Not 1, But 11 Cloth Diaper Reviews!

Masih butuh banyak info tentang cloth diapers? Produk mana yang paling cocok untuk kebutuhan dan budget? Mamadipa sudah mencoba 11 brand cloth diapers dan mau berbagi infonya untuk kita!

Pertama pake clodi (cloth diapers) karena saya kebanyakan informasi mengenai bahayanya pospak, juga mendapatkan informasi dari hasil googling sana sini, rasanya semakin ngeri aja. Contoh bahaya penggunaan pospak, bisa dibaca juga di sini.  Bahkan pada tahun 2000, beberapa peneliti dari Universitas Kiel, Jerman melakukan sebuah riset mengenai Archives of Desease in Childhood yang dimuat dalam British Medical Journal. Penelitian itu menyebutkan bahwa temperatur skrotum bayi laki-laki yang memakai pospak mengalami kenaikan beberapa derajat dibanding bayi laki-laki yang tidak memakai pospak. Faktanya, pada laki-laki, suhu skrotum harus lebih rendah dari suhu badan untuk menjaga kualitas dan jumlah sperma. Inilah yang menyebabkan fertilitas cenderung menurun.

Nah karena ngeri (masih dalam batas ngeri aja dulu) lalu sayapun beli clodi merk Bumwear waktu Dipta kira-kira usia 2 bulan dan cuma 2 pasang clodi aja. Itupun kalau malam masih suka saya pakaikan pospak.

Saat itu, Dipta sering banget nangis nggak karuan dan juga suka ngeden sampe mukanya merah dan jerit-jerit. Suatu hari saya temukan darah di pipisnya :( Singkat cerita, saya ke dokter dan Dipta divonis kena fimosis (infeksi saluran pipis) dan jalan satu-satunya adalah dia harus segera dioperasi atau disunat! Saya sedih dan lemes banget saat itu. Bayi kecil itu harus disunat, tapi ya mau gimana lagi daripada tambah parah. Saya semakin menyalahkan diri sendiri. Udah tau kalo pospak bahaya, udah banyak baca ini-itu, kebanyakan informasi malah, tapi kok bukannya langsung lepas pospak malah masih dipake.

Semenjak saat itu saya berjanji sama diri sendiri untuk nggak pakein Dipta dispo diapers lagi. Trauma!

Akhirnya Dipta disunat, dia dibius total dan saya bener-bener nggak tega liat bayi kecil itu jerit-jerit begitu biusnya hilang.  Duh bener-bener nyakitin banget liat dia begitu.

Dan semenjak saat itu pula, saya jadi gila clodi. Saya nggak mau menyesal untuk kedua kalinya. Akhirnya saya browsing sana sini dan kalap ngumpulin clodi. Tidak kurang dari 20 clodi saya punya sekarang. Ada merk USA, Canada, Australia, Cina dan Indonesia.

Nah sekarang saya bahas satu-satu ya

1. Bumwear (Made in Spore) score 7

Ini kualitasnya bagus, bahan PUL (bagian luarnya) maupun bagian dalamnya bagus (inner fleece) jadi di kulit bayi lembut, kan bagian inner ini yg nempel sama kelamin dan pantat bayi. Tapi ada kekurangannya, yaitu snapnya itu agak kurang fit di body si bayi dan insertnya gampang banget pesing. Jadi musti di stripping (cuci nggak pake sabun) berulang-ulang sampe residunya hilang smua dan itu agak ribet.

2. Mother-ease (Made in Canada) score 5

Luar dalam nggak OK. Bahannya sebenernya bagus krn organik tapi untuk penyerapan kurang bagus. Masa sekali pipis langsung tembus? Oalaahh :P

3. Greenkids (Made in Australia) score 6

Ini niat banget nitip sama temen yang di Australia! :) Greenkids ini bagian PUL nya sama ama Bumwear dan oke banget tapi dalemnya bahan polyester biasa jadi kurang lembut di kulit bayi. Kalau untuk dipakai siang aja sih OK, tapi kalau malam jangan harap deh,  bisa ruam nanti seperti pakai disposables kelamaan.

4. Bumgenius (Made in USA) score 8

PUL nya OK, inner fleece OK. Menggunakan velcro jadi lebih fit di badan bayi. Daya serap juga OK, tapi kurang berwarna alias nggak ada motif-motif lucu, cuma warna-warna netral aja kayak merah, kuning, hijau dan sebagainya (maklum emak-emak genit, maunya anaknya pake motif macan :D)

5. Happy Heinys (Made in USA) Score 9

Mirip sama Bumgenius bagian luar dalamnya tapi Happy Heinys tampilannya agak lebin besar jadi untuk bayi yang agak gendut cocok pake merk ini karena nggak akan nyangkut di paha. Insertnya juga ok, tahan lama dan nggak gampang pesing. Plus motifnya lucu-lucu! Ada sapi, monyet, beruang! :D

6. Blueberry (Made in USA) score 10

Ini merk premium karena harganya di atas rata-rata cloth diapers lainnya. Tapi kualitas bagus banget apalagi yang minky. Udah bagian luarnya lembut dari bulu-bulu gitu, dalamnya juga. Plus insertnya gabungan microfiber+Hemp yang mana kalau dipakai malam nggak akan tembus. Dijamin 100%! Hehehe. Ini salah satu clodi favoritku.

7. Rumparooz (Made in USA) score 10

Ini juga merk premium, tapi bagian luarnya beda sama Blueberry minky alias nggak bulu-bulu. Dalamnya lembut dan lekuk clodinya ini yg paling fit utk bayi dibanding semua merk clodi yang pernah dicoba sama Dipta. Cloth diapers ini nggak akan gerak sana sini dan akan menempel dengan rapat, juga tidak akan tembus kemana-mana sama sekali dan di badan bayi juga nyaman. Bayipun bebas bergerak karena bentuknya slim banget, ditambah juga motifnya lucu-lucu :)

8. Starbunz (Made in USA) score 9

Merk premium USA jg nih. Lucu banget motif-motifnya. Kualitas TOP dan nggak perlu diragukan lagi.  Tapi ada kekurangannya, yaitu cloth diapers Starbunz ini menggunakan ukuran. Kl clodi-clodi lain one size alias bisa dipakai dari newborn sampai dengan 2 tahun, kalau Starbunz pakai size S M L dan XL. Tampilannya juga agak gendut sehingga agak menyusahkan untuk dipake anak kalau siang hari di mana dia lagi aktif-aktifnya. Jadi  bagusnya digunakan malam hari saja dan tidak akan tembus juga.

9. Coolababy (Made in China) Score 6

Pertama kali liat clodi ini komentar saya, wow warnanya gonjreng! :D Saya sempet jualan clodi ini loh. Bentuk fisik oke, dalemnya juga inner fleece yang agak mirip Happy Heinys tapi ini lebih tipis. Bagus digunakan siang tapi saya nggak recommend untuk dipakai malam hari.

10. Babyland (Made in China) Score 5

Dulu kalau ada customer yang mau beli ini, pasti saya kasih tau untuk beli Coolababy aja daripada Babyland. Saat Dipta mencoba merk ini, saya belum tau kualitasnya. Kekurangannya, PULnya tipis plus innernya polyester jadi panas sekali. Insertnya tipis dan kurang menyerap. Tapi emang sih motifnya kocak-kocak, ada Spongebob segala :)

11. ZigieZag (Made in Indonesia) Score 6

Tampilan fisik mirip banget sama Greenkids, tapi kualitasnya beda. ZigieZag motifnya memang lucu-lucu, ada ikan, pelangi dan lain-lain.Bahannya seperti bahan sprei tapi dalamnya ada lapisan anti bocornya. Untuk innernya menggunakan polyester juga agak panas di kulit bayi dan kurang lembut. Insertnya juga agak tipis. Digunakan siang hari sih oke tapi kalau malam bisa tembus ke mana-mana.

Jadi intinya dari semua cloth diapers yang saya punya, so far yang paling bagus memang yang merk-merk dari Amerika. Setau saya cloth diapers buatan Amerika itu handmade dan yang bikin ibu-ibu seperti kita loh, mungkin itu kenapa harganya cukup mahal ya walaupun kualitasnya memang betul-betul top.

Saya berhenti mengumpulkan cloth diapers saat Dipta usia 8 bulan karena menurut saya sudah cukup. Sekarang Dipta sudah hampir 14 bulan dan artinya ia sudah menggunakan cloth diapers selama 1 tahun dan bebas pospak! Sejauh ini sukurlah tidak pernah ada masalah lagi.

Apakah Dipta menggunakan clodi selama 24jam? Sekarang tidak lagi. Dulu waktu dia masih bayi memang saya pakaikan selama 24 jam, tapi setelah dia mulai besar saya mulai mengajarkan toilet training.  Menurut saya inilah kelebihan menggunakan clodi karena saya lebih mudah untuk mengajarkan toilet training ke dia. Alhamdulillah kalau pup Dipta sudah bisa di WC sejak usia 9-10bulan, tapi kalau pipis masih suka kecolongan ngompol juga :D Jadi sekarang pakai clodi hanya saat malam dan saat bepergian saja. Nah kalau bepergian, andalan saya cuma 1, yaitu Wetbag! untuk menampung clodi kotornya tentu saja.

Menurut saya, seperti halnya saat kita ingin memberikan ASI Eksklusif anak kita, jangan pernah menyetok susu formula di rumah! Begitupula saat kita berniat untuk memakaikan clodi pada anak kita, jangan pernah nyetok pospak, karena kita akan tergoda untuk menggunakannya. Setelah menggunakan clodi, kalau ada info diskon-diskon pospak, saya bisa bersyukur karena tidak perlu mengantri untuk mendapatkan pospak-pospak itu. Belanja bulanan juga lebih irit pastinya, karena saya sudah investasi clodi yang bisa dipakai Dipta sampai usianya 2 tahun nanti dan masih bisa dipakai oleh adik-adiknya Dipta kelak.

Thank you mamadipta! Berguna sekali informasinya :)


78 Comments - Write a Comment

Post Comment