
Tas siaga bencana penting disiapkan setiap keluarga. Ini daftar barang yang perlu dibawa untuk menghadapi kondisi darurat selama 3 x 24 jam.
Bencana bisa datang tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, memiliki tas siaga bencana menjadi salah satu langkah sederhana yang penting dilakukan sejak sebelum keadaan darurat terjadi, Mommies dan Daddies.
Tas ini berisi kebutuhan dasar yang dapat membantu kita bertahan dan memenuhi kebutuhan penting ketika harus segera meninggalkan rumah atau ketika akses terhadap bantuan dan fasilitas sehari-hari menjadi terbatas.
Menyiapkan tas siaga ini bukan berarti mengharapkan musibah terjadi, melainkan bentuk kesiapan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga. Dengan perlengkapan penting yang sudah dikumpulkan dalam satu tas dan mudah diambil, kita dapat menghemat waktu serta mengurangi kepanikan ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.
Tas siaga bencana adalah sebuah tas berisi perlengkapan darurat yang siap digunakan saat terjadi bencana. Isi tas ini harus dipilih dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan dasar selama beberapa hari, atau setidaknya 3 × 24 jam.
BACA JUGA: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Ini Cara Lindungi Anak
Masing-masing orang di dalam keluarga idealnya memiliki tas darurat bencana masing-masing. Tas darurat juga bukan tas piknik atau tas camping. Bisa menggunakan tas berukuran medium yang ada di rumah. Tas siaga juga tidak boleh terlalu berat.
Barang-barang pribadi seperti obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan khusus bisa disiapkan masing-masing, sementara beberapa perlengkapan seperti dokumen, radio, atau alat penerangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

Berikut adalah beberapa item penting yang sebaiknya dimasukkan ke dalam tas siaga bencana:

BACA JUGA: Tips Pencegahan Gangguan Mata Akibat Abu Vulkanik
Isi tas siaga bencana sebaiknya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga selama kurang lebih 3 x 24 jam atau 72 jam pertama ketika bantuan belum tersedia. Kebutuhan dapat disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, usia, kondisi kesehatan, serta kebutuhan khusus masing-masing anggota keluarga.
Tas siaga bencana sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan diketahui oleh semua anggota keluarga. Isi tas harus diperiksa secara rutin dan diganti jika diperlukan. Sebaiknya, tas ringan dan tidak berat saat dibawa.
Kesiapsiagaan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi. Masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, terutama BMKG dan Badan Geologi/PVMBG.
Untuk mengetahui potensi ancaman bencana di wilayah tempat tinggal, keluarga juga dapat memanfaatkan informasi dan peta risiko dari BNPB serta mengikuti arahan BPBD setempat.