Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Self

Dhevita Wulandari・in 5 hours

detail-thumb

Kenali gejala influenza A, cara mengatasinya di rumah, lama penularan, kelompok berisiko, hingga tanda bahaya pada anak, dewasa, dan lansia.

Mommies atau Daddies pernah merasa, “Kok flu kali ini beda, ya?” Demam datang cukup mendadak, badan pegal-pegal, kepala terasa berat, ditambah batuk dan lemas yang bikin rasanya ingin rebahan seharian.

Bisa jadi itu bukan sekadar flu biasa, melainkan influenza, termasuk yang disebabkan oleh virus influenza A.

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang mudah menular. Gejalanya memang bisa terlihat mirip pilek atau infeksi saluran pernapasan lainnya, tetapi influenza cenderung muncul lebih tiba-tiba dan pada sebagian orang bisa menyebabkan komplikasi serius.

Lalu, apa bedanya influenza A dengan flu biasa? Apa saja gejalanya? Dan bagaimana kalau yang sakit adalah anak atau orang tua kita yang sudah lansia?

Yuk, Mommies dan Daddies, kita bahas satu per satu.

BACA JUGA: Gejala Flu, COVID, dan Alergi pada Anak: Apa Bedanya?

Apa Itu Influenza A?

Influenza A adalah salah satu tipe virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit influenza pada manusia. Influenza A sendiri memiliki beberapa subtipe, sehingga istilah “Influenza A” tidak selalu merujuk pada satu varian atau subtipe tertentu.

Influenza menyebar melalui droplet atau partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Virus juga dapat menyebar melalui tangan yang terkontaminasi.

Menurut WHO, gejala influenza biasanya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terinfeksi dan pada kebanyakan orang berlangsung sekitar satu minggu.

Jadi, kalau ada anggota keluarga yang mendadak demam dan merasa sangat tidak enak badan, jangan buru-buru menganggapnya hanya masuk angin atau kecapekan.

Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Foto: Andrea Piacquadio/Pexels

Gejala Influenza A yang Perlu Diperhatikan

Salah satu ciri influenza adalah bahwa gejalanya bisa muncul cukup mendadak.

Beberapa gejala yang umum antara lain:

  • Demam atau merasa meriang dan menggigil muncul cukup mendadak.
  • Batuk kering yang bisa cukup berat.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot atau badan terasa pegal.
  • Lemas dan kelelahan ekstrem.
  • Pada anak, bisa disertai mual, muntah, atau diare.

Tidak semua orang yang terkena influenza akan mengalami demam. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada orang lanjut usia karena gejalanya bisa lebih tidak khas.

Berbeda dengan pilek biasa yang sering berkembang secara perlahan, influenza cenderung membuat seseorang merasa “tumbang” secara tiba-tiba.

BACA JUGA: Kenali Super Flu yang Menyerang Anak dan Keluarga: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Komplikasi?

Sebagian besar orang dengan influenza dapat pulih dengan sendirinya. Namun, ada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit berat.

Di antaranya:

  • Anak usia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun.
  • Lansia usia 65 tahun ke atas.
  • Orang dengan penyakit kronis tertentu, seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung.
  • Ibu hamil.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

WHO dan CDC sama-sama menempatkan anak kecil dan lansia sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika mengalami influenza.

Berapa Lama Influenza A Menular?

Seseorang dengan influenza dapat menularkan virus sebelum menyadari dirinya sakit dan selama mengalami gejala. Karena itu, ketika sedang sakit, sebaiknya tetap di rumah dan mengurangi kontak dekat dengan anggota keluarga, terutama bayi, anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.

Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Foto: Polina Tankilevitch/Pexels

Kalau Terkena Influenza A, Harus Bagaimana?

Untuk orang dewasa yang sehat dan mengalami gejala ringan, fokus utamanya adalah istirahat dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Yang bisa dilakukan di rumah:

1. Banyak Beristirahat

Jangan memaksakan diri untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi.

2. Pastikan Kebutuhan Cairan Terpenuhi

Minum air secara cukup. Bila sedang demam, muntah, atau diare, kebutuhan cairan bisa meningkat dan risiko dehidrasi juga perlu diperhatikan.

3. Redakan Gejala sesuai Kebutuhan

Obat penurun demam atau pereda nyeri dapat digunakan sesuai petunjuk dokter atau aturan pakai yang tepat.

4. Kurangi Kontak dengan Orang Lain saat Sedang Sakit

Usahakan tetap di rumah dan hindari kontak dekat dengan anggota keluarga, terutama bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga dengan penyakit tertentu.

5. Jangan Asal Minum Antibiotik

Ini penting, Mommies dan Daddies. Influenza disebabkan oleh virus, sementara antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Jadi, antibiotik tidak otomatis dibutuhkan untuk influenza.

6. Konsultasikan soal Obat Antivirus

Pada kelompok berisiko tinggi seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit kronis, dokter dapat mempertimbangkan obat antivirus influenza, terutama bila diberikan sejak awal gejala. Jangan membeli atau mengonsumsi obat antivirus tanpa berkonsultasi dengan dokter.

BACA JUGA: 6 Cara Mengatasi Anak Kejang dengan Aman, Menurut Dokter Spesialis Anak

Cara Mencegah Influenza A di Rumah

Foto: cottonbro studio/Pexels

Kabar baiknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan keluarga untuk mengurangi risiko influenza.

1. Vaksin Influenza Setiap Tahun

Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk mencegah influenza dan mengurangi risiko komplikasi yang berat. Perlindungan vaksin perlu diperbarui setiap tahun karena virus influenza terus berubah.

2. Biasakan Cuci Tangan

Terutama setelah bepergian, sebelum makan, setelah batuk atau bersin, dan setelah menyentuh benda yang sering digunakan bersama.

3. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin

Gunakan tisu atau bagian dalam siku saat batuk dan bersin, bukan telapak tangan.

4. Hindari Kontak Dekat saat Sedang Sakit

Kalau Mommies atau Daddies sedang mengalami gejala influenza, sebisa mungkin kurangi kontak dekat dengan anak dan lansia di rumah.

5. Jangan Memaksakan Anak atau Orang Dewasa yang Sedang Sakit untuk Beraktivitas Seperti Biasa

Istirahat bukan berarti malas. Justru tubuh sedang membutuhkan waktu untuk pulih.

Tanda Bahaya Influenza pada Anak, Dewasa dan Lansia

CDC memang membedakan warning signs pada anak dan dewasa.

Pada anak, ini beberapa tanda yang harus Mommies dan Daddies perhatikan:

  • Napas cepat atau sulit bernapas.
  • Bibir/wajah kebiruan.
  • Tanda dehidrasi.
  • Anak tidak responsif atau sulit dibangunkan.
  • Kejang.
  • Demam atau batuk sempat membaik lalu kembali memburuk.

Pada dewasa dan lansia:

  • Sesak napas.
  • Dehidrasi.
  • Kejang.
  • Kebingungan.
  • Nyeri dada.
  • Kondisi yang sempat membaik lalu memburuk lagi.

BACA JUGA: Mengenal 4 Tipe Virus Flu, Mana yang Paling Sering Terjadi pada Anak?

Jadi, Kapan Harus ke Dokter?

Secara umum, segera cari pertolongan medis jika gejala semakin berat, muncul kesulitan bernapas, tanda dehidrasi, penurunan kesadaran, nyeri dada, atau kondisi tidak membaik. Pada orang dewasa, kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang menetap di dada, kebingungan, kejang, tidak buang air kecil, kelemahan berat, atau gejala yang sempat membaik lalu kembali memburuk juga merupakan tanda yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Untuk anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis, ambang untuk berkonsultasi sebaiknya lebih rendah karena risiko komplikasinya lebih tinggi.

Intinya, Mommies dan Daddies tidak perlu langsung panik ketika mendengar “Influenza A”. Kenali gejalanya, bantu tubuh beristirahat, jaga cairan, cegah penularan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika yang sakit termasuk kelompok berisiko atau kondisinya memburuk.

Karena menghadapi penyakit di rumah bukan soal siapa yang paling kuat, tetapi bagaimana seluruh keluarga bisa saling menjaga.

Cover: Andrea Piacquadio/Pexels