Sunscreen Bikin Jerawatan? Ini 7 Kesalahan Remaja yang Sering Dilakukan

Parenting & Kids

Dhevita Wulandari・in 6 hours

detail-thumb

Sunscreen bikin jerawatan pada remaja? Belum tentu produknya penyebabnya. Kenali 7 kesalahan memakai sunscreen yang bisa memicu masalah kulit dan cara menghindarinya.

Mommies, pernah dengar anak mengeluh, “Aku pakai sunscreen kok malah jerawatan, sih?”

Padahal, sebelumnya mungkin kulitnya baik-baik saja. Begitu mulai rajin pakai sunscreen, tiba-tiba muncul bruntusan, komedo, atau jerawat baru. Akhirnya, sunscreen langsung dituduh sebagai biang kerok dan si anak memilih untuk kembali skip sunscreen.

Padahal, belum tentu sunscreen-nya yang salah, lho.

Pada kulit remaja, jerawat memang cukup umum terjadi karena perubahan hormon selama pubertas dapat meningkatkan produksi minyak di kulit. Ditambah lagi, ada banyak faktor lain yang bisa memicu atau memperburuk jerawat.

Sunscreen sendiri tetap penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Bahkan, dermatolog menyarankan orang yang memiliki acne-prone skin tetap menggunakan sunscreen yang bersifat non-comedogenic atau tidak mudah menyumbat pori-pori.

Nah, bisa jadi masalahnya justru ada pada cara memilih atau menggunakan sunscreen.

BACA JUGA: 7 Kesalahan Skincare Remaja yang Bisa Bikin Jerawat Makin Parah

Kesalahan Remaja dalam Menggunakan Sunscreen

Supaya anak nggak buru-buru menyalahkan sunscreen, yuk, Mommies dan Daddies, cek dulu 7 kesalahan yang sering dilakukan remaja berikut ini.

1. Asal Pilih Sunscreen Tanpa Melihat Kondisi Kulit

Karena melihat teman cocok dengan satu sunscreen, anak langsung ikut membeli produk yang sama.

Padahal, kondisi kulit setiap orang berbeda.

Ada remaja yang kulitnya cenderung berminyak dan mudah berjerawat, ada yang kering, sensitif, atau kombinasi. Produk yang nyaman di kulit satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Untuk remaja dengan kulit berminyak atau acne-prone, Mommies bisa membantu anak memilih sunscreen yang mencantumkan keterangan seperti non-comedogenic”, “oil-free”, atau “won’t clog pores pada kemasan. Istilah tersebut menunjukkan bahwa produk dirancang agar lebih kecil kemungkinannya untuk menyumbat pori-pori.

Jadi, daripada memilih sunscreen hanya karena sedang viral di media sosial, lebih baik ajarkan anak membaca label dan memahami kebutuhan kulitnya sendiri.

Sunscreen Bikin Jerawatan? Ini 7 Kesalahan Remaja yang Sering Dilakukan

Foto: Ron Lach/Pexels

2. Mengira Semakin Banyak Sunscreen, Semakin Bagus

Ini juga sering terjadi.

Anak mungkin berpikir, “Kalau sedikit bagus, berarti banyak pasti lebih bagus.”

Padahal, penggunaan sunscreen perlu cukup, bukan sebanyak-banyaknya sampai wajah terasa berat dan tidak nyaman.

Yang penting adalah mengaplikasikan sunscreen secara merata sesuai petunjuk pada produk. Untuk perlindungan wajah, gunakan sunscreen yang cukup, dengan jumlah sekitar 2 ruas jari penuh dan ulangi setiap 2 jam.

Jadi, jangan sampai karena takut kurang terlindungi, anak remaja Mommies mengoleskan sunscreen berlapis-lapis sekaligus.

Kalau teksturnya terasa terlalu berat, lengket, atau membuat wajah tidak nyaman, justru kemungkinan besar anak akan malas menggunakannya secara rutin.

3. Layering Skincare Terlalu Banyak Sebelum Sunscreen

Mommies mungkin sudah sering mengingatkan anak untuk pakai skincare. Tapi, bukan berarti rutinitas skincare harus panjang seperti pada orang dewasa.

Apalagi kalau anak sedang mengalami jerawat, kemudian mencoba facial wash, toner, serum, exfoliating product, acne treatment, moisturizer, lalu sunscreen dalam satu rutinitas.

Semakin banyak produk yang digunakan, semakin sulit juga mengetahui produk mana yang sebenarnya membuat kulit iritasi atau breakout.

Untuk remaja, basic skincare yang sederhana biasanya sudah cukup sebagai awal:

Pagi:
Facial washmoisturizer bila diperlukan → sunscreen

Malam:
Facial washmoisturizer

Kalau memang membutuhkan produk khusus untuk jerawat, sebaiknya pilih berdasarkan kondisi kulit dan, bila jerawat cukup berat, konsultasikan dengan dokter kulit.

BACA JUGA: Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

4. Tidak Membersihkan Wajah dengan Baik Setelah Seharian Beraktivitas

Pagi sudah pakai sunscreen, siang berkegiatan di sekolah, olahraga, berkeringat, lalu malam langsung tidur.

Waduh, jangan sampai begini, ya!

Sunscreen bukan sesuatu yang harus dibiarkan menempel di wajah sampai keesokan paginya. Setelah aktivitas selesai dan sebelum tidur, wajah perlu dibersihkan dengan pembersih yang lembut.

Membersihkan wajah membantu mengangkat minyak, kotoran, dan sisa produk yang menempel di kulit. Jadi, sebaiknya si anak remaja diwajibkan membersihkan kulit sebelum tidur dan membatasi mencuci muka agar tidak berlebihan, karena terlalu sering mencuci wajah juga dapat menyebabkan iritasi.

Foto: Ron Lach/Pexels

5. Tidak Reapply Sunscreen saat Memang Membutuhkannya

“Kan tadi pagi sudah pakai sunscreen?”

Nah, ini juga salah satu miskonsepsi yang sering terjadi.

Sunscreen bukan berarti sekali pakai lalu perlindungannya bertahan seharian penuh tanpa perlu diperhatikan lagi.

Jika anak remaja banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, sunscreen umumnya perlu diaplikasikan kembali sekitar setiap dua jam, serta setelah berenang atau berkeringat banyak, sesuai petunjuk produk.

Apalagi kalau anak punya kegiatan seperti olahraga, ekskul outdoor, field trip, atau bermain di luar bersama teman.

Namun, jangan juga membuat anak merasa harus terus-menerus menumpuk sunscreen di wajah tanpa membersihkannya. Untuk aktivitas panjang di luar ruangan, perhatikan juga perlindungan lain seperti topi, pakaian yang menutup kulit, dan berteduh.

6. Memilih Sunscreen Hanya karena SPF-nya Tinggi

SPF 50? Wah, pasti lebih bagus daripada SPF 30!

Belum tentu sesederhana itu.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan sunscreen memberikan perlindungan broad-spectrum, yaitu perlindungan terhadap UVA dan UVB. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan broad-spectrum, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, SPF yang lebih tinggi bukan berarti sunscreen bisa dipakai seharian tanpa perlu di-reapply. Sunscreen dengan SPF tinggi tetap perlu digunakan ulang sesuai kebutuhan.

Jadi, jangan sampai anak memilih sunscreen hanya karena angka SPF-nya paling tinggi, sementara teksturnya tidak cocok dengan kulit dan akhirnya malah tidak pernah dipakai.

Karena sunscreen yang nyaman dan benar-benar digunakan secara rutin tentu jauh lebih berguna daripada sunscreenmahal dengan SPF tinggi yang hanya tersimpan di laci.

BACA JUGA: Sunscreen untuk Remaja Rentan Berjerawat atau Acne-Prone

7. Langsung Menyimpulkan “Sunscreen Bikin Jerawatan” saat Muncul Breakout

Nah, ini yang paling penting.

Kalau setelah memakai sunscreen muncul jerawat, bukan berarti otomatis sunscreen tersebut adalah penyebabnya.

Bisa saja ada faktor lain yang sedang terjadi: perubahan hormon, produksi minyak yang meningkat, stres, kebiasaan menyentuh wajah, produk skincare lain yang baru digunakan, atau rutinitas membersihkan wajah yang kurang tepat.

AAD juga mencatat bahwa jerawat dapat dipengaruhi oleh banyak faktor dan membutuhkan waktu untuk membaik. Mengganti-ganti produk terlalu cepat justru bisa menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit semakin sulit dikendalikan.

Karena itu, kalau anak merasa sunscreen tertentu membuat kulitnya bermasalah, jangan langsung panik dan membuang semua produk.

Coba evaluasi satu per satu:

  • Apakah sunscreen tersebut sesuai dengan jenis kulit?
  • Apakah ada produk skincare baru yang digunakan bersamaan?
  • Apakah wajah dibersihkan dengan baik pada malam hari?
  • Apakah anak sering menyentuh atau memencet jerawat?
  • Apakah kulit terasa perih, gatal, atau terbakar setelah memakai sunscreen?
  • Apakah muncul komedo atau jerawat di area yang sebelumnya jarang bermasalah?

Kalau muncul reaksi yang mengkhawatirkan atau jerawat semakin parah, sebaiknya hentikan produk yang dicurigai dan konsultasikan dengan dokter kulit.

Foto: Hanna Pad/Pexels

Jadi, Sunscreen Bikin Jerawatan atau Tidak?

Jawabannya: bisa saja suatu produk sunscreen tidak cocok untuk kondisi kulit tertentu, tetapi bukan berarti sunscreen secara umum menyebabkan jerawat.

Justru, sunscreen tetap menjadi bagian penting dari perlindungan kulit. Untuk kulit yang rentan berjerawat, pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan cari label seperti “non-comedogenic” atau “won’t clog pores”.

Yang tidak kalah penting, jangan membuat rutinitas skincare anak terlalu rumit.

Mommies dan Daddies bisa mulai dengan mengajarkan tiga hal sederhana: bersihkan wajah, jaga kelembapan kulit, dan gunakan sunscreen.

Kalau jerawat anak sudah banyak, terasa sakit, meradang, meninggalkan bekas atau luka, atau tidak kunjung membaik meski sudah menjalani perawatan yang konsisten, sebaiknya jangan asal menambah produk acne treatment. Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.

Karena pada akhirnya, tujuan skincare untuk remaja bukan membuat kulit mereka selalu mulus tanpa satu jerawat pun.

Yang lebih penting adalah membantu anak mengenali kondisi kulitnya, membangun kebiasaan merawat diri, dan memahami bahwa punya jerawat saat remaja itu bukan sesuatu yang memalukan.

Sunscreen tetap dipakai, jerawat tetap dirawat, dan rasa percaya diri jangan sampai ikut hilang.

Cover: Polina Tankilevitch/Pexels