
Mau liburan ke Dieng? Jangan cuma cari tempat wisata. Ini 10 kuliner khas Dieng dan Wonosobo yang wajib dicoba, dari mi ongklok hingga carica.
Kalau liburan ke Dieng, biasanya yang ada di kepala Mommies adalah Candi Arjuna, Telaga Warna, Bukit Sikunir, atau sekadar menikmati udara dingin sambil melihat pemandangan pegunungan.
Tapi jangan sampai pulang sebelum mencicipi kuliner khas Dieng. Soalnya, ada banyak makanan dan minuman khas dataran tinggi ini yang justru terasa makin nikmat ketika disantap di tengah udara dingin.
Mulai dari mi berkuah hangat, gorengan yang baru diangkat dari penggorengan, sampai buah carica yang segar untuk oleh-oleh. Beberapa di antaranya juga cukup ramah untuk lidah anak, lho, meski Mommies tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan usia dan kebiasaan makan si Kecil.
Menariknya, kuliner yang dikenal wisatawan sebagai “kuliner Dieng” sebenarnya tidak semuanya berasal dari kawasan Dieng secara administratif. Banyak makanan yang merupakan kuliner khas Wonosobo dan sangat mudah ditemukan saat menuju atau berada di kawasan wisata Dieng. Mi ongklok, tempe kemul, sego megono, carica, kacang Dieng, kopi purwaceng, hingga opak singkong termasuk makanan dan produk yang lekat dengan kuliner Wonosobo dan Dieng.
BACA JUGA: 7 Hotel di Dieng dengan View Menawan untuk Liburan Keluarga
Jadi, kalau Mommies dan keluarga sedang merencanakan liburan ke Dieng, beberapa makanan berikut bisa masuk daftar kuliner yang wajib dicoba.

Kalau ada satu makanan yang langsung mengingatkan orang pada Wonosobo dan Dieng, mi ongklok mungkin berada di urutan teratas.
Mi ongklok terdiri dari mi kuning yang disajikan bersama kol dan daun kucai, kemudian disiram kuah kental yang gurih dan hangat. Nama “ongklok” sendiri berkaitan dengan proses memasaknya, yaitu mi dan sayuran dicelupkan atau direbus menggunakan keranjang bambu kecil dengan gerakan seperti di-“ongklok”.
Biasanya, satu porsi mi ongklok juga disajikan bersama lauk pendamping seperti sate sapi, tempe kemul, atau makanan pendamping lainnya. Kombinasi kuah hangat, mi yang lembut, dan lauk gurih ini memang terasa pas banget disantap saat udara Dieng sedang dingin.
Kalau biasanya Mommies mengenal tempe goreng atau mendoan, di Wonosobo ada tempe kemul yang tampilannya mirip tetapi punya karakter tersendiri.
Tempe kemul merupakan tempe yang diselimuti adonan tepung berbumbu dan biasanya diberi potongan daun kucai. Kata kemul dalam bahasa Jawa berarti selimut, sehingga nama tersebut menggambarkan tempe yang “diselimuti” adonan tepung. Kudapan ini juga biasa disantap hangat dan menjadi salah satu pendamping mi ongklok.
Begitu digigit, bagian luarnya terasa renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut. Apalagi kalau baru diangkat dari penggorengan, rasanya makin susah ditolak.

Nah, kalau yang satu ini jangan sampai terlewat saat mencari oleh-oleh.
Carica merupakan buah yang sangat lekat dengan Wonosobo dan banyak dibudidayakan di kawasan dataran tinggi Dieng. Buah ini kemudian banyak diolah menjadi manisan atau produk olahan lainnya sehingga lebih mudah dibawa pulang wisatawan. Carica bahkan menjadi salah satu produk kuliner yang paling identik dengan Wonosobo.
Rasanya cenderung manis dan segar, sehingga berbeda dari makanan khas Dieng lainnya yang dominan gurih dan hangat. Mommies biasanya akan menemukan carica dalam bentuk potongan buah yang disajikan bersama sirup atau dikemas dalam botol atau cup yang praktis.
Mommies mungkin lebih familiar dengan kacang tanah. Tapi saat berada di Dieng, ada satu jenis kacang yang cukup menarik untuk dicoba, yaitu kacang Dieng.
Kacang Dieng dikenal juga sebagai kacang babi dan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan kacang tanah. Biasanya kacang ini diolah dengan cara digoreng hingga renyah dan diberi bumbu gurih sehingga cocok dijadikan camilan selama perjalanan maupun oleh-oleh.
Bentuknya yang cukup besar juga membuat camilan ini punya tampilan yang berbeda dari kacang pada umumnya.
Namanya mungkin terdengar unik, tetapi geblek merupakan salah satu makanan yang bisa Mommies temukan di wilayah Wonosobo.
Geblek merupakan kudapan berbahan dasar pati singkong yang memiliki tekstur kenyal dan biasanya disajikan sebagai camilan. Makanan ini juga kerap disebut sebagai salah satu pendamping mi ongklok.
Teksturnya yang kenyal membuat pengalaman makannya berbeda dari gorengan biasa. Buat Mommies yang suka berburu jajanan tradisional, geblek bisa menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba.
BACA JUGA: Itinerary Dieng 2 Hari 1 Malam Bersama Anak, Liburan Keluarga yang Santai tapi Tetap Seru

Selain geblek, olahan singkong lainnya yang bisa ditemukan di Wonosobo adalah opak singkong.
Opak singkong merupakan camilan berbahan dasar singkong yang diolah hingga menghasilkan tekstur renyah. Rasanya cenderung gurih dan biasanya menggunakan bumbu sederhana, sehingga cocok dijadikan teman ngemil atau oleh-oleh.
Karena bentuknya kering dan praktis, opak singkong juga lebih mudah dibawa selama perjalanan pulang dari Dieng.
Kalau mencari camilan tradisional dengan rasa gurih dan aroma khas, sagon juga menarik untuk dicoba.
Sagon merupakan salah satu jajanan tradisional yang dapat ditemukan di wilayah Wonosobo. Makanan ini umumnya memiliki karakter rasa gurih dengan aroma kelapa yang cukup khas.
Teksturnya cenderung padat dan bisa terasa renyah atau agak rapuh tergantung cara pengolahannya. Karena itu, sagon juga sering menjadi salah satu pilihan camilan atau oleh-oleh.

Mommies yang mencari makanan berat juga bisa mencoba nasi megono atau sego megono.
Nasi megono merupakan salah satu makanan tradisional yang juga populer di Wonosobo. Sajian ini umumnya berupa nasi dengan olahan sayuran, kelapa berbumbu, dan lauk pendamping seperti ikan teri atau gorengan.
Makanan seperti ini bisa menjadi pilihan ketika keluarga sudah mulai bosan dengan makanan yang itu-itu saja selama perjalanan. Rasanya yang gurih juga cukup cocok disantap sebagai menu makan berat.
Nah, kalau yang satu ini mungkin lebih cocok masuk daftar “Mommies dan Daddies yang wajib tahu”.
Purwaceng merupakan tanaman herbal yang dikenal sebagai salah satu tanaman khas dataran tinggi Dieng. Produk purwaceng biasanya diolah menjadi minuman, termasuk campuran kopi atau minuman seduh lainnya, sehingga cocok dinikmati orang dewasa ketika udara Dieng sedang dingin.
Mommies mungkin juga akan menemukan purwaceng dalam bentuk bubuk atau produk kemasan di toko oleh-oleh. Namun, karena produk bisa memiliki komposisi yang berbeda-beda, jangan lupa membaca label sebelum membeli.
Selain carica, Mommies juga bisa menemukan produk olahan terong belanda di kawasan Wonosobo.
Terong belanda merupakan salah satu buah yang tumbuh di kawasan dataran tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk, termasuk sirup. Rasanya cenderung manis-asam dan menyegarkan, sehingga bisa menjadi alternatif ketika Mommies ingin sesuatu yang berbeda setelah menyantap makanan gurih dan berkuah.
Kalau tidak ingin langsung mengonsumsi buahnya, Mommies bisa mencari produk olahan yang lebih praktis untuk dibawa pulang.
Wajib coba kalau: Mommies suka minuman dengan rasa manis-asam dan ingin membawa oleh-oleh khas selain carica.
Kalau Mommies membawa anak ke Dieng, sebenarnya tidak perlu memaksakan si Kecil mencicipi semua makanan khas yang ada.
Mulai saja dari makanan yang rasanya paling familiar. Tempe kemul, olahan singkong, atau mi ongklok dengan bumbu yang disesuaikan bisa menjadi pilihan awal. Setelah itu, baru ajak anak mencoba makanan dengan rasa atau tekstur yang berbeda.
Untuk camilan manis seperti carica atau minuman seperti sirup terong belanda, perhatikan porsinya. WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi free sugars pada anak, sementara panduan American Academy of Pediatrics juga menekankan pentingnya menghindari kafein pada anak.
Jadi, label “cocok untuk anak” bukan berarti makanan tersebut bisa dikonsumsi sebanyak yang mereka mau, ya, Mommies. Tetap sesuaikan dengan usia, kemampuan makan, kondisi kesehatan, dan pola makan si Kecil.
BACA JUGA: 10 Kegiatan di Dieng yang Disukai Anak, Ada Naik Jeep hingga Melihat Kawah Aktif

Supaya acara wisata kuliner nggak berubah menjadi drama karena anak lapar atau kecapekan, Mommies bisa melakukan beberapa hal sederhana:
Beberapa makanan seperti tempe kemul atau olahan singkong bisa dicoba jika tekstur, suhu, dan bumbunya sudah disesuaikan dengan kemampuan makan anak. Namun, Mommies tetap perlu memperhatikan risiko tersedak pada makanan dengan tekstur kenyal, keras, atau bentuk tertentu.
Produk carica cukup mudah ditemukan di toko oleh-oleh di sepanjang jalur Wonosobo menuju kawasan Dieng maupun di sekitar kawasan wisata. Saat membeli produk kemasan, Mommies bisa mengecek label, tanggal kedaluwarsa, serta izin edar untuk memastikan produk aman dibawa pulang.
Sebaiknya tidak. Terutama untuk produk purwaceng yang dicampur kopi atau memiliki kandungan kafein. American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa menghindari kafein merupakan pilihan terbaik untuk anak dan remaja.
Selain carica, Mommies bisa mempertimbangkan kacang Dieng, opak singkong, tempe kemul dalam bentuk yang lebih awet, produk purwaceng untuk orang dewasa, serta berbagai olahan terong belanda.
Liburan ke Dieng rasanya memang belum lengkap kalau hanya mengunjungi tempat wisata tanpa mencicipi makanan khas daerahnya. Buat Mommies yang membawa anak, pilih beberapa makanan yang paling sesuai dengan usia dan selera si Kecil, lalu biarkan mereka mengenal rasa baru dengan santai.
Mommies juga nggak perlu mengejar semua makanan dalam satu perjalanan. Pilih beberapa yang paling ingin dicoba, lalu sisakan waktu untuk menikmati suasana Dieng bersama keluarga.
Sebab, kenangan liburan terbaik bagi anak sering kali datang dari momen-momen sederhana, seperti menikmati semangkuk mi hangat di tengah udara dingin Dieng bersama keluarga.
Dan mungkin, bertahun-tahun kemudian, yang paling mereka ingat bukan berapa banyak tempat wisata yang didatangi, tetapi rasa mi ongklok yang pernah dimakan bersama Mommies di perjalanan.
Cover: Magnific