Bayi Menangis Saat Digendong Orang Lain? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Parenting & Kids

Sisca Christina・in 2 hours

detail-thumb

Bukan berarti manja atau nggak suka, namun salah satu penyebab bayi menangis saat digendong, bisa jadi ia mengalami stranger anxiety atau separation anxiety.

Mommies pernah nggak mengalami situasi di mana mommies menggendong bayi dan ia tenang-tenang saja; begitu bayi digendong kakek, nenek atau anggota keluarga lainnya, tangis bayi langsung pecah. Saat mommies gendong kembali, tangisnya mereda!

Kalau itu yang mommies alami, tak perlu resah, sebab mommies tak sendiri. Walau hal itu terkadang membuat orang tua bertanya-tanya. Apakah bayi nggak suka dengan orang yang menggendongnya? Padahal mereka keluarga dekat, lho. Atau bayi terlalu lengket dan terlalu sering digendong ibu, jadi tak mau dengan orang lain?

Sebelum mencari penyebabnya, mari kita pahami terlebih dahulu bahwa menangis adalah cara bayi menyampaikan apa yang ia rasakan, termasuk ketika sedang takut atau tidak nyaman. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan mengapa bayi sering menangis saat digendong orang lain, termasuk stranger anxiety dan separation anxiety. Bagaimana penjelasan selengkapnya?

Baca juga: 10 Penyebab Bayi Menangis dan Cara Ampuh Menenangkannya

Penyebab Bayi Menangis Saat Digendong Orang Lain

1. Bayi mulai takut pada orang asing

Jika di usia-usia awal kelahiran bayi mudah digendong siapa saja, tetapi ketika beranjak besar ia lebih sering menangis saat berada dalam pelukan orang lain, bisa jadi bayi sedang mengalami stranger anxiety atau ketakutan terhadap orang yang belum familiar.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi ini umumnya mulai terlihat pada usia sekitar 8-12 bulan. Pada tahap ini, bayi mulai mengenali orang-orang yang sering berada di dekatnya dan membedakan mereka dari orang yang jarang ditemui.

Itulah sebabnya, meskipun digendong nenek atau tante sendiri, bayi tetap bisa merasa takut jika belum terbiasa berinteraksi dengan mereka. Bukan berarti bayi tidak suka, ya, mommies. Si kecil hanya membutuhkan waktu untuk merasa aman.

2. Bayi merasa lebih aman bersama pengasuh yang familiar

bayi menangis saat digendong
Foto: Image by magnific

Pernah merasa bayi seolah hanya mau digendong mommies? Ketika berpindah ke pelukan orang lain, ia langsung mencari-cari mommies atau menangis kencang.

Hal ini bisa berkaitan dengan ikatan emosional yang terbentuk antara bayi dan pengasuhnya (caregiver). Bayi terbiasa dengan suara, aroma, sentuhan, serta cara ibu menggendong dan menenangkannya. Semua itu bisa membuatnya merasa aman; dan ketika terpisah, bayi merasa cemas.

NHS menjelaskan bahwa separation anxiety, yaitu kecemasan ketika berpisah dari pengasuh yang dekat dengannya, merupakan bagian umum dari perkembangan anak, terutama pada usia 6 bulan hingga 3 tahun.

Jadi, bayi yang menangis ketika tidak bersama ibu bukan berarti ia manja atau tidak bisa dekat dengan orang lain. Ia mungkin sedang membutuhkan kepastian bahwa orang yang membuatnya nyaman masih ada di dekatnya.

Baca juga: 13 Panduan Stimulasi Bayi 0–12 Bulan yang Penting untuk Tumbuh Kembang, Sering Dianggap Sepele

3. Bayi merasa tidak nyaman dengan posisi gendongan

Kadang, penyebab bayi menangis saat digendong orang lain sesederhana posisi gendongan yang berbeda dari biasanya. Berhubung ibu setiap hari menggendong bayi, jadi lebih tahu posisi gendongan favorit sang bayi. Begitu digendong orang lain, posisinya berbeda, dan membuat bayi kurang nyaman.

Selain itu, penyebab lainnya bisa jadi bayi sedang lapar, mengantuk, kepanasan, atau popoknya perlu diganti. Hal-hal sederhana ini juga bisa membuatnya lebih rewel ketika digendong.

IDAI menjelaskan bahwa tangisan merupakan cara bayi menyampaikan berbagai kebutuhan dan ketidaknyamanan. Karena itu, sebelum menyimpulkan si kecil maunya nempel terus sama mommies, coba periksa kemungkinan lain yang bisa membuatnya tidak nyaman.

4. Bayi kewalahan dengan suasana baru

Ini disebut juga overstimulasi. Saat berkumpul bersama keluarga, biasanya orang-orang sayang dan gemas dengan bayi kita. Kemudian mereka menyapa, mengajak bicara, mencium, bahkan menggendong bayi secara bergantian. Sayangnya, ini bisa membuat bayi kewalahan!

IDAI menyebutkan bahwa sebagian bayi sensitif terhadap suara dan keramaian. Ketika terlalu banyak rangsangan, bayi bisa merasa tidak nyaman dan mulai menangis.

Jika si kecil mulai memalingkan wajah, menggeliat, atau semakin rewel saat banyak orang mendekat, coba ajak ia ke tempat yang lebih tenang. Bisa jadi, yang ia butuhkan saat itu bukan gendongan baru, melainkan waktu untuk beristirahat. 

Baca juga: 10 Penyebab Bayi Rewel Terus, Ternyata Bukan Cuma Lapar atau Ngantuk!

Bagaimana Cara Agar Bayi Nyaman Digendong Orang Lain?

Kalau bayi selalu menangis saat digendong orang lain, tak perlu buru-buru memaksanya agar terbiasa. Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu si kecil merasa lebih nyaman.

  • Beri kesempatan untuk berkenalan. Minta orang yang ingin menggendongnya duduk di dekat bayi, mengajaknya bicara dengan lembut, dan membiarkan bayi mengamati wajahnya terlebih dahulu.
  • Dampingi saat bayi mulai berinteraksi. Mommies bisa tetap berada di dekatnya ketika orang lain mulai mengajak bermain atau menggendongnya. Setelah bayi terlihat nyaman, coba perlahan beri kesempatan untuk berinteraksi tanpa selalu berada dalam pelukan ibu.
  • Pilih waktu ketika bayi sedang nyaman. Hindari berinteraksi dengan bayi saat ia lapar, mengantuk, atau sudah kelelahan.
  • Jangan memaksa jika bayi menangis. Jika si kecil semakin rewel, tenangkan terlebih dahulu. Tidak apa-apa mencoba lagi di lain waktu.
  • Beri pengertian kepada orang lain. Mungkin orang yang ingin menggendong bayi kecewa karena sang bayi tidak mau digendong. Oleh karena itu, orang tua perlu memberi pengertian agar tidak memaksakan kehendaknya apabila bayi menolak.

AAP juga menyarankan agar orang tua dan keluarga bersabar ketika bayi mengalami ketakutan terhadap orang asing. Proses adaptasinya bisa berbeda-beda pada setiap anak.

Apakah orang tua perlu khawatir?

Meski sering kali berkaitan dengan perkembangan yang normal, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi bayi. Jika tangisannya terus-menerus, sulit ditenangkan, berbeda dari biasanya, atau disertai demam, muntah, kesulitan bernapas, maupun penolakan menyusu, segera konsultasikan dengan dokter.

Baca juga: Saat Perut Bayi Kembung, Atasi dengan Cara Ini

Pada akhirnya, bayi menangis saat digendong orang lain tidak otomatis berarti manja atau terlalu bergantung pada ibu. Kenali kebutuhan dan responsnya, lalu beri waktu untuk beradaptasi. Dengan pendekatan yang lembut dan konsisten, bayi bisa belajar merasa nyaman bersama orang lain tanpa harus dipaksa.

Baca juga: Bayi Menangis Setiap Malam, Wajarkah?

Cover: Image by magnific