Perlengkapan Mandi Remaja: 8 Barang yang Sebaiknya Mulai Disiapkan

Lifestyle

Katharina Menge・in 5 hours

detail-thumb

Perlengkapan mandi remaja bukan cuma sabun dan sampo. Ini 8 kebutuhan personal hygiene yang bisa mulai Mommies siapkan untuk anak.

Dulu isi kamar mandi anak paling cuma sabun, sampo, sikat gigi, dan pasta gigi. Begitu mulai masuk masa pubertas, kok tiba-tiba barangnya bertambah? Ada deodorant, facial wash, pembalut, sampai alat cukur yang mulai masuk daftar belanja.

Tenang, Mommies. Anak nggak harus punya satu rak kamar mandi yang isinya produk seperti beauty influencer. Memasuki pubertas memang membuat tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk kulit dan rambut yang lebih berminyak, keringat dan bau badan yang berubah, serta tumbuhnya rambut di area tubuh tertentu. Artinya, kebutuhan personal hygiene mereka pun perlahan ikut berubah.

Jadi, apa saja perlengkapan mandi remaja yang sebenarnya perlu mulai disiapkan di rumah?

BACA JUGA: Skincare Remaja: Mana yang Wajib dan Mana yang Nggak Perlu?

8 Perlengkapan Mandi Remaja yang Bisa Disiapkan Mommies

Foto: Magnific

1. Sabun mandi yang nyaman untuk kulit

Sabun mandi tentu masih jadi penghuni tetap kamar mandi. Bedanya, saat anak mulai remaja, Mommies bisa mulai mengajarkan bahwa sabun bukan sekadar soal “yang penting wangi dan berbusa banyak”.

Pilih sabun yang nyaman di kulit dan tidak membuat kulit terasa terlalu kering atau perih setelah mandi. Anak juga perlu dibiasakan membersihkan area tubuh yang mudah berkeringat, terutama setelah aktivitas fisik.

Menurut Nemours KidsHealth, mandi atau shower secara rutin dengan sabun yang lembut dapat membantu membersihkan bakteri yang berkontribusi terhadap bau badan. Mengganti pakaian, pakaian dalam, dan kaus kaki setiap hari juga termasuk kebiasaan kebersihan yang penting.

2. Deodorant, saat anak memang mulai membutuhkannya

Salah satu momen yang bikin Mommies sadar, “Wah, anakku sudah besar,” adalah ketika bau badan mulai muncul. Tiba-tiba aroma khas sepulang sekolah bukan lagi cuma berasal dari sepatu olahraga.

Tidak ada keharusan anak harus mulai memakai deodorant di usia tertentu. Nemours KidsHealth menyebut deodorant dapat digunakan ketika bau badan mulai muncul, yang sering terjadi saat pubertas. Jika ingin mulai menggunakannya, pilih produk yang lembut dan hentikan pemakaian bila muncul kemerahan, gatal, atau iritasi.

Yang nggak kalah penting, jangan menjadikan bau badan sebagai bahan bercandaan. Tujuan mengenalkan deodorant adalah membantu anak merawat tubuhnya, bukan membuatnya merasa ada yang salah dengan dirinya.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Jadi Penyebab Bau Badan pada Remaja dan Sering Nggak Disadari

3. Sampo yang sesuai kondisi rambut

Kalau dulu anak bisa keramas tanpa banyak drama, memasuki pubertas rambutnya mungkin mulai punya “kepribadian” sendiri. Baru keramas pagi, sore sudah lepek lagi.

Perubahan hormon saat pubertas dapat membuat kulit kepala dan rambut menjadi lebih berminyak. Nemours KidsHealth menyebut frekuensi keramas bisa disesuaikan dengan kondisi rambut; anak dengan rambut yang lebih berminyak mungkin perlu keramas setiap hari atau dua hari sekali.

Mommies nggak perlu buru-buru membeli lima jenis sampo. Cukup bantu anak mengenali kondisi rambutnya dan memilih produk yang nyaman digunakan.

4. Conditioner kalau rambut memang membutuhkannya

Conditioner bukan barang wajib untuk semua remaja. Namun, kalau rambut anak panjang, mudah kusut, kering, atau susah diatur, produk ini bisa membantu membuat rambut lebih mudah dirawat.

Yang perlu diajarkan justru cara pakainya. Tidak perlu dituangkan dari akar sampai ujung rambut seperti sedang keramas dua kali; biasanya conditioner cukup diaplikasikan pada bagian rambut yang memang membutuhkan kelembapan.

Jadi, kalau anak bilang, “Rambutku kok kusut terus?” mungkin jawabannya bukan selalu beli sampo baru. Bisa jadi ia memang membutuhkan conditioner.

5. Facial wash yang sederhana

Nah, ini mungkin mulai muncul ketika wajah anak ikut mengalami perubahan. Saat pubertas, hormon dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit sehingga komedo dan jerawat menjadi lebih umum.

Mommies bisa mengenalkan facial wash yang lembut sebagai bagian dari kebiasaan membersihkan wajah. Namun, jangan sampai satu jerawat langsung berujung pada satu keranjang skincare.

Dermatolog Marisa Garshick, MD, FAAD, dari American Academy of Dermatology menekankan bahwa rutinitas skincare remaja tidak perlu rumit. Dasarnya cukup membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit bila diperlukan, dan menggunakan perlindungan dari sinar matahari.

Untuk kebutuhan skincare remaja yang lebih detail, Mommies bisa membaca artikel khusus di Mommies Daily agar pembahasan di sini tetap fokus pada personal hygiene.

6. Produk menstruasi untuk anak yang sudah mulai atau sedang bersiap menstruasi

Untuk anak perempuan, stok pembalut atau produk menstruasi yang biasa digunakan sebaiknya sudah tersedia sebelum menstruasi pertama datang.

UNICEF menyarankan orang tua mulai membicarakan menstruasi sebelum first period dan menjadikannya obrolan yang berlangsung bertahap, bukan satu “kuliah menstruasi” dalam satu malam. Anak juga perlu tahu bahwa menstruasi adalah proses tubuh yang normal dan tidak perlu membuatnya malu.

Mommies juga bisa menyiapkan beberapa pembalut di tempat yang mudah dijangkau anak. Jadi ketika menstruasi tiba-tiba datang saat sedang terburu-buru, tidak ada adegan bongkar seluruh laci kamar mandi.

Dan pembicaraan soal menstruasi sebaiknya tidak hanya diberikan kepada anak perempuan. UNICEF Indonesia juga pernah mengembangkan edukasi pubertas dan kebersihan menstruasi untuk remaja perempuan dan laki-laki, karena pemahaman yang baik dapat membantu mengurangi stigma, ejekan, dan kesalahpahaman.

7. Alat untuk merawat rambut tubuh, kalau anak membutuhkannya

Foto: Magnific

Memasuki pubertas, rambut bisa mulai tumbuh di ketiak dan area tubuh lain. Nah, apakah harus dicukur? Tidak harus.

Kalau anak merasa lebih nyaman mencukur atau merapikannya, Mommies bisa mengajarkan cara menggunakan alat cukur dengan aman dan menjaga kebersihannya. Sebaliknya, kalau anak tidak merasa perlu, tidak ada kewajiban untuk menghilangkan rambut tubuh hanya karena sudah memasuki pubertas.

Yang penting, keputusan tersebut tidak lahir dari rasa malu karena komentar orang lain.

BACA JUGA: Cegah Bau Badan dan Kaki pada Anak Pra-Remaja, Ajarkan Mereka Deretan Hal Ini!

8. Handuk pribadi dan perlengkapan kecil yang memang dipakai sendiri

Ini mungkin bukan barang yang paling menarik untuk masuk shopping list, tetapi justru penting ketika anak mulai belajar mandiri.

Pastikan anak punya handuk sendiri, tahu kapan harus menggantinya atau mencucinya, dan membiasakan handuk dikeringkan dengan baik setelah digunakan. Perlengkapan pribadi seperti sisir, sikat gigi, dan alat cukur juga sebaiknya tidak digunakan bergantian.

Di fase ini, Mommies bukan cuma sedang menambah isi kamar mandi. Mommies sedang mengajarkan anak bahwa beberapa barang memang menjadi tanggung jawab pribadinya.

Nggak Perlu Dibeli Sekaligus, Mommies

Nah, ini yang kadang bikin orang tua terjebak. Begitu anak mulai pubertas, rasanya semua barang harus dibeli sekaligus: sabun baru, sampo baru, deodorant, facial wash, body lotion, sunscreen, ini-itu.

Padahal, perlengkapan mandi remaja tidak harus sama untuk setiap anak. Ada yang lebih dulu membutuhkan deodorant, ada yang rambutnya mulai cepat berminyak, ada yang sudah mengalami menstruasi, sementara anak lainnya mungkin belum membutuhkan produk tertentu.

Nemours KidsHealth juga menekankan bahwa perubahan seperti rambut berminyak, keringat, bau badan, dan rambut tubuh merupakan bagian normal dari pubertas. Jadi, yang paling penting bukan seberapa banyak produk yang ada di kamar mandi, melainkan apakah anak sudah tahu cara merawat tubuhnya.

BACA JUGA: 8 Face Wash untuk Praremaja, Aman Dipakai Anak Usia 9–13 Tahun

Saatnya Mommies Pelan-Pelan Lepas Pegangan

Ada fase ketika Mommies masih harus mengingatkan, “Ayo mandi!” atau “Jangan lupa keramas!”

Tapi semakin besar, targetnya bukan lagi Mommies yang hafal kapan anak terakhir keramas. Anaklah yang mulai tahu kapan rambutnya perlu dicuci, kapan deodorant dibutuhkan, kapan harus mengganti pembalut, dan kapan kulitnya butuh perhatian.

Jadi, kalau sekarang isi kamar mandi mulai berubah seiring anak tumbuh besar, sebenarnya bukan cuma barangnya yang bertambah. Kemandiriannya juga sedang tumbuh.

Cover: Magnific