
Yuk, kenalan dengan muscle mass, bone density, dan balance, tiga elemen penting yang perlu kita jaga seiring bertambahnya usia.
Seberapa sering kita merasa, “Duh, udah jompo banget gue!” dari keluhan yang sehari-hari kita hadapi? Jadi lebih gampang lelah, badan terasa pegal-pegal setelah beraktivitas seharian, serta keluhan seputar penurunan metabolisme; seringkali merasa porsi makan sama dengan 10 tahun lalu, tetapi berat badan lebih gampang naik dan lemak yang menumpuk di area perut. Ternyata hal ini berhubungan erat dengan muscle mass (kepadatan tulang), bone density (kepadatan tulang), dan balance (keseimbangan), tiga elemen penting yang perlu dijaga seiring bertambahnya usia.
Sebuah kenyataan pahit yang mesti kita sadari dan tidak bisa dihindari adalah perempuan akan mengalami sarkopenia, yaitu hilangnya massa dan kekuatan otot secara bertahap mulai usia 30-an.
Baca juga: Jangan Abaikan Sarcopenia pada Wanita! Ini 8 Tanda Massa Otot Mulai Menurun
Meski kita pasti akan mengalaminya, terutama ketika sudah masuk di masa menopause, kita bisa mencegah agar penurunan massa otot ini tidak terjadi secara brutal. Karena pada dasarnya otot menjalani fungsinya yakni:
Maka, penting untuk selalu menjaga kekuatan otot dengan melatihnya, demi mencegah tubuh cepat lelah, metabolisme melambat, dan penurunan fungsi fisik secara keseluruhan.
Selain sarkopenia, perempuan rentan mengalami risiko kehilangan kepadatan mineral tulang seiring waktu, karena akselerasi penurunan estrogen pada perempuan menjelang atau setelah menopause. Berkurangnya kepadatan mineral tulang dikenal dengan dua istilah:
Untuk menjaga kepadatan tulang, beberapa hal berikut perlu menjadi perhatian:
Penuhi kebutuhan Kalsium sebagai bahan utama.
Kebutuhan harian harian orang dewasa sekitar 1.000 – 1.200 mg/hari. Kalsium bisa didapat dari susu, yogurt, keju, ikan berbiji (sarden, teri), tahu, tempe, dan sayuran hijau seperti brokoli atau kale.
Penuhi kebutuhan Vitamin D3 sebagai kunci penyerapan.
Kalsium tidak bisa diserap maksimal oleh usus tanpa vitamin D, yang bisa kita dapatkan dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi (15–20 menit), konsumsi makanan yang tinggi vitamin D, serta mengonsumsi suplemen vitamin D3 sesuai kebutuhan.
Penuhi kebutuhan protein untuk mengisi volume tulang.
Sekitar 50% dari volume tulang terdiri dari protein (kolagen). Asupan protein yang cukup mendukung pembentukan matriks tulang dan menjaga massa otot penopang rangka.
Penuhi juga mikronutrien pendukung (Magnesium, Zinc, & Vitamin K2).
Magnesium dan Zinc membantu mengaktifkan Vitamin D dan mendukung pembentukan mineral tulang. Sementara vitamin K2 membantu mengarahkan kalsium masuk ke dalam jaringan tulang dan mencegahnya mengendap di pembuluh darah.
Baca juga: 8 Rekomendasi Vitamin untuk Tulang
Ketika kita melihat perempuan genZ, nggak usah jauh-jauh, deh, lihat Nona Christy joged sambil cartwheel satu tangan saja, kita pasti langsung berpikir, “Duh, jangan coba-coba, deh, ya! Gawat kalau gak bisa berdiri lagi!”
Kehilangan keseimbangan kerap menjadi keluhan wanita jelang usia 40 tahun. Ada beberapa hal yang memicunya:
Dengan latihan kekuatan otot menggunakan beban, maka kita dapat mengoptimalkan ketiga hal penting ini secara bersamaan. Efeknya, otot kuat, tulang padat, dan keseimbangan yang baik, melindungi kita dari risiko jatuh dan patah tulang.
Yang perlu kita ingat adalah menjaga ketiga elemen penting ini bukan sekadar demi penampilan fisik, melainkan agar tubuh kita tetap berfungsi optimal dan kita tetap bisa beraktivitas secara mandiri (functional independence) meski usia terus bertambah.
Image by Magnific