
Anak sekolah di luar negeri? Ini penjelasan soal ijazah sekolah di luar negeri, penyetaraan, dokumen yang dibutuhkan, dan cara mengurusnya di Indonesia.
Anak sekolah di luar negeri memang punya pengalaman belajar yang berbeda. Namun, bagaimana kalau suatu hari ia kembali ke Indonesia?
Pertanyaan seperti ini wajar muncul, terutama bagi Mommies yang berencana menyekolahkan anak di luar negeri atau harus kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun tinggal di negara lain.
Kabar baiknya, dokumen pendidikan dari sekolah di luar negeri memang punya mekanisme penilaian atau penyetaraan di Indonesia.

Sistem pendidikan setiap negara bisa berbeda, termasuk nama jenjang, kurikulum, sampai bentuk dokumen kelulusannya. Karena itu, Kemendikdasmen menyediakan layanan Penyetaraan Ijazah/Dokumen Hasil Belajar untuk menilai apakah dokumen yang diperoleh dari sistem pendidikan luar negeri setara dengan jenjang pendidikan dalam sistem nasional.
Sementara, dokumen pendidikan yang menjadi persyaratan penyetaraan akan dinilai berdasarkan ketentuan dan jenjang pendidikan yang diajukan. Jenis dokumen yang dibutuhkan juga bisa berbeda sesuai jenjangnya.
Hasil proses tersebut berupa Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah, yang merupakan dokumen administratif pemerintah Indonesia untuk menerangkan padanan pendidikan dari sistem pendidikan luar negeri dalam sistem pendidikan nasional. Penyetaraan tidak mengubah atau menerbitkan kembali ijazah dari sekolah luar negeri. Dokumen asli tetap diterbitkan oleh sekolah atau institusi pendidikan asal.
Penyetaraan berkaitan dengan perbedaan sistem pendidikan luar negeri dan sistem pendidikan nasional. Kemendikdasmen menjelaskan bahwa layanan ini digunakan untuk menilai kesetaraan ijazah atau dokumen hasil belajar dari sistem pendidikan luar negeri dengan jenjang pendidikan dalam sistem nasional.
Kemendikdasmen sendiri menjelaskan bahwa layanan penyetaraan ditujukan antara lain bagi WNI maupun WNA yang menyelesaikan pendidikan SD, SMP, atau SMA di satuan pendidikan asing di luar negeri.
Nah, bagian ini yang sebaiknya jangan disimpan belakangan, Mommies. Kalau memang nantinya membutuhkan penyetaraan, dokumen sekolah anak sebaiknya disimpan dengan rapi sejak awal.
Berdasarkan standar layanan Kemendikdasmen, dokumen yang perlu disiapkan antara lain:
Untuk penyetaraan ijazah SMA, juga diperlukan ijazah SMP atau rapor kelas 9.
Dokumen yang menggunakan bahasa selain Bahasa Inggris perlu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah atau resmi.
BACA JUGA: Tips Menyiapkan Anak Sekolah di Luar Negeri

Ini juga salah satu hal yang sering bikin orang tua khawatir. Bagaimana kalau sekolah di negara tersebut memang tidak menerbitkan ijazah dalam bentuk yang biasa dikenal di Indonesia?
Untuk jenjang SD dan SMP, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa ijazah tidak wajib dilampirkan jika satuan pendidikan asal memang tidak menerbitkannya. Dalam kondisi tersebut, penilaian dapat mengacu pada rapor, disertai bukti atau surat keterangan dari satuan pendidikan asal. Ketentuan ini berbeda dengan penyetaraan jenjang SMA, yang memiliki persyaratan dokumen kelulusan tersendiri.
Namun, untuk penyetaraan jenjang SMA, ijazah, sertifikat, atau diploma tetap wajib dilampirkan. Jadi, aturan dokumennya memang tidak bisa disamaratakan untuk semua jenjang.
Proses pengajuannya dilakukan secara daring melalui layanan resmi Kemendikdasmen. Mommies perlu membuat atau masuk ke akun, memilih layanan penyetaraan ijazah, mengisi data, lalu mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
Setelah itu, permohonan akan diverifikasi dan dinilai. Mommies juga bisa memantau status pengajuan melalui akun dan melengkapi dokumen apabila masih ada yang kurang. Jika permohonan disetujui, Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah dapat diunduh secara daring.
Layanan penyetaraan ijazah dari Kemendikdasmen ini juga tidak dipungut biaya.
BACA JUGA: Sekolah Internasional Menjamin Anak Lebih Sukses?
Nggak perlu sampai begitu, Mommies. Yang penting, sebelum anak berangkat atau selama menjalani sekolah di luar negeri, simpan semua dokumen pendidikannya dengan baik, mulai dari rapor, dokumen kelulusan, transkrip nilai, sampai informasi kurikulum sekolah.
Pasalnya, dokumen-dokumen tersebut memang menjadi bagian penting dalam proses penilaian ketika hasil belajar dari luar negeri perlu digunakan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Jadi, persoalannya bukan apakah ijazah anak dari luar negeri harus “dibuat sama” dengan ijazah Indonesia. Yang lebih penting adalah memastikan dokumen pendidikan anak memenuhi persyaratan untuk dinilai sesuai ketentuan penyetaraan yang berlaku di Indonesia.
Dengan begitu, Mommies bisa fokus memikirkan hal yang lebih seru: anak mau sekolah di negara mana, belajar bahasa apa, dan nanti pulangnya bawa oleh-oleh apa.
BACA JUGA: 10 Mata Pelajaran di Luar Negeri yang Bisa Diterapkan di Indonesia
Cover: Magnific