Sorry, we couldn't find any article matching ''

Benarkah Menari Bisa Meningkatkan Gairah Seksual? Ini Manfaatnya untuk Perempuan
Benarkah menari bisa meningkatkan gairah seksual perempuan? Cari tahu hubungan gerak tubuh, kesehatan mental, sensualitas, dan fungsi seksual perempuan.
Pernah nggak, Mommies merasa tubuh seperti cuma “dipakai” untuk menjalani rutinitas sehari-hari? Bangun, mengurus anak, bekerja, membereskan rumah, lalu tidur. Besok diulang lagi.
Sampai akhirnya, urusan dengan tubuh sendiri, termasuk rasa percaya diri, sensualitas, bahkan gairah seksual, jadi nomor sekian.
Padahal, merasa nyaman dengan tubuh sendiri bisa menjadi bagian penting dari kehidupan seksual yang sehat. Dan menariknya, salah satu cara sederhana untuk kembali terhubung dengan tubuh adalah dengan bergerak dan menari.
Lantas, memangnya meningkatkan gairah dengan menari itu benar-benar bisa?
Meningkatkan gairah dengan menari, memangnya bisa?
Jawaban singkatnya: bisa membantu secara tidak langsung, meski bukan berarti menari adalah obat untuk meningkatkan libido.
Mengutip PubMed, penelitian mengenai aktivitas fisik dan fungsi seksual perempuan menunjukkan adanya hubungan positif. Sebuah systematic review dan meta-analisis terbaru yang melibatkan 23 studi menemukan bahwa berbagai bentuk olahraga dapat membantu meningkatkan sejumlah aspek fungsi seksual perempuan, termasuk desire, arousal, lubrication, orgasm, dan sexual satisfaction. Namun, kualitas bukti secara keseluruhan masih dinilai rendah karena hasil antarpenelitian cukup beragam.
Temuan ini memang tidak secara khusus membuktikan bahwa menari langsung meningkatkan libido. Namun, karena menari termasuk aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh, manfaat yang berkaitan dengan aktivitas fisik, kesehatan mental, dan body awareness menjadi relevan untuk dibahas dalam konteks ini.
Jadi, bukan berarti selesai satu sesi dance, lalu gairah langsung meningkat.
Lebih tepatnya, menari bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Mommies kembali merasa hadir di dalam tubuh sendiri.
Saat menari, kita bernapas, menggerakkan pinggul, tangan, kaki, mengikuti musik, dan merasakan bagaimana tubuh bergerak. Fokusnya pun bergeser dari, “Duh, badan saya kok begini?” menjadi, “Oh, ternyata tubuh saya masih bisa merasakan dan bergerak seperti ini.”
Dan rasa terhubung dengan tubuh inilah yang menarik untuk diperhatikan.
BACA JUGA: 5 Manfaat Sentuhan Non-Seksual dalam Pernikahan, Dampaknya Luar Biasa
Menari bukan cuma soal fitness

Foto: Konstantin Mishchenko/Pexels
Mungkin inilah yang membuat pendekatan seperti JJW Workout Sanctuary terasa berbeda.
Alih-alih melihat tubuh sebagai sesuatu yang harus terus diperbaiki, pendekatan ini membawa gagasan bahwa tubuh adalah tempat untuk “pulang”.
Your body is not something to fix. It’s something to come home to.
Mommies diajak untuk memperlambat ritme, bernapas lebih dalam, mendengarkan tubuh, dan membiarkan tubuh berbicara lewat gerakan.
JJW Workout Sanctuary sendiri membawa konsep sebagai “A Sanctuary for Movement, Healing & Mindfulness”, sebuah ruang yang ditujukan bagi perempuan yang sedang membangun kembali dirinya, ingin kembali berani mengambil ruang, dan membutuhkan komunitas yang terasa aman.
Ada empat pilar yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut:
1. Embody
Tubuh bukan sesuatu yang harus terus dikoreksi.
Lewat movement, Mommies diajak untuk kembali mengenali tubuh, mendengarkan apa yang dibutuhkan, dan membangun kembali rasa percaya terhadap tubuh sendiri.
Karena terkadang, reconnecting with yourself memang bisa dimulai dari hal sesederhana bernapas lebih dalam dan membiarkan tubuh bergerak.
2. Sensuality
Bagaimana rasanya berada di dalam tubuh sendiri? Di sinilah sensuality menjadi bagian penting.
Sensualitas bukan tentang bagaimana tubuh kita dilihat oleh orang lain. Tetapi bagaimana kita merasakan diri sendiri.
Merasakan gerakan, napas, femininity, confidence, dan rasa nyaman dengan kulit yang kita tinggali setiap hari.
3. Strength
Strength juga bukan sekadar seberapa berat beban yang bisa kita angkat.
Kekuatan bisa berarti bagaimana kita bergerak, bernapas, beristirahat, melepaskan ketegangan, menjaga keseimbangan, dan merawat kesehatan mental.
Karena merasa kuat bukan hanya tentang tubuh yang semakin kuat secara fisik, tetapi juga tentang merasa lebih kuat dari dalam.
4. Womanhood
Pada akhirnya, semua perjalanan ini bukan tentang menjadi perempuan lain. Justru sebaliknya.
Tentang menjadi versi diri sendiri yang lebih hadir, lebih percaya diri, dan lebih bebas mengambil ruang.
Four pillars. One journey.
BACA JUGA: 7 Fantasi Seksual yang Sebaiknya Dipikirkan Sebelum Dicoba
Jadi, apa saja yang bisa dilakukan di JJW Workout Sanctuary?

Foto: Instagram @jjwaorbits
Dengan konsep yang menggabungkan movement, healing, mindfulness, sensuality, strength, dan womanhood, JJW Workout Sanctuary menawarkan ruang bagi perempuan untuk mengeksplorasi tubuh lewat berbagai aktivitas gerak.
Salah satunya adalah dance, yang bisa menjadi medium untuk bergerak lebih bebas, mengenali tubuh, dan mengekspresikan diri.
Konsepnya pun bukan tentang harus jago menari. Tidak harus lentur. Tidak harus punya bentuk tubuh tertentu. Tidak harus terlihat seksi. Yang penting adalah datang, bergerak, merasakan, dan memberi diri sendiri izin untuk mengambil ruang.
Karena womanhood bukan tentang memilih antara kuat dan lembut. Kita bisa menjadi keduanya.
Bisa percaya diri tanpa harus menjadi keras. Bisa feminin tanpa harus mengecilkan diri. Bisa merasakan sesuatu dengan dalam, bergerak dengan bebas, dan tetap menjadi diri sendiri.
Apa hubungan menari dengan gairah?
Ada beberapa hal yang mungkin membuat aktivitas seperti menari ikut mendukung kehidupan seksual.
1. Membantu merasa lebih nyaman dengan tubuh sendiri
Gairah bukan cuma soal fisik. Kondisi psikologis juga punya peran besar.
Ketika seseorang terlalu sibuk mengkhawatirkan bentuk tubuh, merasa tidak percaya diri, atau sulit berada di momen sekarang, tentu tidak mudah untuk menikmati sentuhan maupun aktivitas seksual.
Menari memberikan kesempatan untuk merasakan tubuh tanpa harus langsung menilainya.
Bukan tentang apakah gerakannya sempurna atau tubuh terlihat bagus. Tapi tentang bagaimana rasanya bergerak.
2. Membantu mengurangi stres
Ini juga penting, karena stres dan kelelahan bisa ikut memengaruhi keinginan seksual.
Sejumlah systematic review menemukan bahwa intervensi berbasis dance berpotensi membantu menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan stres pada orang dewasa.
Jadi, kalau selama ini kepala Mommies penuh dengan to-do list, mungkin bergerak mengikuti musik bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan jeda.
Bukan untuk menghilangkan semua masalah, tentu saja. Tapi setidaknya memberikan ruang untuk bernapas.
3. Membangun rasa percaya diri dan sensualitas
Sensualitas sebenarnya tidak selalu berarti tampil seksi di depan orang lain.
Justru, sensualitas bisa dimulai dari kemampuan untuk merasakan diri sendiri.
Merasakan napas. Merasakan gerakan tubuh. Merasakan femininity. Merasa percaya diri dan nyaman berada di dalam tubuh sendiri.
Ada sesuatu yang powerful ketika perempuan tidak lagi bergerak karena ingin terlihat menarik bagi orang lain, tetapi karena ia menikmati tubuhnya sendiri.
4. Tubuh terasa lebih “hidup”
Aktivitas fisik juga berkaitan dengan respons fisiologis tubuh. Bahkan penelitian eksperimental menemukan bahwa olahraga akut dapat memengaruhi respons fisiologis terhadap rangsangan seksual pada perempuan.
Namun, respons fisiologis ini tidak selalu berarti seseorang secara subjektif merasa lebih bergairah atau langsung mengalami peningkatan libido. Gairah seksual perempuan sangat kompleks dan bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari kondisi fisik, hormon, stres, kualitas hubungan, obat-obatan, hingga pengalaman psikologis.
Jadi, kalau Mommies merasa gairah seksual menurun cukup lama atau mengganggu kualitas hidup dan hubungan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional yang kompeten.
BACA JUGA: 10 Tips untuk Kepuasan Seksual Perempuan yang Lebih Maksimal
Mommies, mungkin ini waktunya kembali “merasakan” tubuh sendiri

Foto: Evin Öztep/Pexels
Setelah bertahun-tahun sibuk memenuhi kebutuhan semua orang, tidak ada salahnya menyisihkan waktu untuk bertanya:
“Sebenarnya, tubuh saya sedang merasakan apa?”
Mungkin jawabannya lelah.
Mungkin butuh istirahat.
Atau mungkin, tubuh hanya ingin diajak bergerak lagi.
Dan kalau menari membuat Mommies merasa lebih hidup, lebih percaya diri, lebih rileks, atau sekadar bisa tersenyum karena menikmati musik—bukankah itu sudah menjadi alasan yang cukup?
Pada akhirnya, meningkatkan gairah dengan menari bukan sekadar tentang mendapatkan kembali libido.
Bisa jadi, perjalanan itu justru dimulai dari sesuatu yang lebih sederhana: kembali merasa nyaman menjadi diri sendiri.
Cover: Tima Miroshnichenko/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS