Sedang Viral, Ini Manfaat Magnesium untuk Tidur dan Kesehatan Tubuh yang Sesungguhnya

Self

Mommies Daily・in 5 hours

detail-thumb

Magnesium untuk tidur sedang viral. Kenali manfaat magnesium, jenis suplemen, dosis harian, efek samping, dan kapan waktu minum yang aman.

Lagi viral, nih, kalau magnesium bisa buat tidur nyenyak. Benarkah? Magnesium memang membantu mendukung relaksasi otot, tetapi bukti bahwa suplemen magnesium membuat semua orang tidur lebih nyenyak masih terbatas.

Magnesium adalah mineral esensial yang ikut mengatur fungsi saraf dan otot. Asupan magnesium yang rendah sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang kurang baik. Mineral ini juga berperan dalam proses biologis yang berkaitan dengan sistem saraf dan siklus tidur. Meski begitu, manfaat suplemen magnesium untuk tidur masih perlu penelitian lebih lanjut.

BACA JUGA: Suplemen Tidur Selain Melatonin: Kenali Kandungan dan 8 Rekomendasi Produk

Apa Itu Magnesium dan Manfaatnya untuk Tubuh?

Foto: Pexels

Magnesium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk ratusan reaksi biokimia. Magnesium membantu mendukung fungsi saraf dan relaksasi otot, serta berbagai proses metabolisme tubuh. Karena fungsi-fungsi tersebut berkaitan dengan kondisi tubuh saat beristirahat, magnesium sering dikaitkan dengan kualitas tidur.

Pendapat para ahli juga masih belum sepenuhnya mendukung kesimpulan bahwa magnesium bermanfaat untuk tidur nyenyak. Menurut Dr. Naoki Umeda, spesialis kedokteran integratif, diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum kita dapat secara rutin merekomendasikan magnesium sebagai pengobatan yang efektif untuk gangguan tidur.

“Secara keseluruhan, bukti bahwa magnesium dapat membantu tidur masih terbatas. Namun, sebagian orang merasa hal itu membantu mereka,” kata Dr. Umeda, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

Manfaat magnesium untuk tubuh mencakup produksi energi dan protein, menjaga fungsi saraf dan otot tetap normal, membantu detak jantung stabil, menjaga kekuatan tulang, serta ikut mengatur tekanan darah dan gula darah. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Bantu produksi energi dan protein

Magnesium berperan dalam proses metabolisme yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Mineral ini juga terlibat dalam sintesis protein yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

2. Jaga fungsi saraf dan otot

Kekurangan magnesium dapat menyebabkan gejala seperti kram otot, kelemahan, atau kesemutan pada sebagian orang. Nah, mineral ini bekerja bersama kalsium untuk mendukung pergerakan otot yang normal.

3. Bantu detak jantung tetap stabil

Magnesium berperan dalam mengatur aktivitas listrik jantung bersama elektrolit lain, seperti kalium dan kalsium. Keseimbangan mineral tersebut penting agar jantung dapat berdetak secara teratur.

4. Jaga kekuatan tulang

Sebagian besar magnesium dalam tubuh tersimpan di tulang. Mineral ini mendukung pembentukan tulang serta membantu mengatur metabolisme kalsium dan vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang.

5. Bantu atur tekanan darah

Asupan magnesium yang cukup dikaitkan dengan kesehatan tekanan darah, meskipun efek suplemen untuk menurunkan tekanan darah umumnya terbatas dan tidak dapat menggantikan pengobatan hipertensi yang diresepkan dokter.

Cara Kerja Magnesium untuk Tidur

Inilah beberapa cara kerja magnesium yang sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa mekanisme biologis ini belum otomatis membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen magnesium bisa mengatasi insomnia.

1. Mendukung fungsi GABA

Gamma-aminobutyric acid (GABA) adalah neurotransmiter yang membantu mengurangi aktivitas berlebihan pada sistem saraf pusat. Proses ini berperan dalam menciptakan kondisi tubuh yang lebih tenang. Magnesium diduga dapat memengaruhi sistem saraf yang berkaitan dengan GABA.

Seperti dikatakan dalam penelitian berjudul Magnesium Status and Stress: The Vicious Circle Concept Revisited yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nutrients, stres dapat meningkatkan kehilangan magnesium dalam tubuh, sementara kadar magnesium yang rendah dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap stres.

Jadi, hubungan magnesium dan stres memang saling berkaitan. Namun, bukan berarti mengonsumsi suplemen magnesium sudah terbukti dapat mencegah atau mengatasi stres pada semua orang.

2. Berperan dalam pengaturan melatonin

Melatonin adalah hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang menentukan kapan seseorang merasa mengantuk dan terjaga. Magnesium terlibat dalam berbagai proses seluler yang berkaitan dengan fungsi tidur.

Meski begitu, belum ada bukti kuat bahwa mengonsumsi suplemen magnesium secara langsung dapat meningkatkan melatonin dan membuat semua orang tidur lebih nyenyak.

3. Membantu relaksasi otot

Magnesium bekerja bersama kalsium untuk mengatur kontraksi dan relaksasi otot. Asupan magnesium yang cukup membantu otot menjalankan fungsinya secara normal. Jika tubuh kekurangan magnesium, seseorang dapat mengalami kram atau kelemahan otot yang berpotensi mengganggu kenyamanan saat beristirahat.

Jenis Magnesium yang Sering Digunakan

Foto: Pexels

Di toko, Mommies akan menemukan banyak pilihan suplemen magnesium. Tiga yang paling sering dibahas adalah glycinate, citrate, dan oxide. Kenali satu-satu agar tak salah beli.

1. Magnesium Glycinate (Bisglycinate)

Magnesium glycinate adalah jenis magnesium yang terikat dengan asam amino glisin. Jenis ini sering dipilih karena cenderung lebih lembut di perut dan populer sebagai suplemen untuk membantu relaksasi serta tidur.

Namun, popularitas magnesium glycinate untuk tidur bukan berarti jenis ini sudah terbukti paling efektif mengatasi insomnia. Penelitian yang membandingkan efektivitas berbagai jenis magnesium untuk tidur secara langsung masih terbatas.

2. Magnesium Citrate

Magnesium citrate merupakan magnesium yang terikat dengan asam sitrat dan memiliki penyerapan yang cukup baik. Jenis ini sering digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan magnesium sekaligus mendukung kelancaran pencernaan. Namun, dalam dosis tinggi, magnesium citrate dapat menarik air ke dalam usus sehingga melunakkan feses dan menyebabkan diare.

3. Magnesium Oxide

Magnesium oxide adalah jenis magnesium dengan kandungan magnesium yang tinggi dan harga relatif terjangkau. Meski demikian, penyerapannya cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa bentuk magnesium lainnya. Jenis ini lebih sering digunakan untuk membantu mengatasi sembelit.

Berapa Dosis Magnesium yang Aman?

Kebutuhan harian magnesium berbeda menurut usia dan kondisi. Kebutuhan magnesium harian perempuan berbeda-beda, tergantung usia serta kondisi tubuh, seperti kehamilan dan menyusui.

Berikut kebutuhan magnesium harian perempuan berdasarkan rekomendasi National Institutes of Health (NIH):

  • Perempuan usia 19–30 tahun: 310 mg per hari.
  • Perempuan usia 31 tahun ke atas: 320 mg per hari.
  • Perempuan hamil usia 19–30 tahun: 350 mg per hari.
  • Perempuan hamil usia 31–50 tahun: 360 mg per hari.
  • Perempuan menyusui usia 19–30 tahun: 310 mg per hari.
  • Perempuan menyusui usia 31 tahun ke atas: 320 mg per hari.

Sementara itu, batas atas aman untuk magnesium dari suplemen dan obat adalah 350 mg per hari untuk orang dewasa. Batas ini tidak berlaku untuk magnesium dari makanan, karena ginjal yang sehat biasanya mampu membuang kelebihannya.

Perlu Mommies ingat, angka kebutuhan harian dan batas atas suplemen adalah dua hal berbeda. Kebutuhan harian mencakup magnesium dari makanan, minuman, dan suplemen, sedangkan batas atas 350 mg hanya menghitung magnesium dari suplemen dan obat. Jadi, bukan berarti Mommies harus mengonsumsi suplemen sebanyak 350 mg setiap hari.

Sumber magnesium alami juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, dan beberapa jenis ikan. Informasi kebutuhan harian dan batas atas magnesium ini dapat dibaca lebih lanjut di NIH Office of Dietary Supplements.

Kapan Waktu Minum Magnesium yang Tepat?

Belum ada satu waktu terbaik yang terbukti paling unggul. Yang lebih penting adalah konsistensi. Banyak orang memilih malam hari agar menyatu dengan rutinitas tidur, dan sebenarnya itu boleh-boleh saja, loh.

Beberapa tips praktis agar lebih nyaman dan aman:

  1. Minum bersama makanan untuk mengurangi risiko mual, kram, atau BAB cair.
  2. Jika juga mengonsumsi suplemen kalsium, perhatikan dosis dan kebutuhan masing-masing. Bila Mommies menggunakan beberapa suplemen sekaligus, tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah perlu mengatur jarak konsumsinya.
  3. Perhatikan obat lain. Antibiotik golongan tetrasiklin dan fluorokuinolon sebaiknya diberi jarak, yaitu magnesium diminum 2 jam sebelum atau 4–6 jam setelahnya. Obat osteoporosis golongan bisfosfonat juga perlu jarak minimal 2 jam.
  4. Beberapa obat dapat berinteraksi dengan magnesium atau memengaruhi kadar magnesium dalam tubuh. Karena itu, jika sedang rutin mengonsumsi obat, termasuk obat tekanan darah, tanyakan dulu kepada dokter atau apoteker sebelum menambahkan suplemen magnesium.

BACA JUGA: Puasa Tetap Produktif, Ini 13 Tips Mengatur Waktu Tidur untuk Ibu Bekerja

Risiko dan Efek Samping Magnesium

Foto: Pexels

Efek samping magnesium yang paling sering muncul adalah masalah pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Kira-kira inilah efeknya:

Gangguan pencernaan

Efek samping yang paling umum meliputi diare, mual, dan kram perut, terutama jika magnesium dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Tekanan darah rendah

Kelebihan magnesium dapat menurunkan tekanan darah dan menyebabkan tubuh terasa lemas. Kondisi ini lebih berisiko terjadi ketika kadar magnesium dalam tubuh sudah terlalu tinggi.

Gangguan irama jantung

Kadar magnesium yang terlalu tinggi dapat memicu detak jantung tidak teratur. Pada kondisi keracunan magnesium yang berat, gangguan ini bisa menjadi serius dan membutuhkan penanganan medis.

Risiko pada penderita penyakit ginjal

Individu dengan gangguan ginjal lebih berisiko mengalami penumpukan magnesium dalam tubuh karena kemampuan ginjal membuang kelebihannya menurun.

Selain itu, penggunaan rutin obat pencahar atau antasida yang mengandung magnesium dapat meningkatkan risiko kelebihan magnesium. Jadi, hati-hati, ya, Mommies.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Magnesium

Apakah magnesium untuk tidur sama dengan obat tidur?

Tidak. Magnesium adalah mineral, bukan obat tidur. Dalam penelitian pada lansia dengan insomnia, magnesium dikaitkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mulai tertidur sekitar 17 menit lebih singkat. Namun, penelitian tersebut hanya melibatkan kelompok tertentu dan kualitas buktinya masih rendah hingga sangat rendah. Jadi, hasilnya tidak bisa langsung dianggap berlaku untuk semua orang.

Mana yang lebih baik untuk tidur, glycinate atau citrate?

Belum ada uji ketat yang membandingkan keduanya secara langsung untuk tidur. Pilih jenis yang paling nyaman dan sesuai dengan kondisi kesehatan Mommies. Jika tujuan utamanya mengatasi gangguan tidur, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memilih suplemen.

Berapa lama magnesium terasa efeknya?

Bagi kebanyakan orang, magnesium mungkin tidak langsung memberikan efek. Manfaatnya bagi masalah tidur dan kecemasan biasanya belum bisa dipastikan hanya dari lamanya konsumsi. Beberapa penelitian mengamati perubahan setelah beberapa minggu, tetapi hasilnya berbeda-beda dan belum cukup kuat untuk menentukan kapan magnesium pasti mulai bekerja.

Bolehkah minum magnesium setiap hari?

Untuk orang dewasa, suplemen magnesium hingga 350 mg per hari umumnya masih berada dalam batas atas yang ditetapkan untuk asupan dari suplemen dan obat. Namun, angka tersebut bukan anjuran dosis harian untuk semua orang. Tetap konsultasikan jika sedang hamil, menyusui, punya penyakit ginjal, atau memakai obat lain secara rutin.

Jadi, magnesium untuk tidur memang masih menjanjikan untuk diteliti, tetapi bukti ilmiah mengenai hubungan keduanya belum cukup kuat. Magnesium memang bermanfaat untuk saraf dan relaksasi otot sehingga tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Namun, mengonsumsi suplemen magnesium tidak otomatis membuat seseorang lebih rileks dan mudah tidur.

Kalau Mommies belakangan sering susah tidur, jangan buru-buru ikut tren mengonsumsi suplemen, ya. Coba perhatikan juga rutinitas tidur, konsumsi kafein, tingkat stres, dan kondisi kesehatan. Pastikan kebutuhan magnesium tercukupi dari makanan sehari-hari, dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen, terutama jika sedang hamil, menyusui, memiliki gangguan ginjal, atau rutin minum obat.

Ditulis oleh: Imelda Rahma

Cover: Pexels