Pre teen & Teenager

Menghadapi Remaja: Kencani Mereka!

Saya bukan menyepelekan, tapi come on, among you parents, berapa orang yang nggak kenal, nggak baca atau nonton porno saat remaja? Lalu sekarang jadi apa kalian?

Berwirausaha Sejak Remaja

Program yang baru saya ketahui ini, sudah memberi pelatihan wirausaha sejak tingkat sekolah menengah lho. Bukan sekedar teori, tapi benar-benar bikin perusahaan!

Belajar Dari Komik

Meskipun banyak yang bilang baca komik itu buang-buang waktu, saya pikir nggak begitu. Buat saya, nggak ada bedanya sih komik atau buku yang isinya teks melulu

Memahami ABG Lewat Diary

Saya masih menyimpan semua diary saya, mulai dari yang pertama, dated way back to 1993! Ternyata ada untungnya juga doyan curhat,

Remaja: Jelek dan Minder

Tidak menyenangkan, itulah yang saya inget dari masa remaja saya. Kalau saya inget-inget lagi, tidak menyenangkan di sini maksudnya adalah, waktu itu saya merasa: jelek. Hahaha.

Doa Orangtua, Pelindung Tanpa Batas

Belakangan, berpuluh tahun kemudian saat saya sudah punya anak sendiri, saya menemukan jawabannya. Saya baru sadar, yang melindungi saya, menjauhkan saya dari kejahatan

Curhat (Bukan) Ke Mama

Bisa jadi, pola asuh orangtua pada saat itu lebih bersifat satu arah sehingga mama pun tidak membuka ruang diskusi.

Ketika Dulu Dibully…

Segerombolan kakak kelas perempuan menarik saya ke sebuah ruang kosong, dan berteriak tepat di depan muka. Mereka bilang “lo mukanya nyolot, ya!”

Editor’s Letter: Teenage Dreams

Coba Mommies ingat-ingat, ada nggak hal sejak remaja menjadi kebiasaan hingga saat ini? Atau momen tertentu yang menjadi titik balik di masa remaja dan terbawa saat ini?

Fight Back, Kiddo!

Kelas 3 saat baru kembali dari Belgia saya kerap diteriaki kompeni dan “pulang sana ke belanda!” dan beberapa kali saya dijegal supaya jatuh di pintu kelas. Berbeda dengan di Belgia dimana murid dihimbau untuk mengadu pada guru kalau ada perselisihan (dan guru menangani dengan serius), saat saya lapor guru di Indonesia, saya mendapatkan,”Apa sih?! Sana-sana! Urus sendiri! Tukang ngadu!” dan guru kembali haha-hihi bergosip di kantor.