Kulit Kering tapi Berjerawat, Apakah Tetap Boleh Pakai Moisturizer?

Lifestyle

Dhevita Wulandari・in 5 hours

detail-thumb

Kulit kering tapi berjerawat tetap boleh pakai moisturizer, Mommies. Cari tahu cara memilih dan memakai pelembap yang tepat agar kulit tetap lembap tanpa memperparah jerawat.

Kulit sedang kering, tapi di saat yang sama jerawat malah bermunculan. Rasanya serba salah, ya, Mommies. Mau pakai moisturizer, takut pori-pori makin tersumbat dan jerawat bertambah. Tapi kalau tidak pakai pelembap, kulit terasa makin kering, tertarik, bahkan mengelupas.

Jadi, sebenarnya kulit kering yang berjerawat boleh pakai moisturizer atau tidak?

Jawabannya: boleh, bahkan moisturizer justru bisa menjadi bagian penting dari perawatan kulit berjerawat.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), beberapa bahan yang umum digunakan untuk mengatasi jerawat, seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, adapalene, tretinoin, hingga isotretinoin, memang dapat membuat kulit lebih kering dan iritasi. Moisturizer membantu menjaga kelembapan kulit sehingga kulit lebih nyaman selama menjalani perawatan jerawat.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Sunscreen untuk Remaja Acne-Prone, Bantu Kurangi Jerawat Secara Bertahap

Kenapa kulit berjerawat tetap butuh moisturizer?

Ada anggapan bahwa kalau kulit sedang berjerawat, sebaiknya dibuat sekering mungkin. Padahal, kulit yang terasa kering bukan berarti jerawat akan lebih cepat hilang.

AAD justru mengingatkan bahwa terlalu mengeringkan kulit dapat menyebabkan iritasi dan berpotensi membuat kondisi jerawat semakin buruk. Karena itu, kulit berjerawat tetap membutuhkan pelembap yang sesuai.

Selain itu, kulit yang kering bisa terasa lebih tidak nyaman, perih, tertarik, mengelupas, atau mudah kemerahan. Kondisi ini juga bisa membuat Mommies tergoda untuk mencoba lebih banyak produk untuk memperbaiki kulit, yang akhirnya malah membuat rutinitas skincare semakin rumit.

Jadi, daripada menghindari moisturizer sama sekali, lebih baik pilih pelembap yang memang dibuat untuk kulit acne-prone.

Kulit Kering tapi Berjerawat, Apakah Tetap Boleh Pakai Moisturizer?

Foto: Ron Lach/Pexels

Seperti apa moisturizer yang cocok untuk kulit kering dan berjerawat?

Nah, ini bagian yang penting. Jangan hanya melihat teksturnya. Mommies juga perlu memperhatikan label dan kandungannya.

1. Cari label “non-comedogenic”

Non-comedogenic berarti produk diformulasikan agar lebih kecil kemungkinannya untuk menyumbat pori-pori.

AAD juga menyarankan pemilik kulit berjerawat mencari produk dengan keterangan seperti non-comedogenic, oil-free, atau won’t clog pores.

Bukan berarti produk dengan label tersebut dijamin cocok untuk semua orang, ya. Kulit setiap orang tetap bisa bereaksi berbeda.

2. Pilih yang fragrance-free jika kulit sedang sensitif

Kalau kulit sedang kering, perih, atau gampang merah, sebaiknya jangan menambah potensi iritasi dari produk yang mengandung fragrance.

AAD merekomendasikan produk fragrance-free untuk kulit kering karena fragrance dapat mengiritasi kulit yang sensitif.

Foto: Pırıl Şahin/Pexels

3. Pertimbangkan kandungan pelembap seperti ceramide atau hyaluronic acid

Ceramide membantu mendukung skin barrier, sementara hyaluronic acid dikenal sebagai bahan yang membantu menghidrasi kulit. Keduanya termasuk bahan yang dapat dipertimbangkan saat memilih moisturizer untuk kulit kering.

Mommies tidak harus mengejar kandungan sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah menemukan formula yang nyaman, tidak membuat kulit semakin teriritasi, dan tidak memperburuk jerawat.

4. Pilih tekstur sesuai kondisi kulit

Kulit kering mungkin membutuhkan moisturizer yang lebih melembapkan. Namun, kalau kulit juga acne-prone, bukan berarti harus langsung memilih produk yang paling thick atau greasy.

Mulai dari moisturizer yang terasa cukup melembapkan tanpa membuat kulit terasa terlalu berat. Kalau kulit sangat kering atau sampai pecah-pecah, konsultasikan dengan dokter kulit untuk menentukan jenis pelembap yang paling sesuai.

BACA JUGA: Rekomendasi Physical Sunscreen untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Cara memakai moisturizer untuk kulit kering dan berjerawat

Sebenarnya tidak perlu rumit.

Rutinitas sederhana bisa seperti ini:

Pagi:

  1. Gentle cleanser.
  2. Moisturizer non-comedogenic.
  3. Sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih.

Malam:

  1. Bersihkan wajah dengan gentle cleanser.
  2. Gunakan obat jerawat jika memang diresepkan atau direkomendasikan dokter.
  3. Aplikasikan moisturizer.

Foto: Anna Tarazevich/Pexels

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, moisturizer dapat diaplikasikan setelah mencuci wajah saat kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu mempertahankan air di kulit.

Dan satu hal lagi, Mommies: tidak perlu mencuci wajah berkali-kali hanya karena sedang berjerawat. NHS menyarankan mencuci area yang berjerawat maksimal dua kali sehari dengan cleanser yang lembut. Terlalu sering mencuci justru bisa membuat kulit teriritasi.

BACA JUGA: 13 Moisturizer dari Brand Lokal Terbaik untuk Kulit Normal, Kering dan Berminyak

Bagaimana kalau setelah pakai moisturizer jerawat malah bertambah?

Nah, ini perlu diperhatikan.

Kalau setiap kali memakai produk tertentu kulit langsung terasa panas, perih, gatal, muncul ruam, atau jerawat semakin memburuk, jangan dipaksakan.

Bisa jadi formulanya memang tidak cocok dengan kulit Mommies. Coba evaluasi kembali produk yang digunakan, terutama fragrance, bahan aktif yang terlalu banyak, serta produk yang terasa terlalu berat di kulit.

Kalau kulit terus mengelupas, terasa terbakar, sangat merah, pecah-pecah, atau jerawat semakin parah, sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit. Kulit yang sangat kering juga bisa memiliki penyebab lain, seperti dermatitis atau kondisi kulit tertentu, sehingga tidak selalu cukup ditangani dengan mengganti moisturizer.

Cover: Antoni Shkraba/Pexels