AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini!

Lifestyle

Dhevita Wulandari・in 5 hours

detail-thumb

Tagihan listrik naik gara-gara AC? Bisa jadi ada kebiasaan kecil yang bikin AC bekerja lebih keras. Cek 7 kesalahan menggunakan AC dan cara mengatasinya.

Cuaca panas seperti sekarang rasanya memang paling nyaman kalau bisa langsung masuk kamar, menyalakan AC, lalu rebahan. Namun, pernah nggak, Mommies merasa AC di rumah kok seperti bekerja terus, tapi ruangan tetap kurang dingin? Belum lagi ketika tagihan listrik datang dan angkanya bikin ingin mematikan AC seketika.

Padahal, belum tentu masalahnya ada pada AC yang boros. Bisa jadi justru cara kita menggunakannya yang membuat AC bekerja lebih keras dari seharusnya.

Penggunaan, perawatan, hingga kondisi ruangan bisa memengaruhi efisiensi sistem pendingin udara. Filter yang kotor, misalnya, dapat menghambat aliran udara sehingga sistem perlu bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.

Untuk memastikan kondisi AC dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan ruangan, Mommies juga bisa meminta pemeriksaan dari teknisi AC yang kompeten.

BACA JUGA: Kenapa Tagihan Listrik Naik Terus? Cek 7 Alat Elektronik yang Boros Listrik

7 Kesalahan Menggunakan AC yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Naik

Nah, sebelum menyalahkan AC atau buru-buru membeli unit baru, coba cek tujuh kesalahan berikut.

Foto: Jakub Zerdzicki/Pexels

1. Suhu AC disetel terlalu rendah

“Biar cepat dingin, set 16°C saja!”

Siapa yang sering melakukan ini? Mommies mungkin salah satunya. Padahal, menurunkan angka suhu AC sampai sangat rendah bukan berarti ruangan akan dingin secara instan.

Semakin besar perbedaan suhu antara kondisi ruangan dan suhu yang ingin dicapai, umumnya semakin besar pula pekerjaan yang harus dilakukan sistem pendingin.

Yang bisa dilakukan: pilih suhu yang nyaman untuk keluarga dan sesuaikan dengan kondisi ruangan. Untuk ruang tidur, misalnya, Mommies tidak perlu mengejar suhu sedingin mungkin.

Untuk konteks kesehatan, kebutuhan suhu bisa berbeda-beda tergantung kondisi seseorang dan jenis ruangannya. Jadi, tidak ada satu angka yang wajib diterapkan untuk semua rumah.

2. Filter AC jarang dibersihkan

Ini salah satu hal kecil yang sering terlupakan.

Padahal, filter yang penuh debu dapat menghambat aliran udara. Akibatnya, AC harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan dan konsumsi energinya bisa meningkat. Filter yang kotor juga dapat membuat performa pendinginan menurun.

Yang bisa dilakukan: cek filter secara berkala. Seberapa sering perlu dibersihkan atau diganti bergantung pada jenis AC, kondisi rumah, dan seberapa cepat filter kotor. Rumah dengan banyak debu, hewan peliharaan, atau penghuni yang sensitif terhadap alergen mungkin membutuhkan perhatian lebih sering.

Kalau Mommies tidak yakin tentang cara membersihkannya, cek buku manual AC atau minta bantuan teknisi.

BACA JUGA: Rahasia Hemat Listrik di Rumah: Tagihan Nggak Bengkak Lagi!

3. Pintu dan jendela sering dibuka saat AC menyala

AC sudah bekerja mendinginkan ruangan, tetapi pintu kamar dibuka-tutup berkali-kali. Atau jendela dibiarkan sedikit terbuka.

Akibatnya, udara dingin mudah keluar dan udara dari luar masuk. AC pun harus bekerja lebih lama untuk mempertahankan suhu ruangan.

Yang bisa dilakukan: saat AC menyala, usahakan pintu dan jendela tertutup rapat untuk mengurangi masuknya udara dari luar ketika kondisi di luar sedang ekstrem. Kalau anak-anak sering keluar-masuk kamar, mungkin ini saatnya membuat aturan kecil di rumah: “Kalau AC nyala, pintu ditutup, ya.”

4. Sinar matahari langsung masuk ke ruangan

Kamar yang terkena matahari langsung, terutama pada siang hari, tentu akan lebih cepat terasa panas.

AC akhirnya perlu bekerja lebih keras untuk melawan tambahan panas tersebut. Padahal, solusinya tidak selalu harus menurunkan suhu AC.

Yang bisa dilakukan: Gunakan penutup jendela untuk mengurangi panas matahari yang masuk ke rumah.Bonusnya, ruangan bisa terasa lebih nyaman tanpa harus membuat AC bekerja terlalu keras.

BACA JUGA: Solar Panel untuk Rumah: Cara Bikin Tagihan Listrik Lebih Terkontrol

Foto: Beyzaa Yurtkuran/Pexels

5. Ada sumber panas di dekat termostat atau AC

Televisi, lampu tertentu, atau perangkat elektronik lain bisa menghasilkan panas. Jika sumber panas berada terlalu dekat dengan sensor suhu AC, pembacaan suhu bisa terpengaruh. Jadi, sebaiknya lampu dan TV tidak ditempatkan terlalu dekat dengan sensor suhu AC karena panas tambahan dapat membuat AC bekerja lebih lama.

Yang bisa dilakukan: perhatikan posisi perangkat elektronik di kamar. Kalau memungkinkan, jauhkan sumber panas dari unit atau sensor AC.

6. AC tidak pernah mendapat perawatan

AC bukan barang yang cukup dipasang lalu dilupakan sampai rusak. Selain membersihkan filter, unit AC juga membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga performa AC.

Kalau Mommies merasa AC belakangan lebih lama dingin, hembusan udara melemah, muncul bau yang tidak biasa, atau ada masalah lain, jangan terus dipaksa bekerja.

Yang bisa dilakukan: jadwalkan pemeriksaan dan pembersihan oleh teknisi sesuai kebutuhan dan rekomendasi produsen. Jangan menunggu AC benar-benar rusak baru memanggil teknisi.

BACA JUGA: 10 Lampu Hemat Listrik Bikin Rumah Terang, Tagihan Listrik Lebih Irit

7. Kapasitas AC tidak sesuai dengan ukuran ruangan

“Yang penting AC-nya dingin.”

Padahal, kapasitas AC juga perlu disesuaikan dengan ruangan dan kondisi penggunaannya.

AC yang tidak sesuai kebutuhan bisa membuat sistem tidak bekerja secara optimal. Karena itu, saat membeli atau mengganti AC, jangan hanya melihat harga atau fitur. Perhatikan juga kapasitas pendinginan dan kondisi ruangan.

Mommies bisa mempertimbangkan ukuran ruangan, paparan sinar matahari, jumlah orang yang biasanya berada di dalam ruangan, serta sumber panas lain sebelum menentukan kapasitas AC.

Kalau Mommies sedang mencari tahu berapa PK AC yang sesuai untuk kamar atau ruang tertentu, perhitungannya juga perlu mempertimbangkan ukuran ruangan dan kondisi lainnya, bukan hanya luas ruangan. Konsultasikan dengan teknisi atau penjual yang kredibel.

AC di Rumah Bikin Tagihan Listrik Naik? Cek 7 Kesalahan Ini

Foto: Max Vakhtbovych/Pexels

Jadi, bagaimana supaya AC tetap nyaman tanpa bikin tagihan listrik “lari”?

Tidak harus langsung mematikan AC dan tidur sambil kipasan, kok, Mommies.

Mulai dari kebiasaan sederhana:

  • Bersihkan dan cek filter secara rutin.
  • Tutup pintu dan jendela ketika AC menyala.
  • Gunakan tirai untuk mengurangi panas matahari.
  • Hindari meletakkan sumber panas dekat thermostat AC.
  • Atur suhu pada tingkat yang nyaman, tidak perlu serendah mungkin.
  • Lakukan perawatan AC secara berkala.
  • Saat mengganti AC, pilih kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan ruangan dan pertimbangkan efisiensi energinya.

Dan satu hal penting: jangan hanya melihat angka tagihan listrik sebagai masalah AC. Konsumsi listrik rumah juga dipengaruhi oleh berbagai peralatan lain dan durasi pemakaiannya.

Jadi, sebelum panik melihat tagihan bulan depan, coba cek dulu kebiasaan kita di rumah. Bisa jadi ada satu-dua hal kecil yang selama ini diam-diam membuat AC bekerja lebih keras.

Dengan sedikit perubahan, rumah tetap nyaman, AC tetap bekerja optimal, dan semoga tagihan listrik juga lebih bersahabat.

Cover: Max Vakhtbovych/Pexels