Tradisi Cium Tangan

Terkadang, saya merasa kalau I’m a bad mom. Kenapa? Karena saya tidak pernah menyuruh anak-anak saya untuk mencium tangan orang tua di luar lingkungan keluarga. Sementara anak anak lain begitu santunnya berkeliling ruangan, menghampiri semua orang yang hadir dan bersalaman serta mencium tangan mereka satu persatu.

Biasanya sih, saya mengingatkan anak-anak untuk mengulurkan tangannya bila bertemu teman saya, tapi hanya sebatas  berjabat tangan saya, tidak sampai mencium tangan. Bahkan kalau pas bertemu teman teman saya yang masih berjiwa muda, saya hanya menyuruh mereka untuk memberi high-five saja.

Yang saya perhatikan, tradisi cium tangan ini lebih merajalela sekarang ini dibanding waktu saya kecil. Saya ingat sekali waktu TK & SD saya tidak mencium tangan guru-guru saya. Tapi sekarang, anak-anak dari Playgroup sudah dibiasakan untuk melakukan hal itu, bahkan banyak yang sampai tingkatan SMA. Bentuk cium tangannya pun lain lain, ada yang ke mulut, ke hidung, ke pipi dan ada juga yang ke jidat.

Saya sendiri merasa risih kalau tangan saya dicium anak kecil yang bukan anak saya. Entah kenapa kok jadi merasa kasihan sama si anak kecil, karena kesannya mereka mendewakan saya sekali sampai mencium tangan saya. (Padahal sih mereka begitu karena memang dibiasakan oleh orangtuanya, tidak ada maksud apa apa lagi :D ).

Jadi memang saya tidak membiasakan anak-anak saya untuk cium tangan , we kiss and we give hugs (which feel much warmer and closer than just the hand kiss ritual). Bahkan di keluarga besar suami saya juga tidak ada tradisi cium tangan tetapi itu tidak mengurangi keakraban keluarga. Yang sudah tua tidak merasa harus dihormati dengan dicium tangannya karena banyak hal lain yang jauh lebih penting dalam hal kesopan santunan.

Lagipula, saya tidak melihat dimana penting atau bagusnya cium tangan ini. Ibu-ibu disini ada yang tau nggak dari mana asalnya tradisi ini? Apakah ini tradisi Islam atau negara dari Timur Tengah? Tapi sekarang pun Raja Arab sudah melarang tradisi cium tangan ini. Kalau di Amerika, kegiatan jabat tangan sebisa mungkin di minimalkan untuk anak-anak. Kenapa? Karena tangan adalah sumber penyakit. Apalagi kalau flu season lagi mewabah.

Selain alasan diatas, saya juga mencoba memposisikan diri sebagai anak saya. Karena saya ingat betapa bete nya saya dulu waktu kecil kalau disuruh keliling ruangan untuk bersalaman :D. Dan setelah saya pikir-pikir lagi, kita saja nggak mau kan untuk mencium tangan orang yang kita tidak kenal?

Kenapa tidak mau?…

Exactly, karena menurut kita itu tidak perlu. So why should our kids do it? (looking for justification :p)

*image from e-poland.org


54 Comments - Write a Comment

  1. Lebih aneh lg kalo kita bertamu ke rmh teman trs bapaknya nyodorin aja gitu tangannya ke jidat kita duh itu aneh banget, jadi maen tarik2an deh (mana kadang posisi nya bapaknya cuman pake sarung+singlet lagi)-mungkin sy da dianggap paling ga santun kali ya haha..Saya sendiri akan menerapkan ke anak saya bila bertemu dengan orang baru harus say hello dan cukup jabat tangannya dengan tatapan ramah, tetapi untuk kel.besar inti-dan teman kel.terdekat say hello dan cium pipi is a must.

Post Comment