan juga kepada airline yang kita pilih apakah bisa ‘menitipkan’ stroller di dalam cabin pesawat, bukan sebagai checked in luggage. Percaya deh, jika kita harus transit dan pindah pesawat stroller akan sangat membantu apalagi jika airport tersebut besar.
    • Penggunaan carseat. Beberapa airline akan mengijinkan anda memasang carseat di dalam pesawat untuk baby/toddler, pastikan syarat-syaratnya dengan menghubungi langsung pihak airline. Agak sedikit repot memang tapi baby anda akan merasa lebih nyaman duduk di car seat-nya sendiri. Saya pribadi tidak punya pengalamanan dengan carseat karena saya menggunakan baby basinet dan CARES saat si kecil sudah berumur setahun lebih
  4. Pastikan si kecil dalam kondisi prima sebelum liburan.Caranya periksakan si kecil ke dokter anak-nya dan pastikan baby tidak dalam kondisi teething. Percaya deh, terbang dengan baby yang mau tumbuh gigi itu seperti mimpi buruk! Banyak orang tua yang menganggap pemberian obat batuk atau obat-obatan anti mabuk lainnya bisa membantu, dengan harapan si kecil tidur lebih banyak selama perjalanan tentunya. Jangan sembarangan memberikan obat-obatan seperti ini. Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu dan kalau pun dokter meng-oke-kan pemberian obat-obatan seperti ini, selalu lakukan trial dulu di rumah untuk melihat reaksi anak seperti apa. Ada beberapa obat-obatan yang justru membuat anak menjadi hyper!

Dikirimkan oleh Maureen, Mama dari Lil’ A, yang punya blog keren Tatter Scoops. Nantikan artikel lanjutan dari Maureen tentang perjalanan pesawat terbang dengan anak-anak ya!


25 Comments - Write a Comment

Post Comment