banner-detik
DAD'S CORNER

Muhadkly Acho, Antara Takut Kurang Cukup dan Usahanya Hadir Utuh buat Anak

author

Rahmasari Muhammad・in 6 hours

Muhadkly Acho, Antara Takut Kurang Cukup dan Usahanya Hadir Utuh buat Anak

Dari pengalaman seru, tantangan terbesar, pembelajaran kehidupan, hingga pesan untuk para Ayah lainnya, baca cerita Muhadkly Acho dalam menjalankan perannya sebagai seorang Ayah!

Di tengah kesibukannya sebagai produser, sutradara, dan penulis naskah film, Muhadkly Acho atau yang akrab dipanggil Acho selalu berusaha hadir dan mendampingi proses perkembangan anak perempuannya, Lana Keilila Senjani, yang berusia 8 tahun. Menurutnya, hadir utuh buat anak lebih dari sekadar kebersamaan fisik. Namun, juga mampu memberi perhatian penuh, mendengar, memahami, dan merespons secara fokus pada ucapan maupun perilaku anak, sehingga kehadirannya sebagai seorang Ayah lebih berarti untuk Lana.

Suami dari Maria Tanzil ini juga bercerita tentang usahanya menjalin bonding dengan Lana lewat kegiatan rutin yang sederhana, tetapi seru. Ia juga berbagi cerita tentang caranya mengajarkan komitmen dan integritas melalui contoh nyata. Simak obrolan Mommies Daily bersama Acho yang bermakna dan penuh kehangatan!

BACA JUGA: 10 Sosok Single Dad di Drakor yang Bikin Hati Hangat, dari Love Scout hingga Agent Kim Reactivated

Momen Berkesan Muhadkly Acho Bersama Anak

Foto: Dok. Istimewa

Apa momen paling berkesan bareng anak?

Saya punya kebiasaan bersama Lana setiap antar dia ke sekolah. Kita saling berimajinasi membuat sebuah ide makanan unik. Beberapa waktu lalu, di sekolahnya ada tantangan membuat kreasi makanan untuk dijual di acara pekan bisnis, dan dia berhasil menemukan sebuah ide makanan yang ternyata disukai teman-temannya. Saat ketemu, dia bilang kalau dia bisa menemukan ide itu karena suka main imajinasi sama saya. Dengar dia ngomong begitu, rasanya dada mau meledak kegirangan. Hahaha.

Kebiasaan Sederhana untuk Membangun Bonding Ayah dan Anak

Apa kebiasaan kecil yang selalu Acho usahakan bareng anak?

Selain kebiasaan main imajinasi, saya juga sering bikin cerita singkat untuk diceritakan sebelum tidur. Semacam dongeng, tapi mengarang bebas aja sih, karena dia selalu minta diceritain sesuatu sebelum tidur. Karena pekerjaan saya juga menulis, jadi ya itung-itung melatih imajinasi.

Tantangan Terbesar Muhadkly Acho dalam Menjadi Ayah

Tantangan terbesar apa yang pernah dihadapi sebagai Ayah?

Mengingat anak itu pasti meniru segala tingkah laku orang tuanya, maka tantangan terbesarnya tentu saja menjadi contoh yang baik bagi anak saya dalam segala hal. Karena bagaimanapun, saya juga manusia biasa. Terkadang, ada satu dua hal yang kurang baik yang tanpa saya sadari ternyata ditiru oleh anak saya. Mau marahin juga bingung, karena saya juga pernah begitu. Hahaha. Biasanya kalau udah begitu, saya akui dulu, minta maaf, lalu ajak dia sama-sama mengubah kebiasaan buruk itu.

Apa tiga kata yang paling menggambarkan diri Acho sebagai seorang Ayah?

Tiga kata ya? Kayaknya ini: TAKUT KURANG CUKUP.

Mengutamakan Keluarga di Tengah Kesibukan Pekerjaan

Pernah mengorbankan peluang pekerjaan demi keluarga?

Sering sih. Kebetulan pekerjaan saya sebagai seniman itu sifatnya project-based, tidak ada waktu pastinya kapan kesempatan itu datang. Sementara, kami juga harus dari jauh-jauh hari menentukan waktu untuk menghadiri kegiatan sekolah anak atau waktu untuk berlibur bersama.

Jadi, ketika ada project datang dan bertepatan dengan agenda bersama yang sudah kami buat, biasanya saya akan usahakan untuk negosiasi jadwal dulu ke pihak pemberi kerja. Kalau misalnya tidak memungkinkan, ya sudah, anggap saja belum rezeki. Saya gak mau anak melihat saya sebagai orang yang gak menghargai janji dan komitmen. Sebaliknya, ketika ucapan dan tindakan saya selaras, anak akan melihat sebuah bentuk integritas.

BACA JUGA: 9 Momen Kecil Ayah yang Paling Diingat Anak hingga Dewasa

Foto: Instagram/muhadkly

Pentingnya Mendengar dan Memahami Perasaan Anak

Apa hal sederhana yang justru paling bermakna dalam mengasuh dan membersamai anak?

Mendengar. Saya rasa ini hal sederhana yang sering kali kita lewatkan saat mengasuh dan membersamai anak. Sebagai orang tua, kita sering kali punya ego sebagai pemegang kendali, merasa bahwa kitalah yang paling mengerti segalanya.

Padahal, banyak hal yang sebetulnya dirasakan anak dan cukup kompleks, namun tidak tersampaikan dengan sempurna karena dia belum fasih menjelaskan atau butuh kesempatan lebih untuk didengar.

Makanya, kami sering kali melakukan diskusi dengan anak untuk menetapkan sebuah peraturan berdasarkan kesepakatan. Jadi, yang kita kendalikan sebagai orang tua adalah penegakan kesepakatannya, bukan bentuk aturannya.

Apa hal yang tanpa sadar diajarkan anak pada Acho?

Sebetulnya Lana itu sering banget ngajarin saya untuk lebih memahami perspektif perempuan dengan lebih dekat. Bagaimana perempuan berpikir, merasa, dan bertindak. Saya diam-diam dilatih untuk tidak selalu mendengar dengan logika, tapi juga rasa yang lebih mendalam.

Nasihat Muhadkly Acho untuk Diri Sendiri sebagai Ayah

Jika bisa kembali ke hari pertama menjadi Ayah, nasihat apa yang akan diberikan pada diri sendiri?

Saya cuma akan berpesan ke diri sendiri untuk lebih menikmati waktu dan gak usah terburu-buru. Ternyata waktu berjalan cepat sekali. Rasanya baru kemarin melihat Lana lahir, gak taunya sekarang udah mau remaja. Bikin mellow sih.

Kesalahpahaman tentang Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Apa kesalahpahaman terbesar tentang peran Ayah?

Menganggap Ayah hanya bertanggung jawab soal finansial, lalu menyerahkan sisanya ke Ibu. Ini fatal sih dampaknya buat anak dan istri. Karena kehadiran Ayah secara fisik dan emosional adalah hal yang gak kalah penting untuk pertumbuhan dan kesehatan mental anak. Jadi, ya harus menerapkan co-parenting yang setara.

Pokoknya kalau istri bisa apa, saya juga harus bisa. Karena sejujurnya, cari duit itu relatif lebih ringan, soalnya ada jam kerjanya. Pergi pagi, pulang sore, selesai. Sementara, ngurus anak itu gak ada jam kerjanya. Fisik dan mental harus standby dan siap terkuras habis sepanjang hari.

Jadi, buat para suami, gak usah terlalu sombong kalau bisa jadi pencari nafkah. Karena kalau diajak tukeran peran sama istri yang ngurus rumah dan ngurus anak, lo pasti gak akan sanggup. Hehe.

Cara Sederhana Mendekatkan Hubungan Ayah dan Anak

Tindakan sederhana apa yang bisa dilakukan Ayah agar hubungan dengan anak jadi lebih dekat?

Saya punya kebiasaan untuk melibatkan dia dalam berbagai aktivitas saya. Misalnya, nyuci mobil, jalan pagi, atau sekadar ikut ke lokasi shooting untuk melihat bagaimana saya bekerja. Siapa tahu, ini bisa jadi potongan-potongan memori baik di kepalanya dan harapannya kami bisa jadi lebih dekat.

Dan satu lagi, biasanya ‘kan anak diajari untuk tidur di kamarnya sendiri, tapi saya dan istri sepakat untuk puas-puasin tidur dalam satu kamar dan satu kasur yang sama dengan anak. Pokoknya sampai dia bosan dan udah gak mau lagi. Hahahaha.

Muhadkly Acho

Foto: Dok. Istimewa

Definisi Sukses Muhadkly Acho sebagai Seorang Ayah

Apa definisi sukses sebagai seorang Ayah?

Sebagai Ayah, sukses bagi saya adalah saat berhasil menjadi contoh yang baik buat anak, karena bukan hanya anak saya yang merasakan dampaknya, tapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dan itulah alasan saya menamainya Lana, yang berarti cahaya. Karena saya berharap dia bisa seperti cahaya yang selalu jadi penerang dalam kegelapan dan memberi dampak bagi sekitarnya.

Jika pengalaman dan cerita Acho sebagai Ayah bisa dirangkum jadi judul film, apa ya?

Kalau jadi judul film ya pasti PENGABDI LANA atau CEK TOKO MAINAN. Hahahaha.

BACA JUGA: 7 Perbedaan Ayah Dulu dan Sekarang yang Banyak Dirasakan Keluarga Masa Kini

Pesan Muhadkly Acho untuk Para Ayah

Apa pesan untuk para Ayah yang sedang berjuang menjadi versi terbaik bagi diri dan keluarganya?

Bersabar ya, karena semua lelah ini gak akan pernah sia-sia. Caramu mencintainya hari ini adalah cara dia belajar mencintai dirinya sendiri kelak. Maka, berjuanglah sekeras-kerasnya, sehormat-hormatnya.

Dari Acho, kita belajar bahwa punya nama besar dan karier hebat bukanlah segalanya. Keberhasilan yang gak kalah penting adalah saat seorang Ayah bekerja keras dengan jujur, selalu berusaha jadi contoh baik, tidak malu mengakui kesalahan, serta jadi rumah ternyaman untuk anak dan keluarganya.

Cover: Dok. Istimewa

Share Article

author

Rahmasari Muhammad

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan