banner-detik
LIFESTYLE

Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah

author

Mommies Daily・in 6 hours

Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah

Sering buka jendela tapi rumah malah makin gerah? Ketahui waktu yang tepat membuka jendela, cara ventilasi silang, dan tips agar AC tidak boros listrik.

Pernah merasa rumah malah semakin panas setelah semua jendela dibuka? Ternyata, hal ini cukup masuk akal. Membuka jendela memang membantu pertukaran udara, tetapi kalau udara di luar sedang lebih panas daripada di dalam rumah, yang masuk bukan kesejuka melainkan udara panas.

Menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA), secara umum jendela sebaiknya dibuka ketika udara di luar lebih dingin daripada udara di dalam. Sebaliknya, ketika udara luar lebih panas, jendela justru sebaiknya ditutup untuk membantu mempertahankan suhu yang lebih rendah di dalam rumah.

Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah
Foto: Vidar Nordli-Mathisen/Unsplash

Jadi, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk membuka jendela?

Baca juga: 7 Rekomendasi Air Fryer Hemat Listrik dan Low Watt untuk Keluarga, Worth It Dibeli!

1. Pagi hari sebelum udara mulai panas

Pagi hari bisa menjadi salah satu waktu yang tepat untuk melakukan pergantian udara, terutama ketika suhu luar masih lebih rendah dibandingkan suhu di dalam rumah.

Manfaatkan momen ini untuk membuka beberapa jendela dan pintu agar udara bergerak dan udara yang pengap dari dalam rumah bisa keluar.

Namun, tidak ada patokan jam yang berlaku untuk semua rumah. Perhatikan kondisi suhu di luar dan di dalam. Jika udara luar sudah terasa lebih panas, saatnya menutup kembali jendela.

2. Malam hari ketika udara luar sudah lebih sejuk

Ketika suhu di luar mulai turun pada malam hari, membuka jendela dapat membantu mengeluarkan panas yang tersimpan di dalam rumah.

EPA juga menyebutkan bahwa pada malam hari, ketika udara lebih dingin, jendela dapat dibuka dan kipas digunakan untuk membantu membuang udara panas dari ruangan atau menarik udara yang lebih sejuk ke dalam.

Baca juga: AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini!

3. Jangan membuka jendela ketika udara luar lebih panas

Kalau siang hari suhu di luar rumah sudah lebih tinggi daripada suhu di dalam, membuka jendela lebar-lebar justru dapat memasukkan udara panas.

EPA merekomendasikan menutup jendela ketika udara luar lebih panas daripada udara di dalam. Pada kondisi panas, jendela yang terkena sinar matahari pagi dan sore juga sebaiknya diberi penutup seperti tirai, blinds, awning, atau shading untuk mengurangi panas yang masuk.

Buka jendela ketika udara luar membantu mendinginkan rumah, tutup ketika udara luar justru membuatnya semakin panas.

Biar Nggak Boros AC, Ketahui Waktu yang Tepat Membuka Jendela Rumah
Foto: Nathan Fertig/Unsplash

4. Coba buka jendela yang berseberangan

Membuka jendela atau pintu di sisi yang berlawanan dapat menciptakan cross-ventilation, yaitu aliran udara yang bergerak melewati rumah sehingga pertukaran udara menjadi lebih efektif.

EPA menjelaskan bahwa membuka jendela atau pintu pada sisi berlawanan dan membiarkan pintu interior tetap terbuka dapat meningkatkan ventilasi alami.

Misalnya, jendela di ruang depan dibuka, sementara jendela di bagian belakang rumah juga dibuka. Udara memiliki jalur untuk masuk dan keluar, bukan hanya berhenti di satu ruangan.

5. Kipas bisa membantu mengeluarkan udara panas

Kipas tidak benar-benar mendinginkan udara seperti AC. Namun, penempatannya dapat membantu menggerakkan udara dan mempercepat ventilasi.

Saat udara luar lebih sejuk, kipas yang diarahkan ke luar jendela dapat membantu membuang udara panas dari ruangan. Sementara itu, jendela atau pintu lain dapat menjadi jalur masuk udara yang lebih sejuk.

Jadi, daripada hanya menyalakan kipas di tengah ruangan, manfaatkan juga posisi jendela untuk membantu mengalirkan udara.

Baca juga: 9 Rekomendasi Air Purifier untuk Keluarga, Bantu Saring Debu di Rumah

6. Jangan buka jendela saat kualitas udara luar sedang buruk

EPA menyarankan menghindari ventilasi dengan udara luar ketika polusi udara atau kadar kelembapan sedang tinggi, atau ketika kondisi cuaca ekstrem.

Artinya, sebelum membuka jendela, bukan cuma suhu yang perlu diperhatikan. Cek juga kondisi udara di lingkungan sekitar.

Kalau sedang banyak asap, debu, atau polusi, membuka jendela lebar-lebar justru bisa membawa partikel tersebut masuk ke dalam rumah.

Foto: MIROV/Unsplash

7. Setelah rumah terasa cukup sejuk, tutup kembali

Begitu suhu di dalam rumah sudah terasa lebih nyaman dan udara luar mulai kembali panas, jangan lupa menutup jendela dan tirai, terutama jendela yang terkena sinar matahari langsung.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan udara sejuk yang sudah berhasil masuk dan mengurangi panas baru dari luar.

Jadi, mulai sekarang jangan sekadar bertanya, “Sudah buka jendela belum?” Coba cek dulu: udara di luar sedang membantu mendinginkan rumah atau malah membawa panas masuk?

Baca juga: 7 Rekomendasi Mesin Cuci Hemat Listrik dan Air, Berguna In This Economy

Cover: Waldemar Brandt/Pexels

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan