Bumwear for Little Bums

tiarabumwear2Walaupun terlambat, saya senang sekali ‘menemukan’ Bumwear pada saat Aluf berusia 7 bulan. Saya tadinya tidak ‘ngeh’ bahwa ada pilihan yang lebih baik dibandingkan disposable diapers. Ketika lagi ngobrol-ngobrol di forum, saya baru sadar bahwa sebetulnya lebih bagus kalo bayi menggunakan cloth diapers/popok kain karena:

  • Tidak akan menimbulkan alergi atau ruam popok
  • Lapisan Anti air dan dapat bernafas/berpori dibawah lapisan terluar untuk memastikan tidak ada kebocoran dan menjamin bayi tetap merasa dingin di iklim tropis kita
  • Lebih irit secara jangka panjang karena popok bisa digunakan berulang-ulang dan bisa digunakan dari bayi dengan berat 5 kg sampai dengan 15 kg. Kalau perawatannya benar, bahkan bisa dipakai untuk anak berikutnya loh :)
  • Lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah yang disebabkan oleh pemakaian disposables

Pemakaian cloth diaper juga bagus untuk ketika kita sudah ingin memulai toilet training kepada anak karena air kencingnya tidak akan langsung ‘terserap’ seperti pada disposables, tetapi dia akan merasakan basah ketika pipis. Tiara bumwear

Setelah tau fakta-fakta di atas, tanpa pikir panjang saya langsung pesan Bumwear one size pocket diaper dari Andara Store. Waktu itu saya memang keluar uang agak banyak untuk membeli sekitar 8 buah popok, namun karena Aluf jadi lebih jarang pakai disposables, otomatis pengeluaran saya di supermarket juga jadi berkurang! (Bisa beli lipstick lagi deh hehehe).

One size pocket diaper ini lapisan luarnya terdiri bahan yang waterproof dan breathable (berpori-pori jadi bisa ‘bernafas’) dan dalamnya dari bahan fleece yang lembut sekali untuk kulit sensitif bayi. Walaupun lembut, bahan ini bisa mengalirkan kebasahan ke bahan penyerap yang tersembunyi  di dalam kantung popok ini, sehingga lapisan fleece tersebut akan tetap kering. Sesuai saran dari para ‘ahli’ cloth diapers di forum, saya juga menggunakan nappy liners di atas fleece tersebut supaya jika Aluf poop, kotorannya tidak akan mengotori lapisan dalam popok dan saya tidak susah membersihkannya. Buang saja kotoran solid tersebut ke toilet dan buang nappy liners tersebut ke tempat sampah. Jika anak tidak poop, liners ini bisa dicuci bersama dengan popok dan insertnya (Insert = lapisan penyerap air di dalam popok tersebut).

Cara mencuci dan merawatnya tidak serepot yang saya bayangkan. Intinya sih sama saja seperti mencuci pakaian bayi lainnya dan keringnya juga tidak lama kok. Yang harus diingat adalah jangan menggunakan bleach atau fabric softener ketika mencuci cloth diapers ini karena bisa mengurangi daya serapnya.

Satu lagi yang saya suka dari Bumwear adalah warna dan motifnya lucu-lucu sekali! Kalau tidak ingat harganya, rasanya saya ingin beli semua :D

bumwear copy

One size pocket diaper dari Bumwear ini sampai sekarang masih dipakai Aluf (2 thn) dan saya berencana menyimpannya baik-baik saat Aluf sudah toilet trained, supaya masih bisa dipakai oleh adiknya nanti :)

One-size pocket diapers dari Bumwear dijual seharga Rp. 250.000 dan bisa dibeli di Andara Store.


14 Comments - Write a Comment

  1. wah, thanks for the article affi!

    jadi ada pencerahan buat aku nih :) soalnya udah 2 bulan belakangan ini, aku raguuuu banget mau beli cloth diapers. udah bulak-balik ke mothercare, bulak-balik nyatronin website2 yang jual cloth diaper (sampe nyatronin Ebay juga!), udah bulak-balik ngitung “bener gak sih, bisa lebih hemat dari disposable?” dsb dsb…tapi kok belum yakin2 juga ya? hehehhee…plin plan dot com nih. tapi kayaknya akhir bulan ini, aku udah yakin nih mau ikutan pake cloth diapers. selain bisa lebih hemat pengeluaran, lebih eco-friendly, dan nyaman buat bayi. secara kalo pake disposable diaper, anakku Mika pasti ruam deh selangkangannya…kasiannnn.

  2. finia,
    You’re welcome! Yg penting kalo udah dibeli cloth diapersnya, rajin2 aja makeinnya. Ada jg soalnya yg udh beli cloth diapers tp tetep anaknya lebih sering pake disposables. Ya gak jadi pengehematan itu namanya :D

    Ayunda,
    Iya betul. Nappy liner itu bentuknya seperti kain tipiiiis banget yg diletakkan di atas diapersnya. Nappy liners biasanya dijual dalam 1 kemasan dan isinya banyak kok. Harganya juga murah. Waktu itu saya beli 1 pack di mothercare, lama banget abisnya karena kalo anaknya gak poop bisa dicuci ulang. Semoga cocok ya! Oiya kalo mau tanya2 lagi soal cloth diaper, bisa ke forum thread yg ini http://forum.fashionesedaily.com/showthread.php?t=2280

  3. mbak affi,
    setahu saya yg namanya liner itu kan bahannya dari kertas (?) kok bs dicuci? di cuci biasa gt? saya pikir harus lgsung dibuang. tolong konfirmasinya ya mbak.

    -siska (yangbarutahukaloternyatalinerbisadicuci:)

  4. siska,
    liner itu emang bahannya kayak kain tipis gitu sih (agak kayak kertas) tapi kalo dicuci nggak ancur kok. Pokoknya kalo nggak kena poop sih dicuci gpp. Ini aku copy paste dari websitenya bumwear ya soal liner:

    If the baby has not passed motion on the liners, they can actually be washed in the washing machine together with the diapers. That’s how one box of these liners lasts us quite a long time; the only time I really throw away the liners is when the baby poos on them.

  5. Aku suka banget motif2 Bumwear. Sayangnya di anakku Sam, fittingnya kurang OK jadi kadang suka bocor apalagi untuk jangka wantu diatas 2 jam, misal buat bobo siang. Sudah diakalin pake insert dari hemp kadang malah didouble, ganti sabun, stripping… tapi masih sering bocor.
    Mungkin ini karena anak cowok dan usil ya..

    Teman2 lain yg anaknya memakai Bumwear, ada pengalaman ukuran popok gak standart? Dari 15 popok yg aku beli, ada 4 yg penempatan kancingnya gak sama dengan yang lain jadi sempit di bagian paha kalo di kancingin.

Post Comment