banner-detik
PARENTING & KIDS

Anak Susah Makan Sayur? Ini Cara agar Anak Terbiasa Makan Sehat

author

Sisca Christina・in 6 hours

Anak Susah Makan Sayur? Ini Cara agar Anak Terbiasa Makan Sehat

Orang tua yang menghadapi anak susah makan sayur perlu menurunkan ekspektasi dan memberi anak waktu untuk mengenal berbagai makanan sehat secara bertahap.

Sudah semangat mengolah sayur dalam berbagai menu, tetapi begitu tersaji di piring, anak justru buru-buru menyingkirkannya. Belum dicoba, sudah bilang, “Nggak mau!” Rasanya seperti melihat sayur saja sudah cukup untuk membuatnya kehilangan selera.

Mommies pernah menghadapi drama anak susah makan sayur seperti ini?

Anak yang susah makan sayur dan makanan sehat lainnya memang bisa menguras kesabaran. Sudah memikirkan menu, mencoba berbagai olahan, hingga memastikan asupan gizinya, tetapi sayur tetap berakhir di pinggir piring. Dipaksa makan, anak bisa semakin menolak; dibiarkan, orang tua pun khawatir kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.

Lantas, bagaimana cara membantu anak agar lebih terbiasa makan makanan sehat?

Kuncinya, orang tua perlu menurunkan ekspektasi bahwa anak harus langsung suka sayur. Sebab, bagi anak yang belum terbiasa, menyukai makanan sehat adalah sebuah proses. Alih-alih memaksa, beri anak ruang untuk berkenalan dengan berbagai makanan sehat secara perlahan dan tanpa tekanan.

Baca juga: Anak Susah Makan? Konsultasikan ke 18 Dokter Gizi Anak Tepercaya Ini

Tips agar anak susah makan sayur lebih terbiasa makan sehat

1. Kenalkan sayur secara bertahap

Cobalah untuk memberi anak sayur atau makanan sehat lainnya dalam porsi kecil terlebih dahulu. Apabila anak bersedia untuk memakan satu potong kecil brokoli atau wortel dulu, berikan apresiasi. Lumayan banget, lho, dari yang nggak mau sama sekali, menjadi mau makan sedikit saja.

Di lain waktu, tawarkan kembali dengan jenis atau olahan yang berbeda. Tujuannya bukan membuat anak langsung menghabiskan sayur, melainkan membangun rasa familiar terhadap makanan tersebut.

2. Coba beragam jenis dan cara mengolah sayur

Ada anak yang lebih suka sayur ditumis, direbus, dikukus, dibuat sup, atau diolah bersama protein. Jangan jenuh mencoba berbagai jenis sayur dan cara mengolahnya, agar mommies tahu jenis sayur dan olahan mana yang lebih disukai anak.

3. Jangan menyamarkan sayur atau memodifikasi hingga sayur berubah bentuk

Terkadang, ketika sudah kehabisan akal, demi anak makan sayur, kita olah sayur hingga berubah bentuk sama sekali. Misalnya, dibuat jadi nugget sayur, dimasukkan sebagai campuran ke telur dadar, dijadikan keripik, dan seterusnya.

Nggak sepenuhnya salah sih, namun jika mommies menjelmakan sayur menjadi lauk, maka anak jadi tidak tahu rasa dan bentuk asli sayur. Alhasil, bisa semakin sulit makan sayur dalam bentuk sebenarnya.

Ingatlah bahwa makanan yang diolah seminim mungkin, dan masih kelihatan bentuk aslinya (whole food) tentu lebih sehat. Tujuan akhir kita bukan untuk membuat anak sekadar “mau makan sayur”, tetapi membiasakan anak mau makan sayur dengan sadar, bukan dikamuflase.

Baca juga: 4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Anak saat Sarapan Menurut Ahli Gizi

4. Libatkan anak dalam prosesnya

anak susah makan sayur

Foto: Magnific

Sesekali, ajak anak untuk ikut berbelanja ke pasar atau supermarket. Biarkan ia melihat, menyentuh dan memilih langsung sayur yang diminatinya. Setelah itu, ajak anak memasak sayur di dapur; biarkan ia berkenalan dengan sayuran versi mentah. Biasanya, anak tertarik untuk mencoba sayur yang mereka pilih dan mengolahnya.

5. Jangan iming-imingi makanan lain demi anak mau makan sayur

“Kalau sayurnya habis, baru boleh makan dessert,” mungkin terdengar wajar. Padahal, ini akan membuat anak merasa terpaksa makan sayur, karena yang ia kejar sebenarnya adalah dessert-nya. Jangan jadikan sayur nomor dua di meja makan. Berikan makanan sehat sebagai bagian yang wajar dari menu sehari-hari.

6. Kenalkan beragam makanan sehat, bukan hanya sayur

anak susah makan sayur

Foto: Image by topntp26 on Magnific

Selain sayur, anak juga perlu mengonsumsi makanan bergizi lainnya seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, serta sumber karbohidrat yang sesuai dengan kebutuhan anak. Menu yang beragam membantu anak mengenal lebih banyak rasa, tekstur, dan jenis makanan. Dari sini, anak perlahan dapat membangun preferensi makanan yang lebih bervariasi.

Jadi, ketika anak belum mau makan sayur tertentu, orang tua tetap dapat memberikan pilihan makanan sehat lainnya tanpa menjadikan satu jenis makanan sebagai satu-satunya ukuran pola makan sehat.

Baca juga: Resep Serba Ikan. Full Protein dan Menggugah Selera.

7. Jadikan momen makan sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi anak

Ciptakan waktu makan bersama keluarga secara rutin, dengan suasana tenang dan menyenangkan. Ini akan membantu meningkatkan mood makan anak. Paling tidak, jika mood anak baik, ia memiliki keinginan untuk mencoba makanan baru.

Sesekali, ceritakan juga bagaimana proses sayuran, ikan atau daging tersebut tumbuh atau berkembang; apa kandungan gizinya, apa manfaatnya bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak ketika mereka mengonsumsinya. Siapa tahu, jika tahu bahwa makanan sehat bisa membantunya tumbuh tinggi, bertambah besar, kulitnya bagus dan otaknya cerdas, ia lebih tergerak untuk makan makanan sehat.

8. Hindari melabel anak

“Ah si kakak mah emang susah banget makan sayur”

“Duh adek nih nggak mau banget deh makan daging. Keras katanya!”

Menciptakan label negatif hanya akan menurunkan semangat mommies sendiri untuk mendorong anak mau makan makanan sehat.

Ingat, selera makan anak dapat berubah seiring bertambahnya usia dan semakin banyaknya pengalaman mereka dengan berbagai jenis makanan. Jadi, nggak suka hari ini dan besok, bisa jadi bulan depan mereka mau mencoba. Membangun kebiasaan makan sehat membutuhkan proses, dan setiap anak punya waktunya sendiri untuk berhasil.

9. Orang tua jadi teladan

Paling mudah mengajarkan anak untuk terbiasa makan sehat adalah dengan memperlihatkan perilaku tersebut di rumah. Jika kita memperlihatkan bahwa makan sayur, ikan dan daging itu nikmat, maka lama-kelamaan bisa timbul keinginan anak untuk ikut mencoba. Ketika anak memiliki contoh yang bisa mereka ikuti, ini adalah awal yang baik.

10. Terus mencoba

Jangan mengganti makanan sehat dengan makanan sekadar nikmat namun miskin gizi agar anak mau makan. Ketika anak terbiasa melihat masakan sehat mommies di rumah, nanti ia juga akan paham dan terbiasa bahwa itulah makanan bergizi yang sepatutnya ia konsumsi sehari-hari.

Dengan pendekatan yang konsisten dan tanpa paksaan, anak dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal berbagai makanan dan perlahan membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.

Baca juga: Anak Susah Makan? Ini 12 Cara yang Bisa Orang Tua Lakukan

Cover: Magnific

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan