Welcome dr. Ian!

We’re very excited about this because Mommies Daily finally has a resident family doctor! Ini artinya mommies bisa menanyakan berbagai pertanyaan seputar kesehatan anak yang selama ini mungkin belum sempat ditanyakan ke dokter anak, atau saat ingin mendapatkan second opinion.

Pertanyaan-pertanyaan itu nantinya akan dijawab oleh dr. Farian Sakinah, atau lebih akrab disapa dr. Ian, yang biasanya sering ditemui para mommies di Markas Sehat. Welcome and thank you for sharing your knowledge to us, dr. Ian!

Berikut pertanyaan pertama untuk dr. Ian dari Santi.

Dear dr. Ian,

Saya mau nanya, berapa berat badan untuk anak 11bulan? Apakah berat badan 8,5 kg itu kurang? Karena anak saya disuruh test Mantox. Padahal anak saya nggak pernah demam. Apakah jika test mantox positif berarti di vonis TBC atau harus rontgen juga?

Thanks, Santi

Terima kasih untuk e-mailnya.

Sebelumnya maaf kalau aku tanya lagi, anaknya putra atau putri ya? Lalu berapa tinggi (panjang) badannya? Pertumbuhan bukan hanya kenaikan berat badan, tetapi juga bertambahnya tinggi (panjang) seorang anak. Untuk memantau pertumbuhan anak, untuk menilai kecukupan gizinya, sebaiknya rutin dipantau menggunakan kurva pertumbuhan atau Growth chart dari WHO yaitu http://www.who.int/childgrowth/standard/en/ (pilih yang length/height for age dan weight for age, pilih charts: percentile boys or girls sesuai dengan jenis kelamin), di mana yang dipantau bukan hanya berat badannya, tetapi juga tinggi badan si anak, sesuai dengan usianya saat itu. Cara menilai pertumbuhan anak pun bukan menilai berat badan dan tinggi anak pada satu saat saja, harus dipantau secara periodik, artinya yang harus dipantau adalah pola pertumbuhannya dari bulan ke bulan. Cara menggunakan kurva pertumbuhan yaitu dengan menandai suatu titik pertemuan antara berat badan/tinggi (panjang) badan dengan usia anak saat itu. Kita lihat ada di persentil (p) berapa. Kurva pertumbuhan normal bergerak di sekitar p3 s/d p97. Jika misalkan berat badan berada di p50 artinya berat badan tersebut sama dengan berat badan 50 anak dari 100 anak dengan jenis kelamin dan usia yang sama atau disebut juga berat rata-rata anak dengan jenis kelamin tersebut sesuai dengan usia saat itu. Jika anak mbak laki-laki saat ini beratnya ada di p15 (artinya jika dikumpulkan 100 anak dengan usia yang sama saat ini, hanya 15 anak yang berat-badannya dibawah anak mbak, sisanya di atas) atau jika anak mbak perempuan berat badannya saat ini berada di p50 (atau berat rata-rata anak seusianya). Jadi kalau secara kasat saja sih sepertinya tidak ada masalah dengan beratnya saat ini. Tapi, ada baiknya juga diperhatikan berat dan tinggi badan bulan demi bulan sebelumnya. Mengapa pengukuran tinggi badan penting, sebab tinggi badan saat pengukuran, relatif lebih stabil tidak dipengaruhi kondisi si anak. Maksudnya, jika anak sakit atau ada riwayat sakit sebelum dilakukan pengukuran bisa saja berat badannya turun saat itu akan tetapi tinggi badan tentu tidak bisa menyusut.

Kita tidak perlu khawatir selama pola pertumbuhan anak kita (berat badan dan tinggi badan) dari bulan ke bulan tidak menunjukkan penurunan presentil yang signifikan atau semakin bergerak ke arah p3 (artinya pertambahan berat dan tinggi badan kurang dari yang seharusnya, stagnan, atau malah semakin turun), insya Allah tidak ada masalah dengan status gizinya.

Selain pertumbuhan, kecukupan gizi juga kita pantau dari perkembangan atau aktivitas anaknya. Selama kemampuan si anak sesuai dengan usianya saat ini, dan anak aktif bergerak, tidak lesu dan malas bergerak, Insya Allah anak kita baik-baik saja.

Penyebab gangguan pertumbuhan banyak sekali, TBC hanyalah satu dari sekian. Yang pertama kali perlu dievaluasi saat anak mengalami gangguan pertumbuhan adalah: bagaimana kecukupan asupan gizinya. Selanjutnya dipikirkan apakah ada infeksi, atau gangguan metabolik, atau gangguan hormon, secara bertahap.

Curiga infeksi TBC jika anak memang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC dewasa (ingat hanya orang dewasa yang menderita TBC yang menular).

Test mantoux dilakukan hanya jika terdapat kecurigaan anak menderita TBC (gangguan tumbuh kembang, gangguan makan, riwayat kontak erat dengan penderita TB), hasil positif belum tentu menderita TBC. Jika terdapat kecurigaan menderita TBC selain mantoux, memang dilakukan pemeriksaan rontgent.

Jadi, untuk kasus anak mbak, secara kasar tidak ada masalah dengan berat badannya saat ini, namun ada baiknya dilihat kembali pola pertumbuhan dari bulan-bulan sebelumnya.

Okay, mudah-mudahan membantu ya jawabannya. Peluk dan cium untuk si kecil. – dr. Ian


11 Comments - Write a Comment

Post Comment