
Ada berbagai kabar menarik untuk Mommies dan Daddies minggu ini, mulai dari cara memahami luka masa lalu di acara Merajut R(A)sa, isu disleksia pada anak, produk elektronik terbaru dari Polytron, hingga rekomendasi liburan keluarga di Resort World Sentosa, rute penerbangan baru dari Transnusa, pertunjukan seni dan festival musik di Synchronize Fest, hingga tempat makan korean chicken BBQ baru di Palgakdo. Cek rangkumannya berikut ini.

MerajutR(A)sa hadir di IdeaFest 2026 pada 5 September 2026 melalui sesi The Art of Letting Go bersama Ayank Irma, Psikolog Klinis dan Anggia Hapsari, Sound Healing Facilitator. Bertempat di JICC, Ruang Merak 2, sesi ini mengajak Mommies dan Daddies memahami lebih dalam tentang luka masa lalu yang mungkin masih terbawa hingga sekarang, bahkan tanpa disadari.
Dalam sesi tersebut, Ayank Irma membahas berbagai hal yang dapat menjadi sumber luka masa lalu serta bagaimana pengalaman tersebut bisa memengaruhi kehidupan seseorang. Setelah sesi refleksi dan pemahaman bersama, peserta diajak mengikuti kegiatan sound healing yang dipandu Anggia Hapsari.
Sound healing menjadi bagian dari sesi untuk membantu peserta melepas ketegangan dan memberikan ruang untuk lebih rileks. Praktik ini juga dikenal memiliki sejumlah manfaat, antara lain membantu mengurangi stres hingga mendukung kualitas tidur yang lebih baik.
Lewat The Art of Letting Go, Mommies dan Daddies diajak untuk mengenali hal-hal yang mungkin masih tersimpan dari masa lalu, kemudian memberi diri sendiri ruang untuk berproses dan melepaskannya dengan cara yang lebih mindful.
BACA JUGA: 10 Alat Elektronik Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan, Ada Lampu hingga AC

Mommies, ada produk baru dari Polytron yang menarik perhatian minggu ini. Pada 11 September 2026, Polytron meluncurkan tiga produk sekaligus yang menyasar kebutuhan berbeda, mulai dari AC dengan fitur perintah suara tanpa koneksi internet, proyektor pintar untuk menghadirkan pengalaman nonton seperti di bioskop, hingga speaker portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Ketiganya dirancang dengan mengedepankan kepraktisan, baik untuk menikmati waktu santai di rumah maupun untuk mendukung aktivitas yang lebih mobile.
Untuk urusan kenyamanan di rumah, Polytron memperkenalkan AC Neuva Pro with Voice Sense, yang diklaim sebagai AC pertama di Indonesia dengan fitur Voice Sense yang dapat digunakan tanpa koneksi internet. Pengguna cukup memberikan perintah suara seperti “Hai Polytron”, “Nyalakan AC”, atau “Suhu Nyaman” untuk mengoperasikan AC tanpa perlu mencari remote. AC ini juga dibekali teknologi High Cooling Capacity yang diklaim mampu mendinginkan ruangan 25% lebih cepat, serta High Efficiency Cooling Engine dengan konsumsi daya mulai dari 310 Watt.
Sementara untuk hiburan, ada Cinemax Smart Projector FlipX yang memiliki Orbital Stand 360°, sehingga layar bisa diarahkan ke dinding maupun plafon. Proyektor ini menawarkan resolusi Native FHD, ukuran proyeksi hingga 100 inci, Auto Focus dan Auto Keystone Correction, serta layanan streaming resmi seperti Netflix, YouTube, Prime Video, dan Apple TV. Ukurannya yang ringkas juga membuatnya lebih mudah dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain.
Tak hanya untuk di rumah, Polytron juga menghadirkan PartyMax Go (PPS GO2), speaker Bluetooth portabel yang menggabungkan desain ringkas dengan sejumlah fitur untuk aktivitas outdoor. Berukuran sekitar 9 cm dan berbobot 0,33 kg, speaker ini menawarkan 360° Sound Direction, daya tahan baterai hingga 7 jam, serta fitur Broadcast Mode yang memungkinkan hingga 99 unit speaker terhubung dalam satu jaringan audio.
PartyMax Go juga memiliki sertifikasi IP67 untuk perlindungan terhadap debu dan air, serta dapat dikontrol melalui aplikasi Polytron Audio Tune. Dengan tiga produk baru ini, Polytron menghadirkan pilihan perangkat yang tidak hanya berfokus pada fungsi, tetapi juga mencoba menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan sehari-hari—mulai dari pulang ke rumah dalam kondisi gerah, menikmati film di kamar, sampai membawa musik saat kumpul bersama teman.

Setiap anak punya cara belajar yang berbeda, lho, Mommies. Pada anak dengan disleksia atau gangguan belajar spesifik, kesulitan dalam bidang akademik tertentu bukan berarti mereka malas atau memiliki kecerdasan yang rendah. Justru, respons orang-orang terdekat terhadap kesulitan tersebut perlu diperhatikan karena tekanan yang terus berulang dapat memengaruhi kondisi emosional anak.
Hal tersebut disampaikan dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang pediatri sosial konsultan, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp. T.K.P.S.(K), dalam seminar daring bertema disleksia anak yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (15/9). Menurutnya, anak dengan disleksia umumnya memiliki kapasitas kecerdasan umum dalam batas normal atau bahkan tinggi, tetapi mengalami hambatan spesifik dalam bidang akademik tertentu sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi. “Jadi jangan buru-buru kita menyebut anak sebagai anak pemalas, bahkan anak bodoh. Justru kita harus mengenali pola kesulitannya,” ujarnya.
Kesulitan yang dialami anak dapat membuat mereka menghadapi pengalaman gagal berulang, yang kemudian berpengaruh pada rasa percaya diri dan memicu tekanan emosional. Dalam jangka panjang, dr. Farid menyebut kondisi tersebut bahkan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan hingga depresi. Di rumah maupun di sekolah, tekanan ini dapat terlihat dari perilaku seperti menghindari tugas akademik, mudah marah atau frustrasi ketika diminta belajar, hingga mencari alasan untuk tidak masuk sekolah. Karena itu, orang tua disarankan untuk memahami pola kesulitan anak, memberikan dukungan selama proses belajar, sekaligus membantu mereka menemukan dan mengembangkan kekuatan di bidang lain.
“Cari kekuatan anak di bidang lain supaya itu menjadi kebanggaan bagi anaknya,” pesan dr. Farid. Bila diperlukan, orang tua juga dapat berkonsultasi dengan psikolog klinis anak atau dokter spesialis tumbuh kembang untuk mendapatkan evaluasi dan pendampingan yang sesuai.

Liburan ke Singapura bareng anak bisa jadi lebih praktis kalau berbagai aktivitas keluarga tersedia dalam satu kawasan. Resorts World Sentosa (RWS) di Pulau Sentosa menawarkan atraksi, hotel, kuliner, hiburan, dan lifestyle dalam satu resor terpadu seluas 49 hektar. Lewat transformasi RWS 2.0, wisatawan Indonesia kini punya lebih banyak pilihan pengalaman, mulai dari bermain bersama anak hingga menikmati waktu santai sebagai orang tua.
Salah satu atraksi yang bisa masuk ke itinerary keluarga adalah Illumination’s Minion Land di Universal Studios Singapore, yang dibuka sejak Februari 2025. Terbagi menjadi Minion Marketplace, Gru’s Neighborhood, dan Super Silly Fun Land, area ini menghadirkan atraksi, hiburan, kuliner, dan merchandise bertema Despicable Me dan Minions. Ada juga Singapore Oceanarium yang kini berukuran tiga kali lebih besar dari fasilitas sebelumnya. Di sini, anak-anak bisa mengenal kehidupan laut lewat pengalaman imersif, sementara keberadaan Research and Learning Centre turut mendukung edukasi, penelitian, dan konservasi kelautan.
Buat Mommies dan Daddies yang ingin menikmati suasana lebih santai, WEAVE menawarkan perpaduan kuliner, retail, seni, desain, dan ruang hijau dalam area seluas lebih dari 20.000 meter persegi. Pilihan menginap pun beragam, termasuk The Laurus, a Luxury Collection Resort, yang dibuka pada Oktober 2025 dengan 183 suite dan fasilitas seperti kolam renang, spa, pusat kebugaran, restoran, serta taman sensori. Jadi, kalau ingin menjadikan Sentosa sebagai bagian utama dari liburan, keluarga bisa mengatur agenda tanpa harus sering berpindah kawasan.
Sepanjang tahun, RWS juga menghadirkan berbagai program musiman. Hingga 1 November 2026, misalnya, ada Festival of Thrills yang mencakup Universal Studios Singapore Halloween Horror Nights 14, Into the Glowcean di Singapore Oceanarium dengan pengalaman silent disco, hingga aktivitas bertema motorsport di WEAVE. Dengan pilihan yang cukup beragam, Mommies dan Daddies bisa menyusun itinerary sesuai usia anak dan minat keluarga—mau fokus bermain, eksplorasi laut, kuliner, atau sekadar menikmati waktu bersama.

Mommies dan Daddies yang punya rencana liburan ke Bali dari Melbourne, kini punya pilihan penerbangan langsung baru. Transnusa resmi membuka penjualan tiket rute Melbourne-Bali (Denpasar) pada 15 September 2026, dengan penerbangan perdana dijadwalkan mulai 19 Oktober 2026. Rute ini akan beroperasi setiap hari, dengan penerbangan dari Bali pukul 20.45 dan tiba di Melbourne pukul 05.40 keesokan harinya. Sementara penerbangan dari Melbourne berangkat pukul 06.25 dan tiba di Bali pukul 09.40.
Yang menarik, peluncuran rute ini sekaligus menjadi debut Premium Plus, kelas layanan terbaru Transnusa. Penumpang bisa mendapatkan kenyamanan lebih, fasilitas prioritas, serta tambahan bagasi tanpa harus membayar tarif seperti kelas bisnis. Tarif perkenalan untuk kelas Basic dibanderol mulai AUD299 atau sekitar Rp3,4 juta, sedangkan Premium Plus tersedia mulai AUD699 atau sekitar Rp9,1 juta. Namun, perlu dicatat, Premium Plus hanya menyediakan 20 kursi di setiap penerbangan.
Bukan cuma untuk menuju Bali, rute ini juga dirancang sebagai bagian dari konsep Beyond Bali. Artinya, wisatawan dari Australia bisa melanjutkan perjalanan dari Bali ke sejumlah destinasi dalam jaringan Transnusa, seperti Wakatobi, Manado, Bima, dan Lombok, maupun ke destinasi regional seperti Singapura, Phuket, dan sejumlah kota di China.
Tiket Melbourne-Bali sudah bisa dipesan melalui situs resmi Transnusa dan platform pemesanan perjalanan resmi lainnya. Jadi, kalau Mommies dan Daddies sedang menyusun itinerary liburan multi-destinasi, opsi baru ini bisa masuk dalam daftar penerbangan yang dipertimbangkan.

Memasuki usia ke-70 pada 2026, NAMARINA merayakan perjalanan panjangnya melalui Ballet & Dance School Production 2026 bertema “Never Forget, Neverland”. Terinspirasi dari kisah klasik Peter Pan karya J.M. Barrie, pertunjukan pada 20 September 2026 mendatang ini mengikuti perjalanan Wendy yang berada di antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Melalui musik, tari, dan karakter seperti Peter Pan, Tinkerbell, Mermaid Queen, Tiger Lily, hingga Captain Hook, NAMARINA membawa pesan bahwa tumbuh dewasa bukan berarti harus meninggalkan kenangan, nilai, dan sisi diri yang pernah percaya pada keajaiban.
Pementasan yang menjadi bagian dari tema perayaan 70 tahun NAMARINA, “Legacy to the Future”, ini melibatkan lebih dari 900 murid dan penari lintas generasi serta disaksikan oleh lebih dari 2.000 penonton di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki. Para penampil berasal dari berbagai tingkat pembelajaran, mulai dari kelas balet dan dance pemula, dewasa, hingga lansia. Murid dari Sekolah Masa Kecil dan Kinderu juga turut berkolaborasi. Panggung ini semakin istimewa dengan kehadiran dua penari profesional, Herdi Muhammad (Mbuy) dan Ricard Zhang dari Inspyro Moves, yang untuk pertama kalinya tampil dan berkolaborasi dalam Ballet & Dance School Production.
Bagi NAMARINA, Ballet & Dance School Production yang sejak dulu dikenal sebagai “Uji Pentas” bukan sekadar ajang untuk menunjukkan hasil latihan, tetapi juga ruang bagi murid untuk belajar, berkreasi, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan karakter. Selama tujuh dekade, NAMARINA juga telah menjadi bagian dari perjalanan sejumlah tokoh lintas generasi, seperti Sherina, Agnes Monica, Vicky Burki, Ai Syarief, Galabby, Karina Salim, hingga Jessica Christina. Melalui rangkaian perayaan 70 tahun sepanjang 2026, NAMARINA ingin meneruskan warisan pendidikan seni tari sekaligus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk terus tumbuh melalui disiplin dan keindahan seni.

Mommies dan Daddies yang sudah menunggu festival musik lintas genre, Synchronize Fest 2026 siap digelar pada 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki tahun ke-11, Synchronize Fest kembali mengusung tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement”, dengan semangat membuka ruang bagi beragam suara, komunitas, kolektif, dan ekosistem musik Indonesia.
Tahun ini, deretan penampilan spesial siap menjadi bagian dari festival, di antaranya Konser Musikal Senja Teduh Pelita (Maliq & D’essentials X Jakarta Movin), Perunggu yang membawakan album Dalam Dinamika, Project Pop: 30 Tahun, serta The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif bersama Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia.
Ada pula momen reuni seperti Geisha “A Retrospective Journey” bersama Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, dan Regina; Pijar; C’mon Lennon; serta reuni girl group era 2000-an dalam Indonesian Girl Group: Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons dan nama lainnya. Nama-nama populer seperti Afgan, Efek Rumah Kaca, Hindia, .Feast, Sal Priadi, The Changcuters, Bernadya, Mahalini & Rizky Febian, Wali, Vierratale, The Panturas, Souljah, dan masih banyak lagi juga masuk lineup.
Menariknya, Synchronize Fest 2026 turut menggandeng empat entitas kurator musik untuk menghadirkan perspektif berbeda di empat ruang pertunjukan: Gigs Stage dikurasi Krapela dengan spektrum musik underground; Oleng Upuk oleh LaMunai Records yang membawa kolektif dansa bawah tanah dan musik elektronik; Panggung Getarrr oleh Kobra Musik yang mengeksplorasi musik orkes dan gendang; serta RedWhite Jazz Lounge yang dikurasi Indra Lesmana, menghadirkan jam session, live session, DJ set, talkshow, dan games bernuansa jazz.
Untuk tiket, Mommies dan Daddies bisa membeli Daily Early Entry Rp285.000, Regular Daily Rp385.000, atau 3-Day Pass Rp700.000. Tiket on the spot tersedia dengan harga Rp485.000 untuk daily pass dan Rp900.000 untuk 3-day pass. Seluruh harga sudah termasuk pajak dan biaya penanganan.
BACA JUGA: 15 Restoran Korea di Jabodetabek yang Enak dan Wajib Dicoba

Setelah sukses membuka gerai pertamanya di Pacific Place Jakarta, Palgakdo kini memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka gerai kedua di Lotte Mall Jakarta, lantai 3. Restoran asal Korea Selatan ini menawarkan pengalaman Korean BBQ yang sedikit berbeda, yaitu menjadikan ayam sebagai bintang utama dalam konsep Korean char-grilled chicken BBQ.
Mommies dan Daddies bisa mengeksplorasi beragam premium chicken special cuts dengan tekstur dan karakter rasa yang berbeda. Potongan ayam ini hadir bersama pilihan marinasi, saus, banchan, serta signature octagonal grill yang menjadi salah satu ciri khas Palgakdo. Konsep ini memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman memanggang ayam ala Korean BBQ dengan pilihan rasa yang beragam.
Bukan cuma ayam, Palgakdo juga menghadirkan pilihan menu pendamping yang cocok untuk melengkapi santap bersama keluarga atau teman. Ada sundubu jjigae dengan kuah yang segar, gurih, dan pedas, serta Corn Chijeu Gyeranjjim yang memadukan telur lembut, jagung, dan keju lumer. Jadi, buat Mommies dan Daddies yang ingin mencoba pengalaman Korean BBQ dengan menu utama yang berbeda, gerai terbaru Palgakdo di Lotte Mall Jakarta bisa masuk dalam daftar tempat makan untuk dicoba.