
Tak ada angin, tak ada hujan, kulit tiba-tiba jadi sensitif. Padahal dulu dihajar panas, hujan, hingga sabun apa pun baik-baik saja. Ada apakah gerangan?
Siapa yang dulu merasa punya ‘kulit badak’? Hahaha…ini bukan artinya kulit sekasar dan setebal badak, ya. Tapi lebih kepada, kulit yang tambeng. Sangat tangguh di berbagai sikon, termasuk cuaca, bahan aktif skincare, hingga kandungan make-up.
Tapi belakangan, kok, rasanya beda? Nggak lagi friendly dengan semua jenis kandungan skincare. Kulit jadi baperan banget, mudah terasa perih, kemerahan, gatal, atau tiba-tiba mengelupas hanya karena hal sepele. Aduh, aduh, apa ini karena umur? Ah, rasaan belum tua-tua banget, deh.
Kalau menurut Dr. Jack L. Arbiser, MD, PhD, FAAD dalam pemaparannya di American Academy of Dermatology (AAD), sensitivitas kulit yang muncul tiba-tiba, atau dalam istilah medis sering dikaitkan dengan damaged skin barrier, terjadi bukan tanpa sebab. Biasanya kulit yang tadinya tangguh, jadi mudah baperan alias jadi sensitif karena lapisan pelindung terluar kulit mengalami kerusakan (barrier breach). Nah, akibatnya, kelembapan alami kulit mudah menguap dan bahan iritan luar lebih gampang menembus masuk.”Fungsi utama kulit adalah sebagai pelindung terluar yang menjaga kelembapan tubuh dan menghalau kuman. Ketika lapisan pelindung ini terganggu, kulit akan secara otomatis memicu respon peradangan untuk membela diri, itulah mengapa kulit mendadak terasa gatal, perih, dan kemerahan,” jelas dr. Jack lagi.
Apakah salah satunya karena usia? Sadly, yes! Berikut ini penyebab yang menjadikan kulit yang tadinya normal jadi sensitif.
Ini disebabkan karena Mommies terlalu sering menggunakan chemical exfoliator (AHA, BHA, Retinol) atau scrub fisik sehingga mengikis pelindung alami kulit.
Penurunan kadar hormon estrogen (misalnya saat menjelang menstruasi, pascamelahirkan, atau memasuki masa perimenopause) dapat menurunkan produksi minyak alami kulit (sebum), sehingga kulit menjadi lebih kering dan rentan iritasi. Hiks…
Siapa yang suka layering perawatan kulitnya dengan mencampur beberapa bahan aktif sekaligus? Nah, ini dia salah satu penyebabnya, apalagi bila dilakukan tanpa jeda Vitamin C, Retinol, dan Niacinamide dosis tinggi yang digunakan bersamaan dapat memicu irritant contact dermatitis.
Yah, yang namanya hidup di kota-kota besar, ya. Paparan polusi, perubahan cuaca, sinar matahari terik, ruangan ber-AC dingin, hingga stres dapat menguras kelembapan alami kulit.
Jadi, siapa di sini yang belakangan merasa kulitnya jadi lebih mudah gatal, iritasi, dan kemerahan? Cek dulu penyebabnya dan cara menanganinya. Jika kemudian kondisi sensitivitas kulit ini terus berlangsung padahal sudah melakukan penanganan awal di atas, saatnya Mommies berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis kulit, ya.
Cover photo by Envato