Bully

Keluarkan Pembully dari Sekolah, Tepatkah?

Untuk menjawab pertanyaan ini, jelas saya tidak punya wewenang sama sekali. Oleh karena itu, saya pun meminta pandangan dari Najellaa Shihab selaku psikolog yang sangat concern dengan dunia pendidikan.

Anakku Pelaku Bully?

Ada 6 langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua jika anak kita menjadi pelaku bully.

Ketika Dulu Dibully…

Segerombolan kakak kelas perempuan menarik saya ke sebuah ruang kosong, dan berteriak tepat di depan muka. Mereka bilang “lo mukanya nyolot, ya!”

Fight Back, Kiddo!

Kelas 3 saat baru kembali dari Belgia saya kerap diteriaki kompeni dan “pulang sana ke belanda!” dan beberapa kali saya dijegal supaya jatuh di pintu kelas. Berbeda dengan di Belgia dimana murid dihimbau untuk mengadu pada guru kalau ada perselisihan (dan guru menangani dengan serius), saat saya lapor guru di Indonesia, saya mendapatkan,”Apa sih?! Sana-sana! Urus sendiri! Tukang ngadu!” dan guru kembali haha-hihi bergosip di kantor.

Bully ‘Positif’?

Bukan sepenuhnya bully, sih, menurut saya. Tapi tetap saja kenyataannya berupa olok-olokan yang dilakukan sekelompok anak/orang kepada anak lain. Lalu dimana ‘positif’nya? Well, terus terang saya sendiri ragu-ragu bilang positif, tapi dalam kasus yang saya lihat ini efeknya memang positif.

Anakku Korban Bullying, Tolong!

Terjadinya bullying menimbulkan banyak kerugian. Tentunya bukan hanya bagi si korban namun juga si pelaku. Si korban mendapat efek buruk seperti tidak percaya diri, selalu diliputi ketakutan dan kecemasan, menjadi pribadi yang tertutup,

Dilarang Memperhatikan Piring Orang Lain

“Kalau sedang makan, jangan suka memperhatikan dan mengomentari piring orang lain. Lihat isi piring sendiri, jangan (timbul rasa) iri dengan makanan orang lain.”

Gunung Es Itu Bernama Kekerasan Terhadap Anak

Kekerasan terhadap anak yang dilakukan teman sebaya, bukan berita baru. Saya sudah pernah menulisnya saat ada anak kelas 1 SD di Makassar yang juga meninggal diduga akibat kekerasan dari teman sekolahnya.

Happy Mommies: Cerminan Ibu Bahagia (?)

“ …. lalu sang Pangeran mencium sang Putri, dan mereka hidup berbahagia selama-lamanya.” Begitu biasanya akhir dari kisah-kisah yang kita baca sewaktu kita kecil. Namun sebetulnya perempuan, khususnya yang sudah menikah atau…

Say No To Bully!

Kemarin, timeline Twitter saya ramai dengan kisah bullying yang (katanya) terjadi di sebuah sekolah elit di Jakarta Selatan. Sang korban tak hanya mengalami bullying secara mental namun juga fisik. Pelakunya merupakan  para…