Museum Anak Kolong Tangga Jogjakarta

Museum kebanyakan mungkin sebuah tempat yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Saya sendiri kurang tahu berapa banyak sebenarnya museum — apapun jenisnya — yang mengkhususkan isinya untuk anak-anak. Saya cukup beruntung di Jogjakarta ada museum khusus untuk anak. Rata-rata, kehadiran museum adalah sebagai sebuah tempat keperluan edukasi, dan anak-anak usia sekolah sepertinya akan mendatangi tempat tersebut karena tuntutan tugas sekolah dan sebagain kecil saja sepertinya yang memang karena ingin tahu, atau atas inisiatif orang tua.

Namanya unik: Museum Anak Kolong Tangga. Museum ini ada di lorong kecil Taman Budaya Yogyakarta, tidak jauh dari Pasar Beringharjo Malioboro, di sebelah utara Taman Pintar.

Museum Anak Kolong Tangga (by orangescale)Walaupun hampir semuanya adalah koleksi permainan anak Indonesia, namun semua yang ditemui disini sebagian besar adalah koleksi dari pendirinya yaitu Rudi Corens, seorang warga Belgia. Beliau menyumbangkan koleksi pribadinya untuk melengkapi koleksi museum ini. Oh ya, museum ini pertama kali diresmikan pada bulan Februari 2008.

Ketika saya berkunjung ke museum tersebut beberapa bulan lalu, cukup banyak koleksi museum yang membuat saya seolah meloncat ke masa masa kecil saya, dimana dulu mainan tersebut cukup akrab dengan keseharian saya. Tiba-tiba saja saya melihat sebuah kartu gambar yang sisi belakangnya ada rambu-rambu lalu lintas. Hey, jaman sekolah dasar!

Ada juga sebuah patung ibu penjual mainan keliling dengan dimensi yang cukup besar — mungkin mendekati ukuran aslinya. Ya, waktu kecil sosok penjual mainan keliling semacam ini mungkin salah satu yang ditunggu oleh anak-anak seusia saya (waktu itu). Paling tidak, saya dulu kadang menunggunya. Ada baling-baling dari kertas, payung kecil dari kertas dengan gagang bambu kecil, bendera kecil dari kertas minyak, dan kurungan burung dengan patung burung dari plastik didalamnya juga dibawa. Kadang, saya masih sempat bertemu dengan penjual mainan semacam ini di Jogja, walaupun hal tersebut adalah sebuah momen langka. Dan, mainan yang dijual tidak selengkap waktu itu.

“In my eyes children are innocent and unspoiled, and can always make me laugh. What a pity that today they can’t get a good education. Traditional games have scientific and educational values, and moral messages which to this day have been recognized by European people. But how sad that in the past 10 years one plaything has been lost every year” — Rudi Corens (source)

Museum ini mungkin bisa menjadi sebuah persembahan istimewa bagi dunia anak di Indonesia. Betapa tidak, mainan anak tradisional sudah semakin jarang ditemui. Jangankan dijual, diproduksipun sepertinya sangat jarang. Apakah museum ini hanya untuk anak-anak saja? Tidak. Karena di museum ini juga ada cukup banyak permainan anak yang ada dijaman dulu, mungkin sebelum saya dan orang tua saya lahir. Bahkan, disini juga bisa dijumpai aneka mainan anak dari negara lain. Menarik!

Mengunjungi Museum Anak Kolong Tangga

Tak lengkap rasanya jika tidak ada informasi lebih lengkap tentang lokasi museum ini. Jadi, jika kebetulan berkunjung ke Jogjakarta, silakan saja mampir. Berikut beberapa petunjuk tentang lokasinya:

  • Museum Anak Kolong Tangga
    Taman Budaya, Jl.Sriwedani 1, Yogyakarta 55122. Telepon 0274-523512 (Peta di Google Map)
  • Dari arah Malioboro, masuk ke jalan di sisi Pasar Beringharjo, lalu belok kanan.
  • Jika Anda sudah akrab dengan lokasi Taman Pintar, museum ini berada dibelakang (sisi utara) Taman Pintar
  • Buka dari pagi sampai siang/sore. Tiket masuk (seingat saya) Rp. 2.500,00 untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dikenai tiket masuk.
  • Ada beberapa mainan anak (tentu saja mainan jaman dulu) dengan harga mulai murah. Kalau tidak salah ada yang harganya Rp. 500,00.


12 Comments - Write a Comment

Post Comment