Sorry, we couldn't find any article matching ''

Kenapa Tagihan Listrik Naik Terus? Cek 7 Alat Elektronik yang Boros Listrik
Kenapa tagihan listrik naik terus? Cek 7 alat elektronik yang boros listrik di rumah dan simak cara menghemat listrik agar tagihan PLN tetap terkendali.
Biasanya ibu rumah tangga sering merasakan perasaan ngeri-ngeri sedap seperti ini: mendadak badan lemas kayak nggak bertulang setiap kali melihat lembaran tagihan listrik bulanan yang membengkak. Padahal, rasanya pemakaian alat elektronik di rumah normal-normal saja. Tidak ada AC baru, tidak ada juga aktivitas yang berubah drastis. Lantas, kenapa tagihan listrik rumah bisa naik secara tiba-tiba?
Tapi sebelum buru-buru menyalahkan kulkas atau AC di rumah, coba cek dulu pemakaian listrik dalam satuan kWh. Bandingkan dengan bulan sebelumnya. Kalau kWh memang naik, barulah kita bisa mencari perangkat atau kebiasaan yang menjadi penyebabnya. Untuk pelanggan pascabayar, riwayat pemakaian juga bisa dipantau melalui PLN Mobile.
Singkatnya, tagihan listrik bisa naik karena konsumsi kWh meningkat, baik akibat alat elektronik berdaya besar, durasi pemakaian yang lebih lama, maupun perangkat yang tetap menggunakan listrik saat standby.
Memahami konsumsi energi di rumah itu krusial banget untuk pengelolaan keuangan keluarga. Selain bikin kantong lebih tenang, paham soal efisiensi energi juga membantu kita menjaga lingkungan hidup agar lebih berkelanjutan. Sering kali, biang kerok dari tagihan listrik bukanlah alat besar yang jelas-jelas menyedot daya, melainkan kebiasaan kecil dan beberapa alat elektronik yang boros listrik namun sering kita abaikan.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Mesin Cuci Hemat Listrik dan Air, Berguna In This Economy
Yuk, simak apa saja peralatan rumah tangga yang boros listrik, penyebab kenapa mereka bisa menyedot banyak daya, beserta solusi praktisnya!
1. AC (Air Conditioner) yang Suhunya Terlalu Rendah
AC memang jadi juruselamat keluarga saat cuaca panas, terutama di musim kemarau. Tapi, kompresor AC bekerja sangat berat jika Mommies dan Daddies sering menyetel suhu terlalu dingin (misal 16–18°C). Makin besar perbedaan suhu ruangan dengan suhu di luar ruangan, makin besar pula beban kerja AC untuk mempertahankan suhu tersebut dan konsumsi energinya bisa ikut meningkat.
2. Kulkas Tua yang Karet Pintunya Longgar
Kulkas menyala 24 jam nonstop. Kalau karet seal pintunya sudah melar atau kotor, udara dingin di dalam akan terus bocor keluar. Akibatnya, kompresor kulkas harus bekerja tanpa henti untuk menjaga suhu tetap dingin. Kulkas model lama juga umumnya belum menggunakan teknologi dan komponen yang seefisien model-model yang lebih baru.

Foto: Max Vakhtbovych/Pexels
3. Water Heater (Pemanas Air Listrik)
Mandi air hangat memang nyaman, tapi water heater tangki yang menyala terus-menerus akan selalu memanaskan air di dalam tangki agar suhunya stabil sepanjang hari. Proses memanaskan elemen listrik (heating element) secara berulang inilah yang menjadi penyebab utama lonjakan tagihan listrik.
4. Dispenser Air Panas dan Air Dingin
Sama seperti pemanas air mandi, dispenser yang tombol pemanas dan pendinginnya menyala bersamaan 24 jam akan terus menyedot daya. Elemen pemanas dispenser butuh daya besar setiap kali suhu air di dalam tabung turun dari standar panasnya.
5. Mesin Cuci Pengering (Clothes Dryer)
Mesin cuci sendiri sebenarnya tidak terlalu boros, tetapi fitur pengering pakaian berbasis pemanas (tumble dryer) mengandalkan elemen pemanas listrik berdaya tinggi untuk mengeringkan pakaian dalam waktu singkat.
6. TV, Set-Top Box, dan Konsol Game (Perangkat Standby)
Pernah mendengar istilah vampire power atau phantom load? Melansir EnergySage, perangkat elektronik yang tetap tercolok ke stopkontak meski dalam keadaan mati (standby mode) sebenarnya masih menyedot aliran listrik. TV, cable box, hingga konsol game menggunakan daya tersembunyi ini agar siap dinyalakan sewaktu-waktu lewat remote control.
7. Setrika Listrik
Meskipun ukurannya kecil, banyak setrika rumah tangga menggunakan daya ratusan watt, tergantung model dan pengaturan panasnya.
Kalau Mommies menyetrika sedikit-sedikit setiap hari, daya yang terbuang saat memanaskan ulang setrika akan sangat terasa.
BACA JUGA: 8 Cara Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC, Tetap Adem dan Hemat Listrik
Mengapa Perangkat Tersebut Sangat Boros Listrik?
Secara teknis, alat elektronik yang menghasilkan efek panas (thermal energy) seperti pemanas air, dispenser, dan setrika selalu membutuhkan daya (watt) jauh lebih besar dibandingkan dengan alat yang hanya memutar motor kecil atau menyalakan lampu LED.
Di samping itu, faktor vampire power juga berperan besar. Berdasarkan data dari SaveOnEnergy, konsumsi daya standby dari berbagai peralatan rumah tangga yang tidak dicabut dari colokan dapat menyumbang sekitar 5% hingga 10% dari total tagihan listrik rumah tangga setiap bulan. Bayangkan, daya listrik terbuang sia-sia hanya untuk menyalakan lampu indikator LED atau jam digital kecil pada peralatan kita.

Foto: Artem Podrez/Pexels
Tips dan Cara Menghemat Listrik di Rumah
Tenang dulu, Mommies tidak perlu sampai menghentikan penggunaan alat-alat di atas kok. Cukup lakukan beberapa cara menghemat listrik di rumah yang simpel berikut ini:
- Atur suhu AC di angka ideal: Pasang AC pada suhu 24–25°C. Menurut publikasi dari U.S. Department of Energy, menaikkan suhu AC beberapa derajat saja saat cuaca hangat bisa menghemat penggunaan energi secara signifikan tanpa mengorbankan kenyamanan.
- Manfaatkan smart power strip atau cabut colokan: Biasakan mencabut colokan TV, dispenser, atau pengisi daya HP jika tidak digunakan untuk memutus vampire power.
- Optimalkan penggunaan mesin cuci dan setrika: Cuci dan setrika pakaian sekaligus dalam jumlah banyak (bulk). Jangan menyetrika satu atau dua potong baju setiap kali mau bepergian.
- Jemur baju secara alami: Jika cuaca sedang cerah, manfaatkan sinar matahari untuk mengeringkan baju alih-alih mengandalkan fitur pengering mesin cuci.
- Cek karet pintu kulkas: Tempelkan selembar kertas di pintu kulkas, lalu tutup. Jika kertas bisa ditarik dengan sangat mudah, artinya karet pintu kulkas sudah longgar dan perlu diganti.
BACA JUGA: Solar Panel untuk Rumah: Cara Bikin Tagihan Listrik Lebih Terkontrol
Catatan Khusus bagi Pengguna Listrik Token/Prabayar
Bagi rumah tangga yang memakai listrik token, alat-alat boros listrik ini memang tidak bikin tagihan membengkak di akhir bulan, tapi bakal bikin meteran listrik makin sering berbunyi “tit… tit… tit…” karena kuota kWh cepat habis. Manfaatkan meteran token sebagai alat deteksi energi sederhana.
Manfaatkan meteran token sebagai alat deteksi energi sederhana. Pada beberapa meter prabayar, informasi tertentu bisa ditampilkan melalui kode pada meter, tetapi kodenya dapat berbeda tergantung pada jenis atau merek meter. Jadi, cek petunjuk meter masing-masing sebelum menggunakannya.
Misalnya, pada beberapa meteran token, Mommies bisa menekan kode 09 atau 41 (tergantung merek meteran) untuk mengecek berapa watt daya yang sedang terpakai secara real-time. Coba cabut dispenser atau TV yang sedang standby, lalu perhatikan betapa cepatnya angka konsumsi daya tersebut menurun!
Dengan melakukan penyesuaian kecil ini, Mommies bukan cuma bisa menekan tagihan listrik agar nggak naik, tapi juga mengajarkan kebiasaan hemat energi kepada seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.
Cover: Jan van der Wolf/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS