Sorry, we couldn't find any article matching ''

7 Kesalahan yang Bikin Bekas Jerawat Makin Susah Hilang, Jangan Dilakukan!
Bekas jerawat susah hilang? Bisa jadi beberapa kebiasaan ini justru bikin noda makin lama pudar. Cek 7 kesalahan yang perlu dihindari!
Jerawatnya sudah pergi, tapi bekasnya kok malah betah? Duh, rasanya memang bikin gemas. Apalagi kalau sudah rajin skincare, tetapi noda hitam atau kemerahan di wajah masih terlihat jelas.
Sebelum buru-buru menambah produk skincare, coba cek lagi kebiasaan sehari-hari. Bisa jadi ada beberapa hal yang tanpa sadar justru membuat bekas jerawat semakin lama memudar.
Perlu diketahui, “bekas jerawat” juga tidak selalu berarti acne scar. Noda merah atau kecokelatan setelah jerawat sembuh bisa termasuk perubahan warna kulit pascaperadangan (post-inflammatory erythema atau post-inflammatory hyperpigmentation/PIH), sementara acne scar biasanya berupa perubahan tekstur kulit seperti cekungan atau jaringan parut. PIH juga cenderung lebih lama terlihat pada kulit yang lebih gelap.
BACA JUGA: Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Nah, ini beberapa kesalahan yang sebaiknya Mommies hindari.
1. Masih suka memencet jerawat

Foto: Hanna Pad/Pexels
“Cuma satu kok, biar cepat kempes.”
Siapa yang sering berkata begitu? Mommies, Daddies, kita semua mungkin pernah tergoda. Namun, memencet atau mengorek jerawat justru dapat menambah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas gelap maupun scar.
Solusinya: sebisa mungkin biarkan jerawat sembuh tanpa disentuh. Kalau terasa gemas, coba gunakan pimple patch atau jauhkan tangan dari area wajah.
2. Terlalu rajin melakukan eksfoliasi
Karena ingin bekas jerawat cepat hilang, eksfoliasi dilakukan hampir setiap hari. Padahal, kulit yang sedang mengalami peradangan belum tentu membutuhkan “dorongan” sebanyak itu.
Scrub atau produk eksfoliasi yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan membuat kondisi jerawat maupun bekasnya terlihat semakin buruk.
Solusinya: fokus dulu pada skincare yang lembut. Eksfoliasi bukan perlombaan, kulit membutuhkan waktu untuk memperbaiki dirinya.
BACA JUGA: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Sesuai Jenisnya: PIE, PIH, sampai Bopeng
3. Sering gonta-ganti skincare
Baru pakai produk A selama beberapa hari, merasa belum terlihat hasilnya, lalu pindah ke produk B. Minggu berikutnya mencoba produk C. Familiar?
Masalahnya, terlalu sering mengganti produk dapat membuat kulit teriritasi. Beberapa bahan aktif untuk acne dan bekas jerawat juga memang membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga beberapa bulan untuk menunjukkan hasil.
Solusinya: pilih rutinitas yang sederhana dan konsisten. Kalau ingin mencoba bahan aktif baru, perkenalkan secara bertahap.
4. Lupa memakai sunscreen
Ini salah satu yang sering dianggap sepele. Padahal, paparan UV dapat membuat hiperpigmentasi pascaperadangan menjadi semakin gelap. Karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari merupakan bagian penting dalam membantu mencegah noda semakin sulit memudar.
Solusinya: gunakan sunscreen broad-spectrum setiap pagi dan aplikasikan ulang sesuai kebutuhan, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan.

Foto: TBD Tuyên/Pexels
5. Menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus
Retinol, AHA, BHA, vitamin C, dan berbagai bahan pencerah memang punya manfaat masing-masing. Namun, bukan berarti semuanya harus dipakai bersamaan.
Kulit yang terlalu banyak mendapat bahan aktif berisiko mengalami iritasi. Dan ketika kulit semakin meradang, masalah pigmentasi juga bisa semakin sulit ditangani.
Solusinya: tidak perlu mengejar semua bahan aktif sekaligus. Sesuaikan dengan kondisi kulit dan, jika perlu, konsultasikan dengan dokter kulit.
6. Fokus menghilangkan bekas, tapi jerawat aktif tidak ditangani
Kalau jerawat baru terus bermunculan, kulit akan terus mengalami proses peradangan baru. Artinya, bekas lama belum sempat memudar, sudah muncul “calon bekas” berikutnya.
Dermatolog menyarankan agar acne dan dark spots ditangani secara bersamaan. Mengendalikan jerawat juga membantu mencegah terbentuknya noda dan scar baru.
Solusinya: jangan hanya mencari produk pencerah. Pastikan masalah jerawat aktif juga mendapatkan penanganan yang tepat.
7. Terlalu sering menyentuh atau mengorek kulit
Kadang bukan hanya jerawat yang kita pencet. Kulit terasa sedikit kasar, ada komedo kecil, atau ada bekas yang terasa mengganjal, lalu tangan otomatis mengorek.
Kalau kebiasaan ini sulit dihentikan, terutama saat sedang stres atau cemas, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Skin picking dapat menjadi perilaku berulang yang memang sulit dikontrol pada sebagian orang.
Solusinya: perhatikan kapan keinginan untuk mengorek biasanya muncul. Jaga kuku tetap pendek, sibukkan tangan, atau gunakan pelembap ketika dorongan untuk menyentuh kulit muncul. Jika sampai menyebabkan luka atau mengganggu keseharian, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional.
BACA JUGA: Jerawat di Hidung Bisa Berbahaya, Ini Risiko dan Cara Aman Menanganinya

Foto: Hanna Pad/Pexels
Jadi, bagaimana supaya bekas jerawat lebih cepat membaik?
Kuncinya justru bukan semakin banyak produk, Mommies. Mulai dari hal-hal dasar: jangan memencet jerawat, gunakan skincare yang lembut, lindungi kulit dari matahari, tangani jerawat aktif, dan konsisten dengan rutinitas.
Kalau yang tersisa adalah cekungan, jaringan parut, atau scar yang cukup dalam, skincare rumahan mungkin tidak cukup. Jenis dan kedalaman acne scar berbeda-beda, sehingga pilihan treatment, seperti microneedling, laser, peeling, atau tindakan lainnya, sebaiknya ditentukan setelah pemeriksaan dokter kulit.
Dan satu lagi: jangan buru-buru menyerah hanya karena bekas jerawat belum hilang dalam hitungan minggu. Perubahan warna kulit setelah jerawat memang dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membaik.
Cover: Ron Lach/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS