Dari Agent Kim Reactivated, Ini 10 Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik Orang Tua

Lifestyle

Katharina Menge・in 6 hours

detail-thumb

Dari Agent Kim Reactivated, ada 10 pelajaran parenting yang bisa dipetik orang tua, mulai dari komunikasi, kemandirian, hingga cara melindungi anak

Mommies, siapa di sini yang kalau nonton drakor bukan cuma ikut tegang sama jalan ceritanya, tapi juga suka kepikiran, “Kalau aku jadi orang tuanya, bakal gimana, ya?”

Hal ini yang mungkin terjadi ketika menonton Agent Kim Reactivated. Di balik cerita aksi tentang mantan agen rahasia yang kembali beraksi setelah putrinya menghilang, drama ini sebenarnya banyak memperlihatkan dinamika yang cukup dekat dengan kehidupan orang tua dan anak. Kim Bujang (So Ji-sub) adalah seorang ayah tunggal yang berusaha membesarkan putrinya, Kim Min Ji (Seo Su-min), dengan caranya sendiri.

Kim memilih meninggalkan kehidupan lamanya sebagai agen rahasia dan menjalani kehidupan sederhana sebagai pegawai kantoran. Ia bahkan sengaja menyembunyikan kemampuan dan masa lalunya dari Min Ji karena ingin putrinya tumbuh dalam kehidupan yang normal. Namun, ketika Min Ji diculik, Kim terpaksa kembali menjadi sosok yang selama ini ia sembunyikan.

Menariknya, hubungan Kim dan Min Ji justru menjadi salah satu bagian yang bikin drama ini lebih dari sekadar tontonan action. Dari cara Kim melindungi putrinya, kesalahpahaman di antara mereka, sampai bagaimana Min Ji menghadapi masalah sendiri, ada banyak pelajaran parenting yang bisa kita bawa ke kehidupan nyata.

Jadi, selain deg-degan melihat Kim Bujang beraksi, yuk, lihat 10 pelajaran parenting dari Agent Kim Reactivated yang mungkin bikin Mommies ikut melakukan introspeksi.

BACA JUGA: 11 Drama So Ji Sub Terbaik yang Wajib Ditonton, dari Oh My Venus hingga Agent Kim Reactivated

10 Pelajaran Parenting dari Drakor Agent Kim Reactivated

Foto: HanCinema

1. Mencintai Anak Bukan Berarti Harus Melakukan Semuanya untuk Mereka

Kim Bujang jelas sangat menyayangi Min Ji. Bahkan, ketika putrinya menghilang, ia rela mengaktifkan kembali kemampuan sebagai mantan agen rahasia dan menghadapi berbagai risiko demi menemukan sang anak. Kehadiran Kim dalam situasi tersebut menunjukkan betapa jauhnya orang tua bisa pergi ketika anak berada dalam bahaya.

Namun, bentuk cinta kepada anak sebenarnya gak selalu harus berupa “Mama atau Papa yang menyelesaikan semuanya”. Anak juga perlu punya kesempatan untuk mencoba, mengambil keputusan, menghadapi kesalahan, dan mencari jalan keluar sendiri sesuai dengan usianya.

Min Ji sendiri bukan digambarkan sebagai anak yang hanya menunggu ayahnya datang menyelamatkan. Ketika berada dalam situasi berbahaya, ia juga berusaha menggunakan keberanian dan kemampuannya sendiri untuk bertahan. Bahkan, sejak awal ia digambarkan berani menghadapi perundungan di sekolah dan gak selalu memilih diam ketika melihat sesuatu yang menurutnya salah.

Jadi, perlindungan terbaik bukan selalu membuat anak gak pernah menghadapi masalah. Kadang, perlindungan berarti memastikan anak punya cukup bekal untuk menghadapi masalah ketika kita gak ada di sampingnya.

2. Anak Remaja Tetap Butuh Orang Tua, Walaupun Kelihatannya Makin Mandiri

Min Ji sudah berada di usia remaja ketika cerita dimulai. Ia punya pendapat sendiri, berani mengambil sikap, dan gak selalu mengikuti apa yang menurut ayahnya benar. Buat orang tua yang punya anak remaja, dinamika seperti ini mungkin terasa familiar banget.

Anak mulai punya dunianya sendiri. Teman-temannya makin penting, aktivitasnya makin banyak, dan mungkin obrolan dengan orang tua gak lagi sepanjang ketika mereka masih kecil.

Namun Agent Kim Reactivated mengingatkan bahwa semakin besar anak, bukan berarti semakin kecil kebutuhan mereka terhadap orang tua. Ketika Min Ji berada dalam bahaya, hubungan dengan ayahnya tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita. Kim juga terus berusaha memastikan putrinya aman, bahkan ketika hubungan mereka sebelumnya gak selalu berjalan mulus.

Jadi, mungkin Mommies gak perlu memaksa anak remaja untuk selalu cerita semua hal.

Yang lebih penting, pastikan mereka tahu bahwa ketika suatu hari membutuhkan bantuan, Mommies tetap menjadi salah satu orang yang bisa mereka datangi.

3. Jangan Menunggu Masalah Besar Baru Membuka Komunikasi

Ini salah satu bagian yang cukup menarik dari hubungan Kim Bujang dan Min Ji.

Kim sebenarnya sangat menyayangi putrinya, tetapi ia menyimpan banyak hal tentang masa lalunya. Ia memilih menjalani kehidupan sebagai ayah biasa dan menyembunyikan identitasnya sebagai mantan agen elite demi menjaga kehidupan Min Ji tetap normal.

Masalahnya, ketika orang tua menyimpan terlalu banyak hal tanpa memberikan penjelasan yang bisa dipahami anak, anak bisa membangun kesimpulannya sendiri. Min Ji bahkan sempat melihat ayahnya sebagai sosok yang penakut dan terlalu mudah mengalah karena Kim selalu menghindari konflik di hadapannya.

Padahal, Mommies tahu kan, bahwa kenyataan di balik sikap Kim sebenarnya jauh berbeda?

Nah, di kehidupan nyata mungkin kita gak punya identitas rahasia sebagai agen elite. Namun, kita bisa saja tanpa sadar melakukan hal serupa ketika terlalu sering berkata, “Gak usah tahu, ini urusan orang dewasa.”

Tentu ada hal-hal yang memang belum perlu diketahui anak. Namun, ketika anak sudah cukup besar, komunikasi yang terbuka dan sesuai usia bisa membantu mereka memahami alasan di balik keputusan orang tua.

4. Anak Lebih Butuh Orang Tua yang Jujur daripada Citra Orang Tua yang Sempurna

Selama bertahun-tahun, Min Ji mengenal ayahnya sebagai Kim Bujang yang sederhana, pendiam, bahkan cenderung menghindari konflik. Ia gak tahu bahwa di balik sosok tersebut ada mantan agen dengan kemampuan yang sangat berbeda.

Ketika identitas asli Kim akhirnya terungkap, hubungan ayah dan anak justru mengalami perubahan. Min Ji mulai melihat sisi lain dari ayahnya, termasuk kekuatan dan ketangguhan yang selama ini gak ia ketahui.

Dari sini, kita bisa melihat satu hal: anak gak selalu membutuhkan orang tua yang terlihat sempurna.

Mommies juga gak harus selalu terlihat tahu semua jawaban. Gak apa-apa kok kalau sesekali bilang, “Mama juga belum tahu,” atau bahkan mengakui, “Tadi Mama salah.”

Justru ketika anak melihat orang tua berani jujur dan mengakui kekurangan, mereka bisa belajar bahwa menjadi manusia memang gak berarti harus selalu benar.

5. Melindungi Anak Bukan Berarti Membuat Mereka Takut Menghadapi Dunia

Kim punya alasan kuat untuk ingin melindungi Min Ji. Ia tahu dunia yang pernah ia jalani sangat berbahaya dan tentu gak ingin putrinya ikut terseret ke dalamnya.

Namun cerita Min Ji juga memperlihatkan bahwa seorang anak tetap perlu memiliki keberanian dan kemampuan untuk menghadapi situasi sulit. Ketika berhadapan dengan perundungan maupun ketika berada dalam situasi penyekapan, Min Ji gak digambarkan sebagai sosok yang sepenuhnya pasif. Ia tetap berusaha melawan dan mencari jalan keluar.

Ini menjadi pengingat buat Mommies bahwa salah satu tujuan parenting bukan membuat anak selalu merasa aman karena kita ada.

Tujuannya adalah membantu anak punya kemampuan untuk menjaga dirinya sendiri ketika suatu hari kita gak bisa berada di samping mereka.

Jadi, daripada selalu berkata, “Udah, Mama aja yang urus,” mungkin sesekali kita bisa bertanya, “Kalau kamu yang menghadapi ini, menurut kamu apa yang bisa dilakukan?”

Foto: HanCinema

6. Dengarkan Anak, Bukan Hanya Apa yang Kita Inginkan dari Mereka

Min Ji bukan tipe anak yang selalu mengikuti keinginan ayahnya. Ia punya pendapat sendiri dan berani menunjukkan ketika gak setuju dengan sesuatu.

Dalam hubungan orang tua dan anak, perbedaan pendapat seperti ini sebenarnya gak selalu berarti anak kurang ajar atau gak menghormati orang tua. Bisa jadi, itu justru bagian dari proses mereka belajar menjadi individu yang punya suara sendiri.

Mommies mungkin pernah mengalami fase ketika anak mulai sering menjawab, “Kenapa memang?” atau “Tapi menurut aku…”

Daripada setiap perbedaan pendapat langsung dianggap sebagai pembangkangan, coba dengarkan dulu. Kita tetap bisa memberikan batasan, tetapi anak juga perlu tahu bahwa pendapatnya boleh disampaikan.

Karena kalau di rumah saja anak merasa gak punya ruang untuk bicara, ke mana mereka akan pergi ketika suatu hari punya masalah yang jauh lebih besar?

BACA JUGA: Perjalanan Karier So Ji Sub Selama 20 Tahun: dari Master’s Sun ke Agent Kim Reactivated

7. Jangan Sampai Niat Melindungi Justru Membuat Anak Gak Mengenal Kita

Ini salah satu kelemahan Kim Bujang yang cukup terasa sepanjang cerita.

Ia memang menyembunyikan identitasnya demi melindungi Min Ji. Namun, keputusan tersebut juga membuat anaknya mengenal versi dirinya yang gak sepenuhnya utuh. Kim menjalani hidup dengan menekan banyak bagian dari dirinya sendiri dan memilih untuk gak menjelaskan alasannya kepada Min Ji.

Dalam kehidupan sehari-hari, bentuknya tentu bisa berbeda. Misalnya, orang tua terlalu sibuk terlihat kuat di depan anak sampai anak gak pernah tahu kalau Mama sebenarnya sedang capek. Atau orang tua selalu berkata “Mama gak apa-apa” sampai anak merasa gak perlu bertanya lagi.

Padahal, hubungan yang dekat gak selalu dibangun dari orang tua yang selalu terlihat kuat.

Sesekali anak juga perlu melihat bahwa Mama bisa capek, bisa sedih, bisa salah, dan tetap bisa bangkit lagi.

8. Jangan Menilai Anak Hanya dari Satu Kesalahan atau Satu Kejadian

Di awal cerita, Min Ji terlibat dalam konflik dengan perundung di sekolah. Kim Bujang kemudian meminta maaf kepada kepala sekolah atas nama putrinya, sementara Min Ji merasa dirinya gak melakukan sesuatu yang perlu disesali.

Situasi seperti ini menarik karena memperlihatkan betapa mudahnya orang tua dan anak melihat kejadian yang sama dari sudut pandang berbeda.

Sebagai orang tua, kita mungkin langsung fokus pada tindakan anak: “Kenapa kamu berantem?” atau “Kenapa kamu bikin masalah?”

Padahal, sebelum memberikan penilaian, kita juga perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mendengarkan cerita anak bukan berarti otomatis membenarkan semua tindakannya. Kita tetap bisa mengatakan bahwa tindakan tertentu salah, tetapi berikan anak kesempatan untuk menjelaskan alasan dan situasi yang melatarbelakanginya.

Karena mengoreksi perilaku anak berbeda dengan membuat anak merasa dirinya adalah masalah.

9. Ajarkan Anak Bertanggung Jawab, Bukan Sekadar Takut pada Hukuman

Salah satu perbedaan yang menarik dalam Agent Kim Reactivated terlihat dari cara Kim Bujang dan Joo Gang Chan memperlakukan anak mereka. Keduanya sama-sama mengaku menyayangi putri masing-masing, tetapi bentuk perlindungannya sangat berbeda. Kim berusaha menanamkan nilai dan kemandirian pada Min Ji, sementara Joo Gang Chan cenderung menggunakan kekuasaan dan pengaruhnya untuk melindungi Hye Ri, termasuk ketika perilaku anaknya bermasalah.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa mencintai anak bukan berarti selalu membela mereka, apalagi ketika mereka melakukan sesuatu yang salah.

Anak perlu belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Kalau anak melakukan kesalahan, tugas kita bukan selalu menghilangkan konsekuensinya agar mereka gak merasa gak nyaman.

Justru, selama situasinya aman dan sesuai usia, biarkan mereka belajar memperbaiki kesalahan.

Karena anak yang terbiasa selalu “diselamatkan” dari konsekuensi mungkin akan kesulitan memahami tanggung jawab ketika mereka dewasa.

10. Pada Akhirnya, Anak Butuh Orang Tua yang Hadir

Setelah Min Ji menghilang, Kim bisa saja tetap menjalani hidup sebagai pegawai kantoran biasa. Tetapi ia memilih mencari putrinya dan kembali menghadapi dunia yang selama ini ia tinggalkan.

Perjalanannya bukan cuma tentang menyelamatkan Min Ji dari bahaya. Ada hubungan ayah dan anak yang perlahan mengalami perubahan sepanjang proses tersebut. Setelah melewati berbagai kejadian, komunikasi Kim dan Min Ji juga digambarkan menjadi lebih hangat.

Dan mungkin ini pelajaran parenting yang paling sederhana sekaligus paling sulit dilakukan.

Hadir.

Bukan berarti Mommies harus selalu punya waktu 24 jam untuk anak. Bukan juga berarti kita harus selalu tahu jawaban ketika anak punya masalah.

Tetapi ketika anak membutuhkan kita, sebisa mungkin jangan membuat mereka merasa sedang menghadapi semuanya sendirian.

Karena pada akhirnya, anak mungkin gak akan mengingat semua nasihat yang pernah kita berikan. Namun mereka bisa mengingat bagaimana rasanya ketika sedang takut, bingung, atau gagal dan orang tuanya tetap ada di sana.

Dari Agent Kim Reactivated, Kita Diingatkan Lagi: Parenting Bukan Soal Menjadi Orang Tua Sempurna

Foto: HanCinema

Agent Kim Reactivated memang dikemas sebagai drama action-thriller dengan kisah penculikan dan dunia agen rahasia. Namun, di balik semua adegan menegangkan tersebut, hubungan Kim Bujang dan Min Ji justru memberikan banyak ruang untuk melihat kembali bagaimana kita menjalani hubungan dengan anak.

Kim Bujang bukan ayah yang sempurna. Ia sangat menyayangi anaknya, tetapi juga melakukan kesalahan. Kim Bujang ingin melindungi Min Ji, tetapi caranya menyimpan rahasia justru sempat menciptakan jarak. Dia berusaha menjadi ayah yang kuat, tetapi pada akhirnya harus belajar bahwa hubungan dengan anak juga membutuhkan keterbukaan dan kepercayaan.

Mungkin itu yang membuat kisah mereka terasa cukup dekat dengan kehidupan Mommies.

Kita juga mungkin pernah terlalu protektif. Pernah salah mengambil keputusan. Pernah merasa lebih tahu apa yang terbaik untuk anak. Atau pernah terlalu sibuk menyelesaikan masalah sampai lupa bertanya, “Sebenarnya anakku butuh apa?”

Dan gak apa-apa.

Karena parenting memang bukan tentang menjadi orang tua yang gak pernah salah. Yang lebih penting adalah mau belajar, mau mendengarkan, dan mau memperbaiki hubungan ketika kita menyadari ada yang kurang tepat.

Pada akhirnya, anak akan tumbuh dan punya kehidupan mereka sendiri. Tugas kita bukan membuat mereka selalu bergantung pada Mommies dan Daddies, tetapi membekali mereka supaya cukup kuat menghadapi dunia sambil tetap tahu bahwa ada rumah yang bisa mereka datangi ketika dunia terasa terlalu berat.

Kalau dipikir-pikir, mungkin itu juga bentuk “misi” terbesar kita sebagai orang tua. Bukan menyelamatkan anak dari semua masalah, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang mampu menghadapi masalahnya sendiri.

BACA JUGA: Kisah Cinta So Ji Sub dengan Sang Istri, Sebut Pernikahannya 1000% Bahagia

Cover: HanCinema