Sorry, we couldn't find any article matching ''

Tiba-tiba Gampang Berkeringat saat Perimenopause? Ini Cara Memilih Deodorant yang Tepat dan Rekomendasi 7 Produknya
Keringat berlebih saat perimenopause memang banyak dialami perempuan. Ini penjelasan, cara memilih deodorant untuk perimenopause, dan rekomendasi 7 produknya.
Mungkin banyak perempuan yang kaget bahwa salah satu gejala perimenopause yang umum adalah serangan hot flash. Kondisi ini bisa membuat perempuan merasa panas secara tiba-tiba dan berkeringat lebih banyak.
“Hot flashes adalah sensasi hangat di wajah, leher, dada, atau sensasi panas yang tiba-tiba dan sangat intens disertai keringat berlebihan. Bisa jadi keringat yang mengalir deras seperti Air Terjun Niagara dari ketiak, atau bisa juga berupa keringat berlebihan di wajah. Setiap wanita berbeda-beda. Namun, hot flashes dapat berlangsung antara satu hingga lima menit, ” jelas Barbara Dehn, RN, MS, NP, FAANP, NCMP, seorang pakar kesehatan di televisi, seperti dikutip dari WomansWorld.
Fenomena perimenopause sering berkeringat ini terjadi akibat penurunan kadar hormon estrogen yang secara langsung memengaruhi hipotalamus, yaitu bagian otak yang berfungsi mengontrol suhu tubuh. Akibatnya, sistem pengatur suhu tubuh menjadi ekstra sensitif dan menganggap suhu tubuh terlalu panas. Hal ini memicu produksi keringat berlebih saat perimenopause di area ketiak, dada, hingga leher.
Bagi banyak perempuan, perubahan ini kerap menimbulkan rasa risih. Apalagi, perubahan hormonal juga dapat merubah pH kulit ketiak sehingga aroma tubuh menjadi lebih tajam dibandingkan biasanya. Langkah praktis paling krusial sebagai salah satu cara mengatasi hot flashes dan baunya adalah memilih dan menggunakan deodorant untuk perimenopause yang tepat.
BACA JUGA: 7 Deodoran Ini Ampuh Bikin Bau Badan Hilang dan Ketiak Wangi Seharian
Cara Memilih Deodorant yang Tepat dan Alami
Berikut adalah panduan cara memilih deodorant untuk perimenopause yang tepat bagi wanita yang sedang memasuki masa perimenopause:
-
Pilih Formula Bebas Aluminium dan Paraben: Mengingat perubahan hormon membuat kulit ketiak lebih mudah teriritasi, sebaiknya pilih deodorant untuk kulit sensitif yang bebas dari aluminium, paraben, dan alkohol.
-
Cari Bahan Alami Pengontrol Bau dan Kelembapan: Pilih rekomendasi deodorant alami yang memanfaatkan bahan alami seperti magnesium hydroxide, cornstarch (pati jagung), atau tawas alami. Bahan-bahan ini membantu menyerap kelebihan keringat tanpa menyumbat kelenjar keringat secara total.
-
Hindari Pewangi Sintetis Menyengat: Wewangian buatan sering kali menjadi pemicu utama gatal dan alergi. Pilih produk tanpa wewangian atau yang menggunakan essential oil alami berkadar ringan.
BACA JUGA: Ketiak Gelap Padahal Rajin Dibersihkan? Ini 10 Penyebab yang Jarang Disadari
7 Rekomendasi Deodorant untuk Perimenopause
Berikut adalah 7 pilihan rekomendasi deodorant untuk wanita perimenopause yang bisa Mommies pertimbangkan untuk membantu mengendalikan bau badan. Fungsi setiap produk bisa berbeda, jadi sesuaikan pilihan dengan kebutuhan kulit dan apakah Mommies ingin mengatasi bau badan, keringat berlebih, atau keduanya.
1. Sukin Natural Deodorant Ocean Mist

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
Merek asal Australia ini dikenal punya produk-produk berbahan alami, termasuk deodorant. Varian Sukin Natural Deodorant Ocean Mist ini memiliki formula tanpa aluminium dan menggunakan campuran bahan berbasis tumbuhan. Kandungan seperti zinc phenolsulfonate, lidah buaya, ekstrak burdock, serta minyak nabati dapat membantu merawat kulit dan mengendalikan bau badan.
Aroma Ocean Mist yang ringan memberikan sensasi segar saat digunakan. Namun, karena produk ini tidak mengandung aluminium sebagai bahan aktif antiperspirant, fungsinya lebih ditujukan untuk membantu mengendalikan bau badan, bukan mengurangi produksi keringat saat hot flashes menyerang.
2. THE BATH BOX Salvia Natural Deodorant

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
Deodoran berbahan alami bisa menjadi pilihan untuk perempuan yang sedang mengalami perimenopause. Kandungan utamanya meliputi AHA, seperti lactic acid, citric acid, dan tartaric acid yang membantu proses eksfoliasi kulit dan dapat membantu mengendalikan bau dengan memengaruhi kondisi permukaan kulit.
Formulanya bebas aluminium dan baking soda, tetapi kandungan asamnya tetap berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Jika ketiak Mommies mudah terasa perih, baru dicukur, atau sedang mengalami iritasi, sebaiknya berhati-hati sebelum menggunakan produk dengan kandungan AHA.
3. Sensatia Botanicals Unscented Natural Deodorant

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
Sensatia Botanicals menghadirkan produk perawatan tubuh berbahan alami. Brand asal Bali ini menawarkan deodorant berbasis minyak kelapa dan pati jagung yang membantu merawat kulit ketiak serta menyerap kelembapan di permukaan kulit. Perpaduan minyak jojoba, ekstrak teh hijau, dan daun pandan menjadi bagian dari formulanya.
Varian unscented bisa dipertimbangkan Mommies yang ingin menghindari tambahan pewangi. Namun, label tanpa pewangi bukan jaminan produk pasti cocok untuk semua jenis kulit. Jika Mommies punya kulit kering atau sensitif terhadap bahan tertentu, tetap periksa daftar kandungan dan lakukan uji tempel sebelum pemakaian rutin.
4. Kopari Aluminum-Free Coconut Deodorant Original

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
Kopari menghadirkan deodorant tanpa aluminium yang mengandalkan bahan seperti minyak kelapa. Produk ini bisa menjadi pilihan bagi Mommies yang ingin membantu mengendalikan bau badan tanpa menggunakan antiperspirant berbahan aluminium.
Memiliki tekstur gel bening, produk ini dirancang agar mudah diaplikasikan pada kulit. Namun, hasil akhir seperti rasa lengket atau kemungkinan meninggalkan noda pada pakaian bisa berbeda bergantung pada jumlah produk yang digunakan dan jenis kain. Formula berbahan alami juga tidak otomatis lebih aman untuk semua kulit, jadi tetap perhatikan reaksi kulit setelah pemakaian.
5. The Body Shop White Musk® Deodorant

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
The Body Shop White Musk Deodorant Roll-On bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga ketiak tetap segar selama beraktivitas. Produk ini mengandung aloe vera yang membantu menjaga kelembapan kulit, serta panthenol yang mendukung perawatan kulit.
Perpaduan aroma musk, jasmine, dan lily of the valley memberikan wangi floral yang lembut. Berbeda dari beberapa pilihan sebelumnya, formulanya mengandung aluminium chlorohydrate yang berfungsi sebagai bahan antiperspirant untuk membantu mengurangi keringat. Mommies yang kulitnya sensitif terhadap pewangi tetap perlu memperhatikan reaksi kulit saat menggunakannya.
6. Biotalk Natural Brightening Deodorant

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
Deodoran ini bisa menjadi pilihan untuk perempuan yang ingin mengontrol bau badan sekaligus merawat kulit ketiak. Kandungan zinc ricinoleate membantu menangkap molekul penyebab bau, sementara niacinamide dikenal sebagai bahan perawatan kulit yang dapat membantu memperbaiki tampilan warna kulit.
Ada juga minyak jojoba untuk membantu menjaga kelembapan serta minyak lavender yang memberikan aroma. Formulanya diklaim bebas aluminium dan alkohol. Namun, minyak esensial seperti lavender tetap bisa memicu iritasi pada sebagian orang, sehingga uji tempel sebelum pemakaian rutin tetap disarankan.
7. Perspirex Comfort Antiperspirant

Foto: Shopee
Link beli: Official Store
Bagi wanita perimenopause yang mengalami keringat berlebih hingga mengganggu aktivitas harian, Perspirex Comfort bisa dipertimbangkan karena merupakan antiperspirant yang dirancang untuk membantu mengurangi keringat. Produk ini menggunakan sistem perawatan kulit yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kenyamanan pemakaian.
Meski begitu, klaim bahwa produk ini memberikan perlindungan efektif hanya dengan satu kali pemakaian perlu disesuaikan dengan petunjuk penggunaan resmi pada kemasan. Varian Comfort juga tidak bisa dianggap pasti bebas iritasi untuk semua orang. Gunakan sesuai petunjuk dan hentikan pemakaian jika muncul rasa perih, gatal, atau kemerahan.
Perlu diingat juga, antiperspirant dapat membantu mengendalikan keringat di area pemakaian, tetapi tidak mengatasi penyebab hot flashes atau night sweats. Jika keringat malam sering membangunkan Mommies dari tidur atau keringat berlebih mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Produk untuk Mencerahkan Ketiak, Wajib Coba!
Perubahan tubuh saat memasuki fase perimenopause, termasuk kemunculan keringat berlebih dan rasa gerah tiba-tiba, merupakan hal yang alami dan tidak perlu membuat Mommies merasa minder. Dengan memilih deodorant untuk perimenopause yang tepat, berformula lembut, serta ramah bagi kulit sensitif, Mommies bisa kembali tampil percaya diri dan tetap nyaman beraktivitas sepanjang hari.
Ingat, setiap kulit memiliki reaksi yang berbeda. Jika Mommies memiliki riwayat kulit ekstra sensitif atau eksim, selalu lakukan tes pada area kecil kulit sebelum menggunakannya secara rutin. Tetap jaga pola makan gizi seimbang, cukupi kebutuhan cairan harian, dan salam sehat selalu untuk Mommies!
Ditulis oleh: Imelda Rahma
Cover: Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS