Sorry, we couldn't find any article matching ''

Vitamin Anak Palsu Dibongkar di Lampung, Ini Cara Cek Keaslian Produk yang Wajib Diketahui Orang Tua
Pabrik vitamin anak palsu bermerek Apialys dibongkar di Lampung. Apa yang perlu diperhatikan orang tua agar tak keliru memilih vitamin untuk anak?
Siapa yang suka membeli vitamin anak secara online karena lebih praktis? Tinggal buka marketplace, pilih produk, lihat ulasan pembeli, lalu tunggu paket datang. Apalagi kalau harganya sedang promo, rasanya sayang kalau dilewatkan, ya?
Namun, ada satu hal yang jangan sampai terlewat saat membeli vitamin untuk si kecil: memastikan produk yang kita pilih benar-benar berasal dari sumber yang tepercaya.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, detikNews memberitakan bahwa Bareskrim Polri membongkar pabrik yang diduga memproduksi vitamin anak palsu bermerek Apialys di Lampung. Praktik tersebut disebut telah berlangsung sejak 2021 dan produknya dipasarkan secara online melalui e-commerce serta media sosial. Polisi menetapkan seorang tersangka berinisial IKS dalam kasus tersebut.
Menurut keterangan polisi yang diberitakan detikNews, produk tersebut dikemas menggunakan merek Apialys yang menyerupai merek sah milik PT Lapi Laboratories. Produk diduga dijual dengan harga sekitar Rp50.000 per botol, dengan variasi harga yang ditawarkan kepada konsumen.
Kasus ini tentu membuat orang tua bertanya-tanya: bagaimana kalau vitamin yang selama ini dibeli ternyata bukan produk asli? Apakah kemasan yang terlihat meyakinkan dan ulasan pembeli yang bagus sudah cukup untuk memastikan keasliannya?
Tenang, Mommies. Kita tidak perlu langsung panik atau mencurigai semua vitamin anak yang dijual online. Namun, kasus ini menjadi pengingat untuk lebih teliti saat memilih produk, memeriksa izin edarnya, dan memastikan tempat kita membeli vitamin bisa dipercaya.
Apa yang Terjadi dalam Kasus Vitamin Anak Palsu Apialys?
Berdasarkan pemberitaan detikNews pada 9 Oktober 2026, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan PT Lapi Laboratories sebagai pemilik hak merek yang sah setelah menemukan peredaran produk ilegal di e-commerce.
Dari hasil penyidikan, polisi mengungkap bahwa pabrik gelap tersebut diduga telah beroperasi sejak 2021. Produk kemudian dipasarkan secara luas melalui platform belanja online dan media sosial untuk menjangkau orang tua di berbagai daerah.
Dalam penggerebekan, penyidik menyita sejumlah barang bukti, termasuk produk berlabel Apialys, stiker atau label merek, peralatan pengemasan dan penyegelan, bahan yang digunakan dalam produksi, serta catatan transaksi.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan penggunaan merek tanpa hak. Karena itu, penting untuk membedakan antara produk palsu yang menggunakan identitas merek tertentu dan produk asli dari pemegang merek yang sah.
Sebagai informasi, Apialys dan Apialys Drops tercantum dalam data registrasi suplemen kesehatan BPOM dengan PT Lapi Laboratories sebagai perusahaan pendaftar. Mommies bisa melihat data produk melalui daftar suplemen kesehatan yang dipublikasikan BPOM.
Artinya, pemberitaan mengenai produk palsu ini tidak bisa langsung diartikan bahwa semua produk bermerek Apialys yang dijual di pasaran adalah palsu. Yang perlu diwaspadai adalah produk yang identitas, asal, atau keasliannya tidak bisa dipastikan.
Mengapa Orang Tua Perlu Waspada terhadap Vitamin Anak Palsu?
Saat membeli vitamin untuk anak, kita tentu berharap produk tersebut membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Namun, pada produk palsu, kita tidak bisa memastikan apakah isi, komposisi, mutu, dan proses produksinya sesuai dengan produk asli.
Produk yang dibuat atau dikemas secara ilegal juga tidak bisa diasumsikan memiliki standar keamanan dan mutu yang sama dengan produk resmi. Karena itu, risiko penggunaan produk palsu tidak boleh dianggap sepele.
Meski demikian, kita juga tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa vitamin dalam kasus ini telah terbukti menyebabkan gangguan kesehatan tertentu. Untuk membuat klaim seperti itu, diperlukan hasil pemeriksaan atau pengujian yang mendukungnya.
Menurut BPOM, produk obat palsu perlu diwaspadai karena identitas dan mutunya dapat berbeda dari produk yang seharusnya. BPOM juga menyediakan informasi mengenai temuan produk palsu, termasuk identitas produk dan upaya penanganannya.
Jadi, langkah yang paling masuk akal adalah memastikan produk yang dibeli memiliki izin edar yang sesuai, memeriksa kemasan dan labelnya, serta membeli dari penjual tepercaya.
6 Cara Mengecek Keaslian Vitamin Anak sebelum Membeli

Foto: Magnific
Nah, bagian ini yang sebaiknya disimpan atau dibagikan kepada pasangan dan keluarga yang ikut membeli kebutuhan si kecil. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Mommies lakukan sebelum memasukkan vitamin anak ke keranjang belanja.
1. Cek izin edar melalui situs resmi BPOM
Jangan hanya mengandalkan tulisan “BPOM” atau nomor izin edar yang tercetak pada kemasan. Periksa apakah informasi tersebut benar-benar sesuai dengan data resmi.
Mommies bisa mengakses Cek Produk BPOM, lalu mencari produk berdasarkan nama, merek, nomor izin edar, atau nama perusahaan pendaftar.
Setelah hasil pencarian muncul, cocokkan informasi yang tersedia, seperti nama produk, merek, bentuk sediaan, kemasan, dan perusahaan pendaftar.
Jika data produk tidak ditemukan atau informasinya berbeda, jangan langsung menyimpulkan bahwa produk tersebut pasti palsu. Namun, tunda penggunaannya dan konfirmasikan kepada BPOM atau produsen resmi sebelum diberikan kepada anak.
2. Terapkan prinsip Cek KLIK pada kemasan
BPOM memiliki panduan sederhana yang disebut Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Prinsip ini bisa diterapkan saat membeli produk obat, suplemen kesehatan, maupun produk lain yang termasuk dalam pengawasan BPOM.
Berikut yang perlu diperiksa:
- Kemasan: pastikan kemasan utuh, tidak bocor, rusak, atau menunjukkan tanda telah dibuka.
- Label: baca nama produk, komposisi, aturan pakai, informasi produsen, dan keterangan lainnya.
- Izin edar: cocokkan nomor izin edar dengan data resmi BPOM.
- Kedaluwarsa: pastikan produk belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Mommies bisa membaca panduan lengkapnya di laman resmi BPOM tentang Cek KLIK.
Perlu diingat, kemasan yang terlihat rapi belum tentu menjamin produk asli. Produk palsu dapat dibuat menyerupai kemasan produk resmi, sehingga pemeriksaan fisik perlu dilengkapi dengan verifikasi informasi produk.
3. Jangan langsung tergiur harga yang jauh lebih murah
Siapa, sih, yang nggak suka diskon? Apalagi kalau sedang belanja kebutuhan anak dan bisa menghemat pengeluaran keluarga.
Namun, jika harga vitamin yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di penjual resmi, sebaiknya Mommies lebih berhati-hati. Harga murah saja tidak membuktikan suatu produk palsu, tetapi bisa menjadi alasan untuk memeriksa penjual dan keaslian produknya lebih lanjut.
Bandingkan harga dari beberapa penjual tepercaya, periksa informasi toko, dan jangan mudah percaya pada klaim seperti “stok pabrik”, “barang sama persis dengan asli”, atau “lebih murah karena tanpa distributor” jika tidak ada informasi yang bisa diverifikasi.
Ingat, menghemat pengeluaran keluarga tetap penting, tetapi jangan sampai tergoda harga murah hingga melewatkan pemeriksaan yang mendasar.
4. Pilih penjual dan kanal pembelian yang tepercaya
Membeli melalui marketplace memang praktis. Namun, nama platform yang besar tidak otomatis menjamin semua penjual di dalamnya menawarkan produk asli.
Utamakan apotek, toko obat berizin sesuai jenis produk, atau kanal penjualan resmi yang dapat diverifikasi. Jika membeli secara online, periksa identitas penjual dan informasi mengenai asal produk.
BPOM juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat membeli produk kesehatan secara online. Untuk obat yang dijual melalui internet, konsumen perlu memastikan sarana penjualannya memenuhi ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA: 18 Produk Herbal dan Suplemen Ini Dinyatakan Ilegal oleh BPOM RI
5. Jangan hanya mengandalkan ulasan dan foto produk
Rating tinggi, komentar positif, dan foto kemasan yang terlihat meyakinkan memang bisa membantu kita menilai pengalaman pembeli lain. Namun, semuanya bukan bukti pasti bahwa produk tersebut asli.
Sebelum membeli, periksa juga apakah informasi produk sesuai dengan data BPOM dan apakah penjual dapat menjelaskan asal produk dengan jelas. Jika ada informasi yang tidak konsisten, lebih baik cari penjual lain.
Jangan lupa, produk dengan kemasan yang sangat mirip pun belum tentu berasal dari produsen resmi. Jadi, jangan berhenti pada tampilan luar atau ulasan pembeli saja.
6. Jika menemukan produk mencurigakan, jangan berikan kepada anak
Bagaimana jika vitamin yang sudah dibeli ternyata memiliki nomor izin edar yang tidak cocok, kemasan yang janggal, atau informasi produk yang berbeda dari data resmi?
Sebaiknya jangan diberikan kepada anak sampai keasliannya dipastikan. Simpan kemasan dan bukti pembelian, lalu hubungi penjual, produsen resmi, atau BPOM untuk meminta klarifikasi.
Mommies juga dapat memanfaatkan BPOM Mobile untuk memeriksa informasi produk dan menyampaikan pengaduan.
Jika anak sudah telanjur mengonsumsi produk yang dicurigai palsu, hentikan pemberian produk tersebut dan konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan, terutama jika anak mengalami keluhan. Simpan kemasan atau sisa produk agar informasi yang diperlukan dapat diperiksa.
Apakah Anak Harus Minum Vitamin Setiap Hari?

Foto: Magnific
Kasus vitamin anak palsu ini juga bisa menjadi momen untuk mengevaluasi kebiasaan kita dalam memberikan suplemen kepada si kecil.
Kadang-kadang, karena ingin anak sehat dan tidak gampang sakit, kita merasa perlu menyediakan vitamin setiap hari. Apalagi jika anak sedang sulit makan sayur, pilih-pilih makanan, atau sering tertular penyakit dari teman sekolahnya.
Namun, tidak semua anak otomatis membutuhkan suplemen tambahan setiap hari. Kebutuhan vitamin bergantung pada usia, pola makan, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing anak.
Dalam artikel Mommies Daily, Dokter Anak Ungkap 7 Kesalahan Orang Tua saat Memberikan Vitamin, dibahas pentingnya memberikan vitamin sesuai kebutuhan anak dan tidak berlebihan atau sembarangan.
Karena itu, jika Mommies ragu apakah si kecil membutuhkan vitamin tambahan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak. Jangan menambah dosis atau menggabungkan beberapa suplemen tanpa memastikan kandungan dan kebutuhannya.
Sebab, tujuan memberikan vitamin adalah membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, bukan sekadar membuat kita merasa sudah melakukan semua hal untuk menjaga kesehatannya.
BACA JUGA: Dokter Anak Ungkap 7 Kesalahan Orang Tua saat Memberikan Vitamin
Lebih Teliti Memilih Vitamin Anak, Tanpa Perlu Panik
Mommies, kasus pembongkaran pabrik vitamin anak palsu di Lampung memang menjadi pengingat bahwa kita perlu lebih teliti saat membeli produk untuk keluarga. Terlebih, sekarang semakin banyak transaksi dilakukan melalui marketplace dan media sosial.
Namun, bukan berarti kita harus langsung takut membeli vitamin atau mencurigai semua produk yang beredar. Kita bisa mulai dengan kebiasaan sederhana: memeriksa izin edar, menerapkan Cek KLIK, memilih penjual tepercaya, dan memastikan produk sesuai dengan kebutuhan anak.
Kalau ada informasi yang meragukan, jangan buru-buru menyebarkannya atau langsung menyimpulkan suatu produk palsu. Cari konfirmasi melalui BPOM atau produsen resmi terlebih dahulu.
Karena saat menyangkut kesehatan anak, teliti sebelum membeli jauh lebih baik daripada menyesal setelah produk digunakan. Yuk, bagikan informasi ini kepada pasangan, keluarga, atau teman sesama orang tua agar semakin banyak yang tahu cara memeriksa vitamin anak sebelum membelinya.
BACA JUGA: Rekomendasi Vitamin Anak untuk Otak dan Meningkatkan Daya Ingat
Cover: Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS