banner-detik
EDUCATION

Jeremia Habel Novano Manurung: Buktikan Anak SMK juga Bisa Bersaing dan Kuliah di Luar Negeri

author

Sisca Christina・in 3 hours

Jeremia Habel Novano Manurung: Buktikan Anak SMK juga Bisa Bersaing dan Kuliah di Luar Negeri

Ketika SMK sering dipandang sebagai jalur untuk langsung bekerja, Jeremia Habel Novano Manurung justru membuktikan bahwa pilihan itu bisa membawanya meraih beasiswa untuk kuliah di Cina.

Pada umumnya, ketika seorang anak mengenyam pendidikan SMK, ia akan lantas bekerja setelah lulus sekolah. Tak heran, sebab jalur SMK memang dirancang dengan penekanan pada keterampilan dan kesiapan kerja. Namun sebetulnya, jalur vokasi bisa membawa anak ke berbagai peluang global, termasuk  melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hingga ke luar negeri; dan Jeremia Habel Novano Manurung adalah contoh konkretnya.

Lulusan SMK Mitra Industri MM2100 yang akrab disapa Jemy ini justru membawa keahlian yang dipelajarinya di bangku SMK untuk melangkah lebih jauh: melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui beasiswa penuh di salah satu perguruan tinggi di Cina.

Sebelumnya, ia tak pernah membayangkan akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Namun, ketika akhirnya ia berhasil meraihnya: “Rasanya terharu, campur aduk, nggak nyangka,” kenang Jemy.

Cerita Jemy bukan semata tentang beasiswa atau kuliah di luar negeri. Lebih dari itu, kisahnya adalah tentang kemampuan untuk mengenali potensi diri dan berani bermimpi. Simak kisah inspiratifnya berikut ini.

Jeremia Habel Novano Manurung: Memilih SMK karena Tahu Minat dan Bakatnya

Ketertarikan Jemy pada dunia teknik sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Ketika tiba waktunya menentukan apakah akan melanjutkan ke SMA atau SMK, ia berdiskusi dengan orang tuanya. Jemy kemudian memilih SMK karena merasa lebih tertarik dengan pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan dan praktik. Sang ayah, yang juga memiliki latar belakang di bidang teknik mesin, turut memperkenalkannya pada dunia tersebut.

“Sejak kecil, aku senang mengutak-atik sesuatu. Rasanya ada tantangan untuk menyelesaikan apa yang kelihatannya nggak bisa diselesaikan. Ternyata nggak sulit, dan aku suka tantangan itu. Akhirnya aku mempertimbangkan untuk masuk SMK antara jurusan teknik mesin atau elektro. Kemudian diterima di teknik mesin,” tutur Jemy.

Jeremia Habel Novano Manurung

Foto: dokumentasi pribadi

Pilihan tersebut bukan berarti Jemy ingin berhenti belajar setelah lulus SMK. Sejak awal, ia sudah memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah. Pilihan SMK justru memberinya bekal keterampilan yang lebih spesifik sekaligus membantu dirinya mengenali bidang yang ingin ditekuni.

“Saya tahu passion saya di teknik. Anak teknik itu kan kelihatan keren, ya? Hahaha. Tapi nggak karena itu juga, sih. Saya cukup paham dengan minat dan bakat saya; dan rasanya saya akan lebih bisa bersaing dengan memiliki keahlian. Dengan masuk SMK, justru saya bisa menggali potensi lebih awal.” ujarnya.

Baca juga: Aleandra Rea Nathani: Potret Siswa Homeschooling Multitalenta, Dari Medali Emas di Gymnastic Hingga Aksi Sosial

Awalnya Ingin Kuliah di Universitas Brawijaya, Tapi Peluang Membawanya Kuliah ke Cina

Setelah naik kelas 12, Jemy mulai mempersiapkan rencana kuliah. Awalnya, ia berencana untuk melanjutkan pendidikan S1 Teknik Mesin di Universitas Brawijaya. Ia bahkan sempat mengikuti try out dan memiliki peluang untuk masuk ke jurusan yang diinginkannya.

Namun, sebuah kesempatan mengubah arah rencananya.

“Sekitar awal tahun ini, aku mendapat informasi mengenai program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Cina. Setelah mencari informasi dan berkonsultasi dengan beberapa pihak, melalui fase bimbang dan ragu, akhirnya aku membulatkan tekad untuk ikut program beasiswa, dan batal ikut SNBT,”kisah Jemy.

“Pertimbangannya adalah aku tertarik untuk belajar di luar negeri, dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Aku bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, mendapat banyak pengalaman baru, belajar bahasa, dan banyak hal lainnya. Dari segi biaya, setelah dihitung, akan lebih murah kuliah di Cina ketimbang di Brawijaya, sedangkan aku masih ada dua adik lagi yang masih membutuhkan biaya pendidikan. Papa mama dukung apapun yang aku pilih,” terang Jemy.

Jeremia Habel Novano Manurung
Jeremia Habel Novano Manurung: Buktikan Anak SMK juga Bisa Bersaing dan Kuliah di Luar Negeri
Foto: dokumentasi pribadi

Kemudian Jemy mulai mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan. Pengumuman yang semula dijadwalkan pada Juni bahkan sempat mundur hingga Juli.

“Aku galau banget saat menunggu pengumuman. Melihat teman-teman diterima di Universitas Brawijaya, jurusan yang sejak awal aku inginkan, rasanya bikin aku campur aduk. Tetapi aku memilih tetap menjalani prosesnya; hingga tiba pengumuman aku diterima di Jiangsu Shipping College, Nantong, Cina, melalui program beasiswa penuh.

“Aku akan kuliah selama 3 tahun, jenjang D3, jurusan Shipbuilding, bidang yang mencakup perancangan, perbaikan, pemberdayaan kapal, hingga teknik kemaritiman. Setelah lulus nantinya saya bisa kerja di bidang perkapalan, engine pabrik, teknik mesin, kelistrikan, dan lain-lain.

“Beasiswa mencakup biaya pendidikan selama tiga tahun dan asrama. Sementara itu, biaya asuransi, izin tinggal, dan kebutuhan hidup ditanggung orang tua. Setelah semua persiapan siap, termasuk persiapan mental, akupun berangkat. Dari sekolahku, ada total 9 anak yang diterima di perguruan tinggi Cina” papar Jemy.

Sebagai informasi, perguruan tinggi ini juga memiliki kerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

Baca juga: Nakeisha Alaika: Aktif di Sekolah, Kini Lolos ke 6 Universitas Luar Negeri!

Siswa SMK Juga Bisa Bersaing!

Perjalanan Jemy membuatnya melihat kembali bagaimana masyarakat memandang siswa SMK. Baginya, kesempatan yang ia dapat menjadi bukti bahwa pilihan SMK tidak harus membatasi mimpi seorang anak. Justru dengan memiliki keahlian tertentu, seorang siswa bisa memiliki bekal yang berbeda ketika melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia profesional.

“Menurut saya, masih ada pandangan bahwa anak SMK terpatok untuk langsung kerja (setelah lulus). Padahal, anak SMK juga bisa bersaing! Justru, pendidikan vokasi memberikan keterampilan spesifik yang juga bisa menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya.”

Besarnya Peran Orang Tua Bagi Jemy

Di balik keputusan-keputusan besar Jemy, ada peran orang tua yang baginya sangat penting. Orang tua tidak bertindak untuk menentukan jalan yang harus ia pilih. Sebaliknya, keduanya menjadi sumber informasi dan tempat berdiskusi yang menuntun Jemy untuk mengambil keputusan sendiri.

“Papa mama itu kayak menjadi penolong dan pemberi informasi paling lengkap sebelum aku tahu dunianya duluan. Tanpa adanya informasi dan arahan dari papa dan mama, aku nggak tahu kemampuanku ada di mana. Peran mereka sangat besar bagiku di bidang pendidikan.

“Papa banyak memberikan informasi mengenai dunia teknik yang memang sudah dia tekuni sejak lama. Sementara mama aktif mencari dan menggali informasi mengenai berbagai pilihan pendidikan. Jadi aku punya informasi yang kaya, tanpa mereka memaksa aku untuk masuk ke jurusan tertentu.

Jeremia Habel Novano Manurung

Foto: dokumentasi pribadi

“Menurutku ini penting banget ya, untuk orang tua bisa mengenali kemampuan anaknya, dukung mimpi anaknya, memberi saran dan masukan, tetapi bukan berarti menentukan jalan untuk anak. Orang tua tetap membiarkan anak bertanggung jawab atas pilihannya, tanpa tekanan apapun. Karena kalau disertai tekanan, akan terasa jauh lbh berat jalaninnya. Puji Tuhan, mereka sangat suportif dalam pendidikan aku,” papar Jemy.

Baca juga: Linggar Mandali Tanajiwa: Mengasah Bakat Tanpa Beban

Pesan Jeremia Habel Novano Manurung untuk Teman-teman yang Mau Kuliah di Luar Negeri

Layaknya remaja lain, Jemy juga memiliki hobi dan cita-cita. Sehari-hari ia suka bermain musik seperti gitar dan bass, dan ia ingin suatu saat nanti menjadi businessman yang bisa bergerak di berbagai bidang.

“Buat teman-teman yang mau kuliah di luar negeri: jangan takut kalau punya mimpi yang besar. Terkadang jalan menuju sebuah mimpi tidak selalu terlihat sejak awal. Jangan pernah meremehkan diri, selalu katakan kalau ‘saya mampu’, afirmasi positif ke diri sendiri. Kenali kemampuan diri. Banyak cari informasi dan jangan takut. Takut itu bisa menjadi problem utama. Selanjutnya, ikuti prosesnya dengan mengandalkan Tuhan,” tutup Jemy.

Baca juga: Jesslyn Anastasia Tambunan: Mengubah Hobi Menjadi Prestasi dengan Suara Emasnya

Cover: dokumentasi pribadi

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan